ADVERTISEMENT
Jumat, Februari 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Ada 7.000 Paket Proyek di Pemkab Mimika, Berapa Persen untuk Kontraktor OAP? Berikut Pernyataan Ketua Gapensi

Jabatan direktur diisi OAP, sedangkan komisaris dan wakil direkturnya orang non Papua. Sehingga dalam pelaksanaannya semua kegiatan perusahaan dikendalikan oleh komisaris dan wakil direktur.

16 Agustus 2024
0
Ada 7.000 Paket Proyek di Pemkab Mimika, Berapa Persen untuk Kontraktor OAP? Berikut Pernyataan Ketua Gapensi

Ketua Gapensi Mimika, Donbosko Pogolamum dan Ronald Kambu, Sekretaris Gapensi. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Tahun Anggaran 2024 Pemerintah Kabupaten Mimika memiliki sekitar 7.000 paket pekerjaan fisik dan pengadaan.

Dari jumlah yang ada terdapat paket pekerjaan dengan nilai Rp1 miliar kebawa yang diperuntukan bagi pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

ADVERTISEMENT

Ada juga dengan nilai Rp2,5 miliar yang mana sesuai ketentuan diberikan kesempatan untuk tender terbatas untuk pengusaha OAP.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sedangkan paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp2,5 miliar ke atas baru terbuka untuk umum, baik OAP maupun pengusaha non Papua.

Baca Juga

Pengcab Perbakin Mimika Resmi Dilantik, Bupati: Harus Konsisten, Jangan Timbul Tenggelam

Pantau dari Udara hingga Dialog, Pemkab Mimika Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kapiraya

“Dengan ketentuan yang ada, dan dari sekian ribu paket, berapa persen pekerjaan yang didapat oleh pengusaha OAP. Ini yang menjadi pertanyaan,” tegas Donbosco Pogolamum, Ketua Gapensi Mimika, Papua Tengah.

Hal ini dilontarkan Donbosco kepada koranpapua.id di ruang kerjanya, Jumat 16 Agustus 2024.

Putra Amungme ini juga mempertanyakan transparansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengumumkan paket-paket pekerjaan kepada publik, terutama kepada pengusaha OAP.

“Malah yang terjadi justru semua itu menjadi tidak jelas,” sesalnya.

Menurutnya, yang saat ini dialami pengusaha OAP sejak diterbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 17 Tahun 2019 yang mengatur tentang paket proyek dengan nilai Rp1 miliar kebawah dan tender terbatas Rp2,5 miliar, belum juga memihak kepada OAP.

Donbosco juga menyayangkan, saat ini yang terjadi ada OAP yang mendirikan perusahaan lebih dari satu.

Jabatan direktur diisi OAP, sedangkan komisaris dan wakil direkturnya orang non Papua. Sehingga dalam pelaksanaannya semua kegiatan perusahaan dikendalikan oleh komisaris dan wakil direktur.

“Itu terjadi karena direktur tidak mengerti apa-apa. Dengan demikian direktur tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dan berapa paket pekerjaan yang ditender,” pungkasnya.

Dalam perjalanan perusahaan, direktur hanya tahu melakukan tanda tangan. “Apa yang didapat direkturnya, palingan terima 10 atau 15 juta pada saat hari raya Natal dan Tahun Baru. Ini adalah fakta yang terjadi,” paparnya.

Donbosco menegaskan dengan tidak pahamnya OAP justru dimanfaatkan oleh non Papua untuk ‘merampas’ apa yang menjadi haknya.

Ia juga menyoroti perilaku ‘serakah’ eksekutif dan legislatif yang memanfaatkan jabatannya memberikan paket pekerjaan kepada keluarga atau kenalan untuk bekerja dengan memanfaatkan jasa perusahaan OAP.

“Jadi OAP ini karena minimnya akses dan rendahnya kemampuan melobi, maka terpaksa meminjamkan perusahaannya kepada non OAP hanya dengan kesepakatan mendapat fee dua sampai tiga persen dari nilai kontrak setelah dikurangi pajak,” jelas Donbosco.

Padahal dengan tersedianya paket Rp1 miliar kebawah diperuntukan OAP bertujuan untuk tujuan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Tapi yang terjadi malah kesempatan untuk memperbaiki kesejahteraan malah ‘dirampok’ oleh non Papua termasuk pejabat itu sendiri,” tandasnya.

Keadaan yang terjadi saat ini justru semakin miris, pejabat eksekutif dan legislatif yang seharusnya berjuang untuk kepentingan OAP malah tidak terwujud.

“Apa yang dilakukan pejabat hanya dewa yang tahu sebab selama ini tanpa ada transparan dalam mengimplementasikan amanat Kepres tersebut”.

Dengan tidak adanya transparan dari pimpinan OPD, pengusaha OAP akan terus menjadi korban. Selain sudah mengeluarkan anggaran besar mengurus persyaratan dokumen perusahan, setiap tahun juga harus membayar pajak.

Melihat fenomena ini, Donbosco ingatkan kepada pengusaha OAP agar tidak mudah meminjamkan perusahaannya kepada orang lain atau keluarga pejabat.

