ADVERTISEMENT
Minggu, Mei 31, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Ada 7.000 Paket Proyek di Pemkab Mimika, Berapa Persen untuk Kontraktor OAP? Berikut Pernyataan Ketua Gapensi

Jabatan direktur diisi OAP, sedangkan komisaris dan wakil direkturnya orang non Papua. Sehingga dalam pelaksanaannya semua kegiatan perusahaan dikendalikan oleh komisaris dan wakil direktur.

16 Agustus 2024
0
Ada 7.000 Paket Proyek di Pemkab Mimika, Berapa Persen untuk Kontraktor OAP? Berikut Pernyataan Ketua Gapensi

Ketua Gapensi Mimika, Donbosko Pogolamum dan Ronald Kambu, Sekretaris Gapensi. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Tahun Anggaran 2024 Pemerintah Kabupaten Mimika memiliki sekitar 7.000 paket pekerjaan fisik dan pengadaan.

Dari jumlah yang ada terdapat paket pekerjaan dengan nilai Rp1 miliar kebawa yang diperuntukan bagi pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

ADVERTISEMENT

Ada juga dengan nilai Rp2,5 miliar yang mana sesuai ketentuan diberikan kesempatan untuk tender terbatas untuk pengusaha OAP.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sedangkan paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp2,5 miliar ke atas baru terbuka untuk umum, baik OAP maupun pengusaha non Papua.

Baca Juga

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

“Dengan ketentuan yang ada, dan dari sekian ribu paket, berapa persen pekerjaan yang didapat oleh pengusaha OAP. Ini yang menjadi pertanyaan,” tegas Donbosco Pogolamum, Ketua Gapensi Mimika, Papua Tengah.

Hal ini dilontarkan Donbosco kepada koranpapua.id di ruang kerjanya, Jumat 16 Agustus 2024.

Putra Amungme ini juga mempertanyakan transparansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengumumkan paket-paket pekerjaan kepada publik, terutama kepada pengusaha OAP.

“Malah yang terjadi justru semua itu menjadi tidak jelas,” sesalnya.

Menurutnya, yang saat ini dialami pengusaha OAP sejak diterbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 17 Tahun 2019 yang mengatur tentang paket proyek dengan nilai Rp1 miliar kebawah dan tender terbatas Rp2,5 miliar, belum juga memihak kepada OAP.

Donbosco juga menyayangkan, saat ini yang terjadi ada OAP yang mendirikan perusahaan lebih dari satu.

Jabatan direktur diisi OAP, sedangkan komisaris dan wakil direkturnya orang non Papua. Sehingga dalam pelaksanaannya semua kegiatan perusahaan dikendalikan oleh komisaris dan wakil direktur.

“Itu terjadi karena direktur tidak mengerti apa-apa. Dengan demikian direktur tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dan berapa paket pekerjaan yang ditender,” pungkasnya.

Dalam perjalanan perusahaan, direktur hanya tahu melakukan tanda tangan. “Apa yang didapat direkturnya, palingan terima 10 atau 15 juta pada saat hari raya Natal dan Tahun Baru. Ini adalah fakta yang terjadi,” paparnya.

Donbosco menegaskan dengan tidak pahamnya OAP justru dimanfaatkan oleh non Papua untuk ‘merampas’ apa yang menjadi haknya.

Ia juga menyoroti perilaku ‘serakah’ eksekutif dan legislatif yang memanfaatkan jabatannya memberikan paket pekerjaan kepada keluarga atau kenalan untuk bekerja dengan memanfaatkan jasa perusahaan OAP.

“Jadi OAP ini karena minimnya akses dan rendahnya kemampuan melobi, maka terpaksa meminjamkan perusahaannya kepada non OAP hanya dengan kesepakatan mendapat fee dua sampai tiga persen dari nilai kontrak setelah dikurangi pajak,” jelas Donbosco.

Padahal dengan tersedianya paket Rp1 miliar kebawah diperuntukan OAP bertujuan untuk tujuan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Tapi yang terjadi malah kesempatan untuk memperbaiki kesejahteraan malah ‘dirampok’ oleh non Papua termasuk pejabat itu sendiri,” tandasnya.

