ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Komunitas Katolik Papua Tengah Kecam Aksi Penyerangan Terhadap Pastor Yosep Setiadi

“Negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan. Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi serangan ini melukai seluruh umat Katolik”.

1 Januari 2025
0
Komunitas Katolik Papua Tengah Kecam Aksi Penyerangan Terhadap Pastor Yosep Setiadi

Tino Mote, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus penyerangan terhadap biarawan Katolik, Pastor Yosep Setiadi yang terjadi di Paroki Kristus Jaya Komapoa, Kabupaten Paniai, kini menjadi perhatian berbagai kalangan.

Komunitas Katolik di Papua Tengah bahkan mengecam tindakan penyerangan yang dialami oleh pastor muda pada Kamis 26 Desember 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

Reaksi keras ini datang dari Dosen Katolik dan Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka menuntut agar tindakan yang tidak menyenangkan itu segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga

Lima Sekolah di Mimika Bersiap Rebut Predikat Adiwiyata Nasional

Isi HUT Kemerdekaan ke-81 di Papua Pegunungan, Satgas Pasgat Pos Yahukimo Gelar Pengobatan Gratis

Mengutip Katolikana.com, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, Tino Mote mengatakan, tindakan penyerangan terharap Pastor Yosep sebagai cerminan kehilangan arah hidup.

“Kita sebagai umat harus menghargai para imam sebagai gembala yang membawa kabar keselamatan. Serangan ini melukai hati umat Katolik di Keuskupan Timika, terutama di wilayah yang sangat membutuhkan kehadiran pastor,” ujarnya.

Tino menyoroti pentingnya perlindungan terhadap para rohaniwan di wilayah terluar, terisolasi, dan sulit dijangkau (3T).

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran. Pelaku harus diproses hukum agar pelayanan di paroki tidak terganggu, khususnya saat perayaan besar seperti Natal,” tambahnya.

Diktakan, negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan.

“Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi juga melemahkan semangat komunitas,” tegas Tino .

Insiden ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi para rohaniwan di daerah terpencil Papua, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan dan perlindungan bagi mereka yang melayani di wilayah rawan konflik.

Yulius Pekei, Dosen Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Papa Deiyai, juga mengutuk insiden tersebut.

“Pelaku harus ditangkap dan diadili secara adil. Kita perlu menelusuri apakah ada motif lain di balik Komunitas Katolik Papua Tengah menyerukan tindakan tegas terhadap pelaku untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan. Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi serangan ini melukai seluruh umat Katolik,” katanya.

Yulius mempertanyakan dugaan bahwa pelaku berada di bawah pengaruh alkohol, mengingat tindakannya terencana dan pelaku berhasil melarikan diri dengan cepat.

Kronologi Aksi Penyerangan

Serangan terjadi sekitar pukul 13.00 WIT di dekat Stasi St. Matias Kogenepa.

Saat itu Pastor Yosep sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat menuju Enarotali setelah memimpin misa Natal kedua di Paroki Kristus Jaya Komopa.

Ketika speedboat mendekati jembatan penyeberangan, pelaku menghentikan perahu dan meminta uang.

Setelah menerima uang Rp100.000 dari motoris, pelaku melompat ke speedboat dan menyerang Pastor Yosep dengan parang.

Akibat serangan itu mengakibatkan tangan Pastor Yosep terluka. Pastor yang mengetahui dirinya diserang langsung mendorong pelaku hingga jatuh ke sungai. Pelaku kemudian  berhasil melarikan diri ke daratan.

Umat yang berada di lokasi segera membantu Pastor Yosep, membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Paniai untuk perawatan.

Untuk diketahui Pastor Yosep adalah imam baru yang ditahbiskan sebagai pada 20 Oktober 2024 di Gereja Katolik St. Sesilia SP2, Timika.

Baru dua bulan bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Kristus Jaya Komopa, ia sudah menghadapi tantangan berat.

Tugas ini diberikan oleh Administrator Apostolik Keuskupan Timika, Pastor Marten Kuayo, Pr. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lima Sekolah di Mimika Bersiap Rebut Predikat Adiwiyata Nasional

Lima Sekolah di Mimika Bersiap Rebut Predikat Adiwiyata Nasional

21 Agustus 2026
Isi HUT Kemerdekaan ke-81 di Papua Pegunungan, Satgas Pasgat Pos Yahukimo Gelar Pengobatan Gratis

Isi HUT Kemerdekaan ke-81 di Papua Pegunungan, Satgas Pasgat Pos Yahukimo Gelar Pengobatan Gratis

21 Agustus 2026
Rombongan Polisi Ditembaki di Tolikara, Satu Anggota Terkena Peluru

Rombongan Polisi Ditembaki di Tolikara, Satu Anggota Terkena Peluru

21 Agustus 2026
Pemkab Mimika Dorong Sekolah Jadi Motor Gerakan Peduli Lingkungan

Pemkab Mimika Dorong Sekolah Jadi Motor Gerakan Peduli Lingkungan

21 Agustus 2026
Pemkab Mimika Siapkan Kapiraya Jadi Simpul Ekonomi Baru di Wilayah Barat

Pemkab Mimika Siapkan Kapiraya Jadi Simpul Ekonomi Baru di Wilayah Barat

21 Agustus 2026
BPBD Mimika Latih 180 Warga Cegah Kebakaran Sejak Dini

BPBD Mimika Latih 180 Warga Cegah Kebakaran Sejak Dini

21 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    725 shares
    Bagikan 290 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
Hadiri Malam Keakraban di Yonif 754 Timika, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Prajurit TNI yang Bertugas di Papua

Hadiri Malam Keakraban di Yonif 754 Timika, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Prajurit TNI yang Bertugas di Papua

Tahun 2024 Terdapat 124 Anggota Polisi Polda Papua Jalani Sidang Kode Etik, 26 Diantaranya Dipecat

Tahun 2024 Terdapat 124 Anggota Polisi Polda Papua Jalani Sidang Kode Etik, 26 Diantaranya Dipecat

Kapolres Mimika Sebut Gangguan Kamtibmas di Tahun 2024 Mencapai 982 Kasus

Kapolres Mimika Sebut Gangguan Kamtibmas di Tahun 2024 Mencapai 982 Kasus

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id