Selain itu, non OAP juga diminta untuk berhenti memanfaatkan OAP dalam upaya memperkaya diri sendiri dengan cara-cara tidak manusiawi.

Sebaiknya jadilah karyawan dan pendamping yang diberi upah jauh lebih terhormat dan bermartabat, karena sudah mengambil bagian dalam membina dan mendampingi OAP menjadi mandiri.

Kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, ia mengingatkan kehadiran Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) merupakan mitra Pemerintah Daerah di dunia konstruksi.

Namun selama delapan tahun belum pernah ada komunikasi dan koordinasi dari pemerintah daerah dengan Gapensi, terkait pembinaan anggota Gapensi, sehingga belakangan ini sering muncul persoalan.

Ia mencontohkan pembangunan jalan betton, jembatan maupun aspal yang kurang berkualitas. Baru selesai dikerjakan dan digunakan dua tiga bulan langsung rusak.

Jalan aspal yang dilihat dari jauh mulus dan rata, namun pada saat bekendaraan yang dirasakan bagaikan gelombang laut.

Contoh lain kurangnya koordinasi Pemkab Mimika dengan Gapensi maka terjadinya pemalangan kantor pemerintahan oleh kontraktor OAP.

“Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi apabila adanya koordinasi baik antara pemerintah dan organisasi profesi, karena ada komunikasi yang baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” tambahnya.

Donbosco berencana mulai tahun 2025 akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Pj Sekda Mimika sebagai Ketua Tim Anggaran.

Melalui koordinasi itu, maka Gapensi dan pemerintah daerah dapat duduk bersama mengkawal paket pekerjaan yang nilainya Rp1 miliar ke bawah.

Selain itu Gapensi juga akan membina anggotanya mulai dari kelengkapan administrasi seperti, Kartu Tanda Anggota (KTA), Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK), Sertifikat Badan Usaha (SBU) K3 dan pesyaratan lainnya.

Dengan demikian bagi pengusaha konstruksi yang memenuhi syarat akan didorong untuk bisa menangani pekerjaan penunjukan langsung (PL) yang ada di setiap OPD. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pengcab Perbakin Mimika Resmi Dilantik, Bupati: Harus Konsisten, Jangan Timbul Tenggelam

Pengcab Perbakin Mimika Resmi Dilantik, Bupati: Harus Konsisten, Jangan Timbul Tenggelam

27 Februari 2026
Pantau dari Udara hingga Dialog, Pemkab Mimika Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kapiraya

Pantau dari Udara hingga Dialog, Pemkab Mimika Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kapiraya

27 Februari 2026
Pemkab Boven Digoel dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Cari Solusi Sisa pembayaran Lahan Bandara Tanah Merah

Pemkab Boven Digoel dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Cari Solusi Sisa pembayaran Lahan Bandara Tanah Merah

27 Februari 2026
Thom Beanal dalam Kenangan: Pemimpin Karismatik, Tenang dan Tidak Banyak Bicara

Thom Beanal dalam Kenangan: Pemimpin Karismatik, Tenang dan Tidak Banyak Bicara

27 Februari 2026
Percepat Penyelesaian Tapal Batas, Kapolda dan Bupati Mimika Turun Langsung ke Kapiraya

Percepat Penyelesaian Tapal Batas, Kapolda dan Bupati Mimika Turun Langsung ke Kapiraya

27 Februari 2026
Lemasko Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Tokoh Muda Mimika Alexsander Omaleng

Lemasko Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Tokoh Muda Mimika Alexsander Omaleng

27 Februari 2026

POPULER

  • Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

    Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

    629 shares
    Bagikan 252 Tweet 157
  • Gubernur Meki Nawipa Instruksikan Bupati Mimika, Deiyai dan Dogiyai Turun ke Kapiraya Selasa 24 Februari

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Jania Basir Mengundurkan Diri dari Jabatan Kadis Perhubungan Mimika, Bupati: Akan Ditunjuk Penggantinya

    577 shares
    Bagikan 231 Tweet 144
  • YLBH Papua Tengah Kecam Dugaan Penembakan Brutal Tiga Warga Sipil di Gorong-Gorong-Timika

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Ini Identitas Prajurit TNI yang Tewas Diserang KKB di Nabire

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • DPA Kabupaten Mimika 2026 Resmi Diserahkan, Bupati Johannes: Melalui Proses Panjang, Ini Suatu Prestasi

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Peringati HUT RI ke-79, Pemerintah Daerah, TNI-Polri Tabur Bunga di Pantai Nabire

Peringati HUT RI ke-79, Pemerintah Daerah, TNI-Polri Tabur Bunga di Pantai Nabire

Miliki TUK, Gapensi Mimika Layani Uji Kompetensi Pencetakan SKK Konstruksi Sipil dan SBU

Miliki TUK, Gapensi Mimika Layani Uji Kompetensi Pencetakan SKK Konstruksi Sipil dan SBU

Pemuda Katolik Apresiasi Pj Gubernur Ribka Haluk Kenakan Rajutan Mama Papua di HUT RI ke 79

Pemuda Katolik Apresiasi Pj Gubernur Ribka Haluk Kenakan Rajutan Mama Papua di HUT RI ke 79

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id