ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Penjual Pembatas Alkitab Menjamur di Kota Timika, Ini Pernyataan Pdt Ferdinans Hukubun

Kementerian Agama sebagai payung keagaamaan diharapkan untuk melakukan koordinasi dengan ketua-ketua klasis wilayah dan pihak kepolisian untuk membicarakan fenomena ini.

27 Mei 2024
0
Penjual Pembatas Alkitab Menjamur di Kota Timika, Ini Pernyataan Pdt Ferdinans Hukubun

Ferdinans C. Hukubun,Sm.Th,S.Si (Pdt.Fery) Ketua Klasis GPI Papua Mimika. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Penjual pembatas alkitab yang dilakoni puluhan orang dan terbagi dalam beberapa kelompok, belakangan ini menjamur di Kota Timika, Papua Tengah.

Mereka menjual pembatas Alkitab dengan menyebar di sejumlah titik, baik lampu merah, pertokoan, super market, ATM, rumah makan bahkan di sepanjang jalanan dalam kota Timika.

ADVERTISEMENT

Aksi ini membuat banyak warga dan pengguna jalan merasa terganggu dan tidak nyaman melihat pemandangan yang terjadi hampir setiap hari.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka menjual sepotong kertas yang katanya sebagai pembatas Alkitab dengan tulisan firman Tuhan dengan harga Rp10.000.

Baca Juga

Polisi Peduli: 20 Anak Kali Kabur dan Perkampungan Banti Diberikan Pelajaran Menulis dan Membaca

Tujuh Tahun Berturut-turut Pemkab Puncak Terima Opini WTP

Kepada warga yang dijumpai dan pengendara mereka berdalih bahwa uang yang dihasilkan dari kegiatan ini akan gunakan untuk membantu mendanai pembangunan gedung gereja.

Terkait dengan hal ini, Pendeta Ferdinans C. Hukubun, Sm.TH, S.Si, Ketua Klasis GPI Papua Mimika mengatakan bahwa fenomena mencari dana dengan mengatasnamakan lembaga gereja perlu disikapi dengan serius.

Karena menurutnya, pemandangan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Aksi kelompok ini tidak saja terjadi di Timika tetapi juga di beberapa kota di tanah Papua bahkan Indonesia.

“Fenomena ini bukan pertama kali ada di Timika, tetapi sejak beberapa tahun terakhir. Karenanya perlu disikapi oleh semua pihak,” ujar Pdt Ferdinans kepada koranpapua.id, Minggu 26 Mei 2024.

Dikatakan, kelompok penjual pembatas Alkitab berdalih mencari dana dengan membawa label lembaga keagamaan seperti pembangunan gereja atau kegiatan gereja.

Namun yang menjadi pertanyaannya, apakah kelompok ini dibekali dengan rekomendasi yang dikeluarkan pihak gereja atau Kantor Kementerian Agama dari daerah asalnya tempat gereja tersebut berada.

“Kalaupun ada apakah rekomendasinya resmi dikeluarkan oleh lembaga yang betul-betul melakukan kegiatan penggalangan dana,” tanya Pdt Ferdinans.

Ia juga menyampaikan apakah rekomendasi yang mereka miliki sudah mendapatkan persetujuan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten, Klasis atau persekutuan agama di Mimika.

“Ini bukan soal Rp5.000 atau Rp10.000, kalau itu benar tidak ada masalah. Yang saya kuatirkan jangan sampai hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tetapi mengatasnamakan lembaga gereja,” tegasnya.

Pdt Ferdinans mengingatkan agar jangan menjadikan fenomena ini sebagai bibit untuk menghubungkan hal-hal yang negatif di kota Timika.

Karenanya kepada masyarakat Timika, Pdt Ferdinans berpesan agar berpikir cerdas sebelum memberikan bantuan yang mengatasnamakan kepentingan pembangunan gereja atau kegiatan keagamaan lainnya.

“Kalau ada kegiatan agama di Mimika, dipastikan ada rekomendasi dari ketua klasis atau ketua wilayah. Karena tidak mungkin pencarian dana dengan berdiri di pinggir jalan dengan menjual pembatas Alkitab,” tandasnya.

Ia mengajak Kementerian Agama Mimika, pihak kepolisian, ketua klasis atau wilayah dan persekutuan gereja-gereja untuk melihat fenomena ini, sehingga tidak menjadi ‘penyakit’ yang muncul seperti jamur di musim hujan.

“Ini bertujuan agar kita tidak terkesan berdiam diri melihat fenomena ini berjalan seperti biasa dan aman-aman saja di Timika,” tuturnya.

Ia berpraduga ada kelompok tertentu yang mencari keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan lembaga keagamaan.

Dikatakan, Kementerian Agama sebagai payung keagaamaan di Mimika diharapkan untuk segera melakukan koordinasi dengan mengumpulkan ketua-ketua klasis wilayah dan pihak kepolisian untuk membicarakan fenomena ini.

“Mohon maaf saya perlu katakan ini untuk semua kebenaran. Apakah dengan saya menyampaikan kebenaran saya menjadi musuh saudara? Tuhan memberkati kita dalam semangat Eme Neme Yauware,” tutupnya. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polisi Peduli: 20 Anak Kali Kabur dan Perkampungan Banti Diberikan Pelajaran Menulis dan Membaca

Polisi Peduli: 20 Anak Kali Kabur dan Perkampungan Banti Diberikan Pelajaran Menulis dan Membaca

3 Juni 2026
Tujuh Tahun Berturut-turut Pemkab Puncak Terima Opini WTP

Tujuh Tahun Berturut-turut Pemkab Puncak Terima Opini WTP

3 Juni 2026
Perkuat Konektivitas DOB, Kementerian PU Gelontorkan Rp337,8 Miliar, Ini Sejumlah Proyek di Papua Tengah

Perkuat Konektivitas DOB, Kementerian PU Gelontorkan Rp337,8 Miliar, Ini Sejumlah Proyek di Papua Tengah

3 Juni 2026
Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Tiga Masih Hilang

Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Tiga Masih Hilang

3 Juni 2026
BPK Serahkan LHP LKPD 2025, Mimika Pertahankan Opini WTP ke-11 Kali

BPK Serahkan LHP LKPD 2025, Mimika Pertahankan Opini WTP ke-11 Kali

3 Juni 2026
9.320 Paket Pengadaan di Pemkab Mimika Mandek di OPD, Baru 206 Masuk BPBJ

9.320 Paket Pengadaan di Pemkab Mimika Mandek di OPD, Baru 206 Masuk BPBJ

3 Juni 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    837 shares
    Bagikan 335 Tweet 209
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • SD Inpres Timika II Gelar Education Expo 2026, Tampilkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Papua

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Hari Pertama PIN Polio, BLUD Puskesmas Karang Senang Layani 146 Anak

Hari Pertama PIN Polio, BLUD Puskesmas Karang Senang Layani 146 Anak

Merasa Tidak Dihargai, Marince Palang Gedung Puskesmas Limau Asri

Merasa Tidak Dihargai, Marince Palang Gedung Puskesmas Limau Asri

Sayembara Desain Logo MTQ XXX se-Tanah Papua Dimenangkan Pemeluk Kristen

Sayembara Desain Logo MTQ XXX se-Tanah Papua Dimenangkan Pemeluk Kristen

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id