ADVERTISEMENT
Senin, September 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

TPNPB-OPM Klaim Bunuh Intelejen di Paniai, Polisi: Itu Tidak Benar, Korban Tukang Ojek

Untuk situasi Paniai masih kondusif. Aparat gabungan sedang melakukan patroli sekala besar untuk mengantisipasi kejadian serupa.

21 Februari 2025
0
TPNPB-OPM Klaim Bunuh Intelejen di Paniai, Polisi: Itu Tidak Benar, Korban Tukang Ojek

Korban yang diklaim di eksekusi mati Paniai. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengklaim telah mengeksekusi mati seorang pria yang dituding sebagai intelijen Indonesia.

Melalui Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB, peristiwa eksekusi itu terjadi, Jumat 21 Februari 2025 sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar Pelabuhan Aikai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

“Kami telah terima laporan resmi dari TPNPB wilayah Komando Pertahanan XIII Kegepa Nipouda Paniai. Dilaporkan bahwa mereka berhasil eksekusi mati anggota intelijen Indonesia yang menyamar sebagai tukang ojek,” ujar Sebby melalui pesan suara yang diterima koranpapua.id, hari ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebby menegaskan siapa pun orang Indonesia non Papua, entah itu imigran-imigran dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Makassar, Maluku, dilarang masuk di wilayah perang.

Baca Juga

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

“Cari apa anda? Tidak punya tanah di kampungmu di sana kah? Pulang di sana kerja, cari makan di sana. Jangan datang cari makan di kami punya tanah orang Papua,” imbuhnya.

Dikatakan eksekusi ini bagian dari pernyatan TPNPB sebelumnya yang menyatakan, siapapun yang masuk di wilayah bersenjata wajib dieksekusi.

“Kami sudah sampaikan bahwa orang imigran Indonesia dilarang masuk di wilayah konflik bersenjata. Titik. Selesai. Kami siap bertanggung jawab di Pengadilan Internasional. Jadi, eksekusi jalan terus. Pasukan TPNPB di 36 komando siap,” pungkasnya.

Terkait dengan pernyataan Sebby ini, Iptu Florentinus Jati Pranowo Teguh, Kasatreskrim Polres Paniai saat dikonfirmasi menegaskan bahwa tudingan TPNPB itu tidak benar.

Disampaikan, korban merupakan tukang ojek berinisial W yang menjadi sasaran oleh orang tidak dikenal di Paniai.

Dikatakan, korban meninggal di tempat setelah mengalami luka akibat tusukan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.

“Awalnya saksi Khoironi ketemu dengan pelaku di pertigaan PLN Modern untuk mengojek, namun karena bau alkohol saksi menolak dan langsung pergi,” terangnya.

Sekitar 30 menit berselang Khoironi melihat korban bersama pelaku telah naik motor bersama menuju pelabuhan.

Kemudian saksi lain bernama Arif Syaifudin melihat bahwa korban sudah tergeletak bersimbah darah di Pelabuhan Aikai.

Menurutnya, tudingan yang disampaikan TPNPB yang menyebut korban merupakan intelijen belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Itu belum bisa kami pastikan karena dari hasil yang kami dapat di sekitar TKP korban tidak membawa HP dan lain-lain,” jelasnya.

Dugaan sementara, korban mengalami luka bacok senjata tajam dengan luka di lengan kanan yang hampir putus.

Sementara pelaku masih dalam pengejaran aparat gabungan bersama satgas Operasi Damai Cartenz yang ada di wilayah hukum Polres Paniai.

“Korban sudah di rumah sakit dibawa dan disemayamkan oleh keluarga”.

Untuk situasi Paniai kata Iptu Florentinus, masih kondusif. Aparat gabungan sedang melakukan patroli sekala besar untuk mengantisipasi kejadian serupa. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

26 September 2026
Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

26 September 2026
Di Mapurjaya, Dinkes Mimika Ajak Suami Aktif Dampingi Ibu Hamil hingga Persalinan

Di Mapurjaya, Dinkes Mimika Ajak Suami Aktif Dampingi Ibu Hamil hingga Persalinan

26 September 2026
Gerakan Bumil Sehat di Mimika, Suami Diminta Rutin Dampingi Istri Periksa Kehamilan

Puskesmas Mapurujaya Siapkan Layanan Antar-Jemput Ibu Hamil 24 Jam

26 September 2026
Gerakan Bumil Sehat di Mimika, Suami Diminta Rutin Dampingi Istri Periksa Kehamilan

Gerakan Bumil Sehat di Mimika, Suami Diminta Rutin Dampingi Istri Periksa Kehamilan

26 September 2026
Empat Musisi Papua Tampil di Nagoya, Bawa Semangat untuk Tim Indonesia

Empat Musisi Papua Tampil di Nagoya, Bawa Semangat untuk Tim Indonesia

26 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, DKP Mimika Adakan Pasar Murah Perdana Tahun 2025

Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, DKP Mimika Adakan Pasar Murah Perdana Tahun 2025

Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, DKP Mimika Adakan Pasar Murah Perdana Tahun 2025

Tiga Bulan Tidak Ada Penerbangan ke Distrik Hoya, Ini Penjelasan Dandim 1710 Mimika

Tim Gabungan TNI-Polri Amankan Sejumlah Pendulang Emas Ilegal di Area PT Freeport Indonesia

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id