ADVERTISEMENT
Selasa, Mei 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Komunitas Katolik Papua Tengah Kecam Aksi Penyerangan Terhadap Pastor Yosep Setiadi

“Negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan. Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi serangan ini melukai seluruh umat Katolik”.

1 Januari 2025
0
Komunitas Katolik Papua Tengah Kecam Aksi Penyerangan Terhadap Pastor Yosep Setiadi

Tino Mote, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus penyerangan terhadap biarawan Katolik, Pastor Yosep Setiadi yang terjadi di Paroki Kristus Jaya Komapoa, Kabupaten Paniai, kini menjadi perhatian berbagai kalangan.

Komunitas Katolik di Papua Tengah bahkan mengecam tindakan penyerangan yang dialami oleh pastor muda pada Kamis 26 Desember 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

Reaksi keras ini datang dari Dosen Katolik dan Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka menuntut agar tindakan yang tidak menyenangkan itu segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga

Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

Mengutip Katolikana.com, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, Tino Mote mengatakan, tindakan penyerangan terharap Pastor Yosep sebagai cerminan kehilangan arah hidup.

“Kita sebagai umat harus menghargai para imam sebagai gembala yang membawa kabar keselamatan. Serangan ini melukai hati umat Katolik di Keuskupan Timika, terutama di wilayah yang sangat membutuhkan kehadiran pastor,” ujarnya.

Tino menyoroti pentingnya perlindungan terhadap para rohaniwan di wilayah terluar, terisolasi, dan sulit dijangkau (3T).

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran. Pelaku harus diproses hukum agar pelayanan di paroki tidak terganggu, khususnya saat perayaan besar seperti Natal,” tambahnya.

Diktakan, negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan.

“Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi juga melemahkan semangat komunitas,” tegas Tino .

Insiden ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi para rohaniwan di daerah terpencil Papua, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan dan perlindungan bagi mereka yang melayani di wilayah rawan konflik.

Yulius Pekei, Dosen Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Papa Deiyai, juga mengutuk insiden tersebut.

“Pelaku harus ditangkap dan diadili secara adil. Kita perlu menelusuri apakah ada motif lain di balik Komunitas Katolik Papua Tengah menyerukan tindakan tegas terhadap pelaku untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan. Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi serangan ini melukai seluruh umat Katolik,” katanya.

Yulius mempertanyakan dugaan bahwa pelaku berada di bawah pengaruh alkohol, mengingat tindakannya terencana dan pelaku berhasil melarikan diri dengan cepat.

Kronologi Aksi Penyerangan

Serangan terjadi sekitar pukul 13.00 WIT di dekat Stasi St. Matias Kogenepa.

Saat itu Pastor Yosep sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat menuju Enarotali setelah memimpin misa Natal kedua di Paroki Kristus Jaya Komopa.

Ketika speedboat mendekati jembatan penyeberangan, pelaku menghentikan perahu dan meminta uang.

Setelah menerima uang Rp100.000 dari motoris, pelaku melompat ke speedboat dan menyerang Pastor Yosep dengan parang.

Akibat serangan itu mengakibatkan tangan Pastor Yosep terluka. Pastor yang mengetahui dirinya diserang langsung mendorong pelaku hingga jatuh ke sungai. Pelaku kemudian  berhasil melarikan diri ke daratan.

Umat yang berada di lokasi segera membantu Pastor Yosep, membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Paniai untuk perawatan.

Untuk diketahui Pastor Yosep adalah imam baru yang ditahbiskan sebagai pada 20 Oktober 2024 di Gereja Katolik St. Sesilia SP2, Timika.

Baru dua bulan bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Kristus Jaya Komopa, ia sudah menghadapi tantangan berat.

Tugas ini diberikan oleh Administrator Apostolik Keuskupan Timika, Pastor Marten Kuayo, Pr. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

25 Mei 2026
Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

25 Mei 2026
Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

25 Mei 2026
Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

25 Mei 2026
Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

25 Mei 2026
Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

25 Mei 2026

POPULER

  • Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    710 shares
    Bagikan 284 Tweet 178
  • Perkelahian Dua Pria di Timika Berujung Korban Dilarikan ke RSMM, Pelaku Masuk Tahanan Polisi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Disaksikan Istri, Pencari Karaka di Timika Diterkam Buaya, SAR Lakukan Pencarian

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Tragedi Pendulang Emas di Awimbon: 10 Orang Tewas, Evakuasi Korban dan Penyelidikan Terus Berlanjut

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Hadiri Malam Keakraban di Yonif 754 Timika, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Prajurit TNI yang Bertugas di Papua

Hadiri Malam Keakraban di Yonif 754 Timika, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Prajurit TNI yang Bertugas di Papua

Tahun 2024 Terdapat 124 Anggota Polisi Polda Papua Jalani Sidang Kode Etik, 26 Diantaranya Dipecat

Tahun 2024 Terdapat 124 Anggota Polisi Polda Papua Jalani Sidang Kode Etik, 26 Diantaranya Dipecat

Kapolres Mimika Sebut Gangguan Kamtibmas di Tahun 2024 Mencapai 982 Kasus

Kapolres Mimika Sebut Gangguan Kamtibmas di Tahun 2024 Mencapai 982 Kasus

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id