ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dihadapkan Penolakan hingga Ancaman Keamanan, BPS Mimika: Pendataan SE 2026 Baru 41 Persen

"Kalau di beberapa kampung sedang terjadi perang suku, petugas tidak bisa memaksakan diri. Misalnya datang pagi, siang sudah harus keluar karena situasi keamanan tidak memungkinkan”.

17 Juli 2026
0
Dihadapkan Penolakan hingga Ancaman Keamanan, BPS Mimika: Pendataan SE 2026 Baru 41 Persen

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mengungkapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Selain penolakan dari sebagian masyarakat dan pelaku usaha, petugas juga harus menghadapi kendala keamanan di sejumlah wilayah pedalaman yang mengalami konflik antarsuku.

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto KS, SST., MM mengatakan hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan lapangan baru mencapai sekitar 41 persen. Pendataan masih akan terus dilakukan hingga akhir Agustus 2026.

“Hingga saat ini pelaksanaan pendataan lapangan sudah mencapai sekitar 41 persen dan akan terus berjalan sampai akhir Agustus nanti,” kata Dian saat diwawancarai Koranpapua.id di ruang kerjanya, Jumat 17 Juli 2026.

Baca Juga

Penyidikan Dana Pilkada Bergulir, KPU Mimika Pastikan Aktivitas Tetap Normal

Maxim Timika Tegaskan Pengemudi dengan Identitas Tak Sesuai Bakal Ditindaklanjuti

Menurut Dian, tantangan terbesar yang dihadapi petugas sensus adalah penolakan dari sebagian responden. Penolakan tersebut terjadi baik dari masyarakat maupun pelaku usaha.

“Ada yang menolak didata. Salah satu alasannya karena mereka menganggap pendataan ini tidak ada kaitannya dengan bantuan pemerintah. Ada juga yang memiliki alasan lain sehingga enggan memberikan data,” ujarnya.

Di lingkungan perusahaan, lanjut Dian, proses pendataan dilakukan dengan metode yang berbeda-beda.

Sebagian perusahaan memilih mengisi data secara daring melalui sistem yang telah disediakan BPS.

Sementara perusahaan lainnya meminta petugas datang langsung untuk memberikan penjelasan sebelum data diisi.

“Metodenya berbeda-beda. Ada yang menggunakan sistem online, ada juga yang meminta petugas datang langsung. Jadi kami menyesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan,” jelasnya.

Selain penolakan, faktor keamanan juga menjadi hambatan serius, terutama di wilayah pedalaman Mimika.

Menurut Dian, terdapat sejumlah kampung yang tidak dapat didatangi secara maksimal karena sedang terjadi konflik antarsuku.

“Kalau di beberapa kampung sedang terjadi perang suku, petugas tidak bisa memaksakan diri. Misalnya datang pagi, siang sudah harus keluar karena situasi keamanan tidak memungkinkan,” ungkapnya.

“Padahal pekerjaan masih banyak dan harus dilanjutkan di hari berikutnya. Faktor keamanan sangat memengaruhi progres pendataan,” bebernya.

Meski dikejar target penyelesaian pendataan, BPS Mimika tetap mengutamakan kualitas data yang dikumpulkan.

Dian menjelaskan, aplikasi yang digunakan petugas telah dilengkapi sistem pendeteksi anomali untuk menemukan data yang tidak wajar.

“Misalnya ada kesalahan saat memasukkan angka, aplikasi akan langsung mendeteksi adanya anomaly,” jelasnya.

Data-data seperti itu akan diverifikasi kembali agar kualitas data tetap terjaga. “Jadi kami tidak hanya mengejar target, tetapi juga menjaga kualitas data yang dihasilkan,” pungkasnya.

Gisel, salah seorang petugas SE 2026 di Mimika mengaku berbagai tantangan harus dihadapi selama melakukan pendataan di lapangan.

Ia mengatakan penolakan menjadi kendala yang paling sering ditemui. “Kadang saat kami datang tempat usahanya sudah tutup. Ada juga yang menolak memberikan data sehingga kami harus mencari cara lain agar tetap bisa memperoleh informasi,” kata Gisel.

Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang awalnya enggan menerima petugas sensus. Bahkan ada pula yang memberikan informasi yang tidak sesuai sehingga petugas harus melakukan pengecekan kembali.

“Kalau ada data yang belum sesuai, kami harus memastikan kembali kepada responden supaya data yang dikumpulkan benar-benar akurat,” ujarnya.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, para petugas rutin saling berkoordinasi dan berbagi pengalaman setelah selesai bertugas di lapangan.

“Kalau selesai bekerja biasanya kami saling berdiskusi mengenai kendala yang ditemui di lapangan agar bisa menjadi bahan evaluasi dan membantu petugas lainnya ketika menghadapi kondisi yang sama,” ungkap Gisel.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para petugas tetap berupaya menyelesaikan pendataan sesuai target yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan keselamatan serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

17 Oktober 2026
Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

17 Oktober 2026
TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

17 Oktober 2026
Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

16 Oktober 2026
19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

16 Oktober 2026
Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

16 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    806 shares
    Bagikan 322 Tweet 202
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id