TIMIKA, Koranpapua.id- Benda yang sempat diduga sebagai bom di lingkungan Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Sion Jaindapa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, dipastikan bukan bom (bahan peledak).
Hasil investigasi menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan biji besi kecil yang biasa digunakan sebagai komponen toki atau pemukul lonceng gereja.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan telah memastikan benda itu tidak memiliki unsur maupun mekanisme bahan peledak.
“Kami pastikan benda tersebut bukan bom, melainkan biji besi untuk toki lonceng gereja. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya,” ujarnya, Jumat 5 Juni 2026.
Sebelumnya, benda mencurigakan tersebut ditemukan di bawah kolong pintu masuk Gereja Kingmi Jemaat Sion Jaindapa pada Selasa 2 Juni 2026.
Temuan itu kemudian sempat menyebar luas di masyarakat dan media sosial hingga memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan keterlibatan pihak tertentu.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Ketua Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Intan Jaya, Yoakim Mujizau, bersama tim melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, dipastikan bahwa benda tersebut merupakan biji besi kecil yang lazim digunakan dalam mekanisme lonceng gereja untuk menghasilkan bunyi.
Dengan hasil verifikasi tersebut, situasi di Kampung Jaindapa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, dilaporkan kembali aman dan kondusif. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