Keadaan yang terjadi saat ini justru semakin miris, pejabat eksekutif dan legislatif yang seharusnya berjuang untuk kepentingan OAP malah tidak terwujud.

“Apa yang dilakukan pejabat hanya dewa yang tahu sebab selama ini tanpa ada transparan dalam mengimplementasikan amanat Kepres tersebut”.

Dengan tidak adanya transparan dari pimpinan OPD, pengusaha OAP akan terus menjadi korban. Selain sudah mengeluarkan anggaran besar mengurus persyaratan dokumen perusahan, setiap tahun juga harus membayar pajak.

Melihat fenomena ini, Donbosco ingatkan kepada pengusaha OAP agar tidak mudah meminjamkan perusahaannya kepada orang lain atau keluarga pejabat.

Selain itu, non OAP juga diminta untuk berhenti memanfaatkan OAP dalam upaya memperkaya diri sendiri dengan cara-cara tidak manusiawi.

Sebaiknya jadilah karyawan dan pendamping yang diberi upah jauh lebih terhormat dan bermartabat, karena sudah mengambil bagian dalam membina dan mendampingi OAP menjadi mandiri.

Kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, ia mengingatkan kehadiran Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) merupakan mitra Pemerintah Daerah di dunia konstruksi.

Namun selama delapan tahun belum pernah ada komunikasi dan koordinasi dari pemerintah daerah dengan Gapensi, terkait pembinaan anggota Gapensi, sehingga belakangan ini sering muncul persoalan.

Ia mencontohkan pembangunan jalan betton, jembatan maupun aspal yang kurang berkualitas. Baru selesai dikerjakan dan digunakan dua tiga bulan langsung rusak.

Jalan aspal yang dilihat dari jauh mulus dan rata, namun pada saat bekendaraan yang dirasakan bagaikan gelombang laut.

Contoh lain kurangnya koordinasi Pemkab Mimika dengan Gapensi maka terjadinya pemalangan kantor pemerintahan oleh kontraktor OAP.

“Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi apabila adanya koordinasi baik antara pemerintah dan organisasi profesi, karena ada komunikasi yang baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” tambahnya.

Donbosco berencana mulai tahun 2025 akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Pj Sekda Mimika sebagai Ketua Tim Anggaran.

Melalui koordinasi itu, maka Gapensi dan pemerintah daerah dapat duduk bersama mengkawal paket pekerjaan yang nilainya Rp1 miliar ke bawah.

Selain itu Gapensi juga akan membina anggotanya mulai dari kelengkapan administrasi seperti, Kartu Tanda Anggota (KTA), Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK), Sertifikat Badan Usaha (SBU) K3 dan pesyaratan lainnya.

Dengan demikian bagi pengusaha konstruksi yang memenuhi syarat akan didorong untuk bisa menangani pekerjaan penunjukan langsung (PL) yang ada di setiap OPD. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

30 Mei 2026
SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

30 Mei 2026
Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

30 Mei 2026
Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

30 Mei 2026
Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

30 Mei 2026
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    727 shares
    Bagikan 291 Tweet 182
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Peringati HUT RI ke-79, Pemerintah Daerah, TNI-Polri Tabur Bunga di Pantai Nabire

Peringati HUT RI ke-79, Pemerintah Daerah, TNI-Polri Tabur Bunga di Pantai Nabire

Miliki TUK, Gapensi Mimika Layani Uji Kompetensi Pencetakan SKK Konstruksi Sipil dan SBU

Miliki TUK, Gapensi Mimika Layani Uji Kompetensi Pencetakan SKK Konstruksi Sipil dan SBU

Pemuda Katolik Apresiasi Pj Gubernur Ribka Haluk Kenakan Rajutan Mama Papua di HUT RI ke 79

Pemuda Katolik Apresiasi Pj Gubernur Ribka Haluk Kenakan Rajutan Mama Papua di HUT RI ke 79

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id