MANOKWARI- Koranpapua.id- Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang berlangsung 18-28 Juni 2026 di Manokwari-Papua Barat, bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum ibadah sekaligus membawa pesan kerukunan dari Tanah Papua.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen, Jeane Marie Tulung saat membuka Rapat Finalisasi Pemantapan Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari Papua Barat, akhir pekan kemarin.
“Ini bukan soal mencari panggung atau juara. Semua yang kita lakukan adalah persembahan untuk Tuhan,” ungkap Jeane.
Jeane mengingatkan pentingnya menjaga semangat toleransi dalam kegiatan Pespawari. Menurutnya, Pesparawi harus menjadi contoh nyata kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Kegiatan ini adalah ibadah. Kerukunan harus dijaga bersama. Kita belajar dari berbagai kegiatan nasional sebelumnya yang tetap menghormati waktu ibadah agama lain,” pesannya.
Persiapan Pelaksanaan
Panitia Pesparawai XIV 2026 terus melakukan persiapan. Berbagai aspek teknis mulai dari venue lomba, penginapan peserta, hingga transportasi dimatangkan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta panitia.
Jeane menekankan bahwa pelayanan terhadap peserta menjadi perhatian utama panitia. Karena itu, berbagai detail teknis agar dipersiapkan secara maksimal, mulai dari akomodasi, transportasi, termasuk konsumsi.
Misalnya dalam hal transportasi, Jeane berharap pelayanan dilakukan sejak kedatangan peserta di bandara, perjalanan menuju penginapan, hingga ke lokasi lomba.
Demikian juga terkait akomodasi dan konsumsi, Jeane berharap penginapan peserta agar dipersiapkan dengan serinci mungkin dan konsumsi disediakan dengan menu yang terbaik.
“Hal-hal kecil harus tetap diperhatikan. Pelaksanaan Pesparawi tahun ini harus jauh lebih baik,” kata Jeane
Jeane saat meninjau lokasi menilai bahwa persiapan pelaksanaan Pesparawi XIV sudah mencapai sekitar 80 persen dan masih akan disempurnakan.
“Sejak lama kita mempersiapkan momentum bersejarah ini. Semoga saat pelaksanaan juga dapat diselenggarakan dengan baik,” ujarnya.
Jeane mengaku optimistis bahwa Papua Barat mampu menjadi tuan rumah yang baik. Didukung dengan masyarakat Papua yang memiliki tradisi kuat dalam menghormati dan melayani tamu.
“Papua luar biasa. Masyarakatnya sangat menghargai tamu dan punya pengalaman menyelenggarakan kegiatan besar dengan baik,” ujarnya. (Redaksi)







