ADVERTISEMENT
Selasa, Juni 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

80 Persen OAP Bakal Direkrut Menjadi Karyawan Pabrik Semen Tanpa Syarat

Setelah pabrik ini berdiri, masyarakat OAP usia produktif yang putus sekolah di sekitar perusahaan harus mendapat kesempatan yang sama untuk bekerja.

17 Januari 2025
0
80 Persen OAP Bakal Direkrut Menjadi Karyawan Pabrik Semen Tanpa Syarat

Denty Ajkwa Widiyawati, Direktur Utama, PT Honya AJkwa Lorents (tiga dari kiri) didampingi Hamdani, General Manager, PT Honay Ajkwa Lorents, Muhammad Irsal Arfan, Kepala Government Relationship, PT Honay Ajkwa Lorents, Panius Kogoya, Komisaris Utama, PT Honay Ajkwa Lorents dan Melfi Dwi Andayani, Kepala Cabang PT Honay Ajkwa Lorents foto bersama usai jumpa pers di salah satu hotel di Timika, Jumat 17 Januari 2025. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Fenty Ajkwa Widiyawati, Direktur Utama PT Honay Ajkwa Lorents menegaskan karyawan yang nantinya direkrut bekerja di perusahaan pabrik semen dan keramik adalah 80 persen Orang Asli Papua (OAP).

Penerimaan mereka juga tanpa syarat. Penegasan ini disampaikan Fenty dalam jumpa pers di salah satu hotel di Timika, Jumat 17 Januari 2025.

ADVERTISEMENT

Dalam jumpa pers ini Fenty didampingi Hamdani, General Manager PT Honay Ajkwa Lorents, Muhammad Irsal Arfan, Kepala Government Relationship PT Honay Ajkwa Lorents.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hadir juga Panius Kogoya, Komisaris Utama PT Honay Ajkwa Lorents dan Melfi Dwi Andayani, Kepala Cabang PT Honay Ajkwa Lorents.

Baca Juga

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

Kenaikan Harga Material dan BBM, Pemkab Mimika Evaluasi Menyeluruh Struktur Nilai Proyek 2026

Fenty menjelaskan perekrutan tenaga kerja OAP tanpa syarat itu, yakni untuk yang berusia produktif mulai umur 17-30 tahun, baik yang memiliki ijazah sarjana, SMA, SMK maupun yang putus sekolah.

Pencari kerja OAP yang putus sekolah kata Fenty, perusahaan akan membangun kerjasama dengan beberapa lembaga untuk melanjutkan sekolah paket A, B dan C guna mendapat ijazah.

Karena dengan modal ijazah tersebut akan menjadi standar perusahaan dalam memberikan upah sesuai UMK Papua.

Selain membantu mendapatkan ijazah, pekerja OAP yang putus sekolah sebelum masuk kerja juga diberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

Ini bertujuan agar mereka dapat meningkatkan kualitas pengetahuan, skill untuk memperoleh sertifikat kompetensi.

Seluruh biaya pendidikan paket A, B dan C termasuk pendidikan dan pelatihan ditanggung 100 persen oleh perusahaan.

Mereka akan mengikuti Diklat selama 336 jam dan 200 jam sesuai program yang disiapkan perusahaan. Setelah mengikuti tahapan tersebut, otomatis sudah siap masuk dunia kerja.

“Saya tidak mau mereka diberi gaji kecil. Tapi kita ingin memanusiakan saudara-saudara kita OAP. Kalau putus sekolah kita rekrut tanpa ijazah kita mau kasih standar upahnya bagaimana?” katanya.

Ia mengungkapkan berdasarkan pengalaman hidupnya di Papua, banyak anak-anak di samping kiri dan kanan tetangga rumahnya yang putus sekolah, dengan alasan orang tua tidak mampu.

Atas kondisi ini, Fenty merasa dirinya gagal karena terlalu sibuk melakukan riset dan koordinasi dengan pemerintah sehingga lupa membantu sanak saudara yang lain.

Akibatnya tingginya angka pengangguran yang berujung pada meningkatnya kasus kriminalitas di daerah ini.

Fenty memastikan setelah pabrik ini berdiri, masyarakat OAP usia produktif yang putus sekolah di sekitar perusahaan harus mendapat kesempatan yang sama untuk bekerja.

“Jadi masalah tenaga kerja kita prioritaskan 80 persen OAP usia produktif 17-30 tahun. Di atas 30 tahun tetap kami terima tapi dengan kategori tertentu,” pungkasnya.

Kategori yang dimaksud Fenty yakni, masih sehat jasmani dan rohani tanpa ada riwayat salah satu penyakit berbahaya.

Masih bisa kooperatif untuk bekerja pada posisi yang tidak berat dan bisa diberi tanggung jawab misalnya bekerja sebagai security.

Ia menambahkan meskipun putus sekolah, namun sebelum bekerja diberikan insentif mendapat pendidikan dan pelatihan, sebagai bentuk motivasi agar lebih giat dan serius dalam bekerja.

“Anak-anak putus sekolah setelah menjalani masa pendidikan dan pelatihan harus kembali masuk kerja di pabrik semen,” ajaknya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

1 Juni 2026
Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II, Tim Jibom Gegana Polda Papua Bertolak ke Biak

Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II, Tim Jibom Gegana Polda Papua Bertolak ke Biak

1 Juni 2026
Mahasiswa UTU Asal Papua Yulianus Petege, Raih Juara Pada Ajang Fotografi Internasional

Mahasiswa UTU Asal Papua Yulianus Petege, Raih Juara Pada Ajang Fotografi Internasional

1 Juni 2026
Pemkab Mimika Siapkan Tempat Ibadah Sementara Pasca Kebakaran Gereja Katalik Poumako

Kenaikan Harga Material dan BBM, Pemkab Mimika Evaluasi Menyeluruh Struktur Nilai Proyek 2026

1 Juni 2026
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Pemkab Mimika Siapkan Tempat Ibadah Sementara Pasca Kebakaran Gereja Katalik Poumako

1 Juni 2026
Papua Mahkota Keanekaragaman Hayati, Ditengah Maraknya Pemburuan Liar

Papua Mahkota Keanekaragaman Hayati, Ditengah Maraknya Pemburuan Liar

1 Juni 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    825 shares
    Bagikan 330 Tweet 206
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Papua Mahkota Keanekaragaman Hayati, Ditengah Maraknya Pemburuan Liar

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Paulus Waterpauw Desak Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Adat Lebih Aktif

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
Next Post
Briptu Iqbal Gugur Setelah Peluru Terkena Leher, Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Briptu Iqbal Gugur Setelah Peluru Terkena Leher, Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Pj Bupati Yonathan Ingatkan Masyarakat Mimika Disiplin Membuang Sampah, Perda Sampah Perlu Ditegakkan

Pj Bupati Yonathan Ingatkan Masyarakat Mimika Disiplin Membuang Sampah, Perda Sampah Perlu Ditegakkan

Polisi Bekuk Oknum Guru yang Gauli Muridnya Sampai Hamil

Polisi Bekuk Oknum Guru yang Gauli Muridnya Sampai Hamil

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id