ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dihadapkan Penolakan hingga Ancaman Keamanan, BPS Mimika: Pendataan SE 2026 Baru 41 Persen

"Kalau di beberapa kampung sedang terjadi perang suku, petugas tidak bisa memaksakan diri. Misalnya datang pagi, siang sudah harus keluar karena situasi keamanan tidak memungkinkan”.

17 Juli 2026
0
Dihadapkan Penolakan hingga Ancaman Keamanan, BPS Mimika: Pendataan SE 2026 Baru 41 Persen

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mengungkapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Selain penolakan dari sebagian masyarakat dan pelaku usaha, petugas juga harus menghadapi kendala keamanan di sejumlah wilayah pedalaman yang mengalami konflik antarsuku.

ADVERTISEMENT

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto KS, SST., MM mengatakan hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan lapangan baru mencapai sekitar 41 persen. Pendataan masih akan terus dilakukan hingga akhir Agustus 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Hingga saat ini pelaksanaan pendataan lapangan sudah mencapai sekitar 41 persen dan akan terus berjalan sampai akhir Agustus nanti,” kata Dian saat diwawancarai Koranpapua.id di ruang kerjanya, Jumat 17 Juli 2026.

Baca Juga

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

Menurut Dian, tantangan terbesar yang dihadapi petugas sensus adalah penolakan dari sebagian responden. Penolakan tersebut terjadi baik dari masyarakat maupun pelaku usaha.

“Ada yang menolak didata. Salah satu alasannya karena mereka menganggap pendataan ini tidak ada kaitannya dengan bantuan pemerintah. Ada juga yang memiliki alasan lain sehingga enggan memberikan data,” ujarnya.

Di lingkungan perusahaan, lanjut Dian, proses pendataan dilakukan dengan metode yang berbeda-beda.

Sebagian perusahaan memilih mengisi data secara daring melalui sistem yang telah disediakan BPS.

Sementara perusahaan lainnya meminta petugas datang langsung untuk memberikan penjelasan sebelum data diisi.

“Metodenya berbeda-beda. Ada yang menggunakan sistem online, ada juga yang meminta petugas datang langsung. Jadi kami menyesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan,” jelasnya.

Selain penolakan, faktor keamanan juga menjadi hambatan serius, terutama di wilayah pedalaman Mimika.

Menurut Dian, terdapat sejumlah kampung yang tidak dapat didatangi secara maksimal karena sedang terjadi konflik antarsuku.

“Kalau di beberapa kampung sedang terjadi perang suku, petugas tidak bisa memaksakan diri. Misalnya datang pagi, siang sudah harus keluar karena situasi keamanan tidak memungkinkan,” ungkapnya.

“Padahal pekerjaan masih banyak dan harus dilanjutkan di hari berikutnya. Faktor keamanan sangat memengaruhi progres pendataan,” bebernya.

Meski dikejar target penyelesaian pendataan, BPS Mimika tetap mengutamakan kualitas data yang dikumpulkan.

Dian menjelaskan, aplikasi yang digunakan petugas telah dilengkapi sistem pendeteksi anomali untuk menemukan data yang tidak wajar.

“Misalnya ada kesalahan saat memasukkan angka, aplikasi akan langsung mendeteksi adanya anomaly,” jelasnya.

Data-data seperti itu akan diverifikasi kembali agar kualitas data tetap terjaga. “Jadi kami tidak hanya mengejar target, tetapi juga menjaga kualitas data yang dihasilkan,” pungkasnya.

Gisel, salah seorang petugas SE 2026 di Mimika mengaku berbagai tantangan harus dihadapi selama melakukan pendataan di lapangan.

Ia mengatakan penolakan menjadi kendala yang paling sering ditemui. “Kadang saat kami datang tempat usahanya sudah tutup. Ada juga yang menolak memberikan data sehingga kami harus mencari cara lain agar tetap bisa memperoleh informasi,” kata Gisel.

Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang awalnya enggan menerima petugas sensus. Bahkan ada pula yang memberikan informasi yang tidak sesuai sehingga petugas harus melakukan pengecekan kembali.

“Kalau ada data yang belum sesuai, kami harus memastikan kembali kepada responden supaya data yang dikumpulkan benar-benar akurat,” ujarnya.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, para petugas rutin saling berkoordinasi dan berbagi pengalaman setelah selesai bertugas di lapangan.

“Kalau selesai bekerja biasanya kami saling berdiskusi mengenai kendala yang ditemui di lapangan agar bisa menjadi bahan evaluasi dan membantu petugas lainnya ketika menghadapi kondisi yang sama,” ungkap Gisel.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para petugas tetap berupaya menyelesaikan pendataan sesuai target yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan keselamatan serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

16 Agustus 2026
72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

16 Agustus 2026
Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

16 Agustus 2026
Kunker di Papua Tengah, Yorrys Rawayei: Serap Aspirasi untuk Didorong ke Pemerintah Pusat

Yorrys Raweyai: Keberhasilan Otsus Tidak Cukup Diukur dari Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat yang Dirasakan Masyarakat 

16 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    910 shares
    Bagikan 364 Tweet 228
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    680 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id