ADVERTISEMENT
Senin, Juni 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Rolling Pejabat Berbuntut Panjang, ASN OAP Ancam Palang Kantor Bupati

Bertha dengan tegas tidak akan menyerahkan ruang kerjanya ditempati oknum pejabat yang baru dilantik.

7 Desember 2023
0
Rolling Pejabat Berbuntut Panjang, ASN OAP Ancam Palang Kantor Bupati

Yohanes Tsugumol, Kabid Penertiban Satpol PP. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sejumlah mantan pejabat Pemkab Mimika Orang Asli Papua (OAP) yang dinonjobkan, Selasa 5 Desember 2023 akan melampiaskan kekecewaan mereka dengan melakukan aksi pemalangan Kantor Bupati Mimika.

Para pejabat OAP yakni, Bertha Beanal, Yohanes Tsugumol, Yohanes Kuum, John Kemong, Manase Omaleng bersama semua Aparatur Sipil Negara (ASN) OAP telah bersepakat melakukan pemalangan Kantor Bupati Mimika pada Kamis 7 Desember 2023.

ADVERTISEMENT

Pernyataan ini disampaikan secara bersama-sama oleh para pejabat OAP yang dinonjobkan dalam jumpa pers yang berlangsung di salah hotel di Timika, Rabu 6 Desember 2023. Hadir dalam kesempatan itu, Ananias Faot, mantan Kepala BLPSDM Mimika.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bertha mengatakan, sangat disayangkan sebagai putri Amungme dengan pangkat yang memenuhi syarat dinonjobkan dari jabatan dan digantikan dengan pejabat lain yang bukan OAP.

Baca Juga

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Enam Burung Kasturi Kepala Hitam

Peringati Hari Integrasi Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Kelancaran Perayaan di Dogiyai

Bertha mempertanyakan dimana keberpihakan Otsus bagi anak-anak Papua khususnya Amungme dan Kamoro.

Mutasi yang dilakukan Bupati, menurutnya merupakan bentuk pembunuhan karakter anak-anak Papua untuk menjadi tuan di negerinya sendiri.

Mantan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB ini menegaskan, Bupati Omaleng dalam memimpin daerah ini, banyak mengutamakan non OAP untuk menduduki jabatan.

Bahkan, Bertha dengan tegas tidak akan menyerahkan ruang kerjanya ditempati oknum pejabat yang baru dilantik.

“Kami akan palang dan yang bisa buka kembali hanya oleh Menteri. Saya akan telepon Kapolres bahwa kami mau palang kantor. Kami anak negeri punya hak,” tegasnya.

Sementara Yohanes Kuum mengatakan yang membuat nama Bupati dan Wakil Bupati buruk adalah oknum-oknum pegawai ‘penjilat’.

“Golongan masih kecil sudah dilantik menjadi Kabag dan kepala distrik. Bupati melantik pegawai karena terkesan suka dan yang tidak suka dinonjobkan,” katanya.

Yohanes menyayangkan dalam proses mutasi tidak mengikuti sistem dan prosedur yang benar tanpa melibatkan tim Baperjakat.

Kemudian John Kemong menilai selama dua periode Eltinus Omaleng sebagai Bupati Mimika tidak pernah perhatikan nasib putra-putri Amungme dan Kamoro.

“Anak Amungme dan Kamoro tidak mungkin mengemis ke daerah lain. Tapi yang terjadi Bupati orang Amungme lebih utamakan para penjilat. Bagaimana kami mau majukan daerah kami kalau tidak diberi kesempatan,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi dana APBD Mimika 5 triliun anak Amungme dan Kamoro tidak pernah menikmati tetapi oleh orang lain yang menikmati.

Sebagai anak negeri, John Kemong sangat menyesal atas kepemimpinan Bupati Omaleng, karena tidak pernah memberikan kesempatan kepada anak daerah.

Pada kesempatan yang sama, Manase Omaleng, mantan Kepala Distrik Hoeya mempertanyakan mengapa dirinya dinonjobkan.

“Kami Amungme dan Kamoro mau dikemanakan? Kalau mau mekar Provinsi Nemangkawi untuk siapa? Sepuluh tahun menjabat mandul menyiapkan kader anak Amungme dan Komoro,” kritiknya.

Ia bahkan mempertanyakan, mengapa satu orang pejabat bisa menjabat dua OPD? Apakah di Mimika sudah tidak ada lagi ASN yang memenuhi syarat?

“Jangan roling kami karena alasan politik. Kami ASN tidak ikut politik. Kami bekerja taat pada pimpinan,” katanya.

Lainnya, Moses Gwijangge mengaku bingung dengan aturan yang diatur BKPSDM. “Kita mendukung roling keempat dibatalkan,” katanya.

Marsel Mameyau mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika meminta Bupati Omaleng belajar dari para bupati di wilayah gunung.

Ia menyayangkan, setiap kali ada yang menyodorkan nama, bupati tidak terlebih dahulu mengecek, apakah nama yang disodorkan telah memenuhi persyaratan, khususnya yang berkaitan dengan kepangkatan.

“Bupati terima mentah-mentah langsung tandatangan padahal golongannya masih kecil sehingga menggeser pegawai yang golongannya besar,”tegasnya.

Yohanes Tsugumol, Kabid Penertiban Satpol PP menegaskan pejabat pengganti dirinya jangan coba-coba masuk ruangan kerjanya. Silakan masuk di ruang yang lain.

Tsugumol juga mengancam akan memboikot Pilkada dan Pilgub untuk masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan. “Kami akan palang kantor Bupati sampai Menteri yang datang buka,” tandasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Enam Burung Kasturi Kepala Hitam

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Enam Burung Kasturi Kepala Hitam

31 Mei 2026
Peringati Hari Integrasi Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Kelancaran Perayaan di Dogiyai

Peringati Hari Integrasi Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Kelancaran Perayaan di Dogiyai

31 Mei 2026
11 Ekor Ular Sanca Hijau Papua Disita dari Sebuah Gudang di Bekasi

11 Ekor Ular Sanca Hijau Papua Disita dari Sebuah Gudang di Bekasi

31 Mei 2026
Freeport Indonesia Lepaskan 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau di Pesisir Mimika

Freeport Indonesia Lepaskan 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau di Pesisir Mimika

31 Mei 2026
Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

31 Mei 2026
Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

31 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    765 shares
    Bagikan 306 Tweet 191
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Paulus Waterpauw Desak Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Adat Lebih Aktif

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Disdik Mimika Tekankan Pentingnya TK Sebelum SD, Terapkan Ketentuan Usia dan Fleksibilitas di Lapangan

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Protes Rolling Eselon II, Ananias akan Mengadu ke KemenpanRB, Mendagri, Ombudsman dan KASN

Protes Rolling Eselon II, Ananias akan Mengadu ke KemenpanRB, Mendagri, Ombudsman dan KASN

KIP Papua Sosialisasikan UU Nomor 14 Tahun 2008 Kepada 64 Kepsek dan Staf Disdik Mimika

KIP Papua Sosialisasikan UU Nomor 14 Tahun 2008 Kepada 64 Kepsek dan Staf Disdik Mimika

Damianus Deufester Wae, korban begal yang selamat menunjukan telapak tangannya yang luka saat lompat dari motor, Kamis 7 Desember 2023. (Foto : Ist./Koranpapua.id)

Begal Kembali Bereaksi di Timika, Sopir Bus Maria Bintang Laut Terluka Ketika Selamatkan Diri 

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id