ADVERTISEMENT
Senin, Maret 9, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

“Tanah Papua bukan tanah kosong, kami mau hidup damai tanpa bunyi senjata, kami tidak mau mati dalam tangan militer. Hentikan pendropan militer non organik yang membuat warga sipil takut dan trauma”.

10 November 2025
0
Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

Ratusan mahasiswa di Nabire gelar unjuk rasa penolakan militer nonorganik di Tanah Papua, Senin 10 November 2025. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

NABIRE, Koranpapua.id- Suara penolakan terhadap penempatan pasukan militer nonorganik di sejumlah wilayah di Tanah Papua terus bergema.

Terbaru, hari ini Senin 10 November 2025 aksi unjuk rasa penolakan ditunjukan ratusan mahasiswa di Nabire, Ibukota Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pimpinan Kota, Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIMWP) menggelar unjuk rasa di depan Gapura USWIM, Jalan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Unjuk rasa secara damai itu untuk menyingkapi situasi terkini terkait dengan penempatan militer nonorganik di Tanah Papua.

Baca Juga

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Lakukan Pengamanan Berlapis, Aktivitas Penerbangan Bandara Yahukimo Berlangsung Aman

Harga Beras Kualitas Medium II di Papua Menyentuh Angka Rp15.700 per Kg, Termahal se- Indonesia

Merurut para mahasiswa, penempatan pasukan militer nonorganik di Papua berdampak terhadap terus jatuhnya korban warga sipil, dan terjadi pengungsian di Intan Jaya, Puncak, Puncak, Nduga.

Sebelum menyampaikan orasi, mahasiswa dengan memakai jas almamater sudah berkumpul sejak pukul 8.00 WIT.

Selain membentangkan poster dan spanduk, mereka juga menyampaikan orasi secara bergantian.

“Tanah Papua bukan tanah kosong, kami mau hidup damai tanpa bunyi senjata, kami tidak mau mati dalam tangan militer,” kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.

“Hentikan pendropan militer non organik yang membuat warga sipil takut dan trauma,” ujarnya.

Dalam orasi itu, mereka juga mendesak Komnas HAM RI segera investigasi penembakan 11 warga sipil di Soanggama Intan Jaya.

“Save Intan Jaya. Puncak, Puncak Jaya, Nduga,” berbagai tulisan lainnya.

Usai menyampaikan orasi di depan Gapura USWIM, massa aksi berencana melakukan long march ke kantor Majelis Rakyat Papua Tengah, namun belum mendapatkan izin dari aparat keamanan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Lakukan Pengamanan Berlapis, Aktivitas Penerbangan Bandara Yahukimo Berlangsung Aman

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Lakukan Pengamanan Berlapis, Aktivitas Penerbangan Bandara Yahukimo Berlangsung Aman

8 Maret 2026
Wamendagri Ribka: Terlambat Rampungkan AMDAL Pembangunan KIPP Papua Pegunungan, Dana Bisa Dialihkan ke Program Lain

Harga Beras Kualitas Medium II di Papua Menyentuh Angka Rp15.700 per Kg, Termahal se- Indonesia

8 Maret 2026

Wamendagri Ribka: Terlambat Rampungkan AMDAL Pembangunan KIPP Papua Pegunungan, Dana Bisa Dialihkan ke Program Lain

8 Maret 2026
Koops TNI Papua Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Sembako di Kampung Iwaka-Mimika

Koops TNI Papua Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Sembako di Kampung Iwaka-Mimika

8 Maret 2026
Duduk Bersama Pemred dan Wartawan, Gubernur Elisa: Pemerintah Perlu Membangun Kemitraan dengan Media

Duduk Bersama Pemred dan Wartawan, Gubernur Elisa: Pemerintah Perlu Membangun Kemitraan dengan Media

8 Maret 2026
Hasil Opini Publik: Pelayanan Pemerintah dan TNI-Polri di Provinsi PBD Masuk Kategori Kurang

Hasil Opini Publik: Pelayanan Pemerintah dan TNI-Polri di Provinsi PBD Masuk Kategori Kurang

7 Maret 2026

POPULER

  • Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    718 shares
    Bagikan 287 Tweet 180
  • Agustinus Tutupahar Resmi Dilantik sebagai Anggota PAW KPU Mimika Periode 2024-2029

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Bahas Tapal Batas Wilayah Adat di Kapiraya, Kementerian HAM RI Bertemu Tokoh Kamoro di Timika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Awalnya Diduga Bunuh Diri, Polisi Temukan Kejanggalan pada Kasus Kematian Perempuan di Mimika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Ini Kronologi Kontak Tembak di Tembagapura, Satu Pelaku Tewas, Enam Diamankan

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Isak Tangis Sambut Kepulangan Jenazah Korban Penembakan di Tembagapura

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Satu Pelaku Perampasan Senjata di Mile 50 Tembagapura Ditangkap

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

Bahas Strategi Wujudkan Papua Tengah Sehat, Kadis Kesehatan Delapan Kabupaten Rakerkesda di Timika

Angka Malaria di Mimika Turun dari 21 Persen Tahun 2020 Menjadi 18,2 Persen di Tahun 2025

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id