ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Komunitas Katolik Papua Tengah Kecam Aksi Penyerangan Terhadap Pastor Yosep Setiadi

“Negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan. Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi serangan ini melukai seluruh umat Katolik”.

1 Januari 2025
0
Komunitas Katolik Papua Tengah Kecam Aksi Penyerangan Terhadap Pastor Yosep Setiadi

Tino Mote, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus penyerangan terhadap biarawan Katolik, Pastor Yosep Setiadi yang terjadi di Paroki Kristus Jaya Komapoa, Kabupaten Paniai, kini menjadi perhatian berbagai kalangan.

Komunitas Katolik di Papua Tengah bahkan mengecam tindakan penyerangan yang dialami oleh pastor muda pada Kamis 26 Desember 2024 lalu.

Reaksi keras ini datang dari Dosen Katolik dan Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah.

Mereka menuntut agar tindakan yang tidak menyenangkan itu segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Mengutip Katolikana.com, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, Tino Mote mengatakan, tindakan penyerangan terharap Pastor Yosep sebagai cerminan kehilangan arah hidup.

“Kita sebagai umat harus menghargai para imam sebagai gembala yang membawa kabar keselamatan. Serangan ini melukai hati umat Katolik di Keuskupan Timika, terutama di wilayah yang sangat membutuhkan kehadiran pastor,” ujarnya.

Tino menyoroti pentingnya perlindungan terhadap para rohaniwan di wilayah terluar, terisolasi, dan sulit dijangkau (3T).

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran. Pelaku harus diproses hukum agar pelayanan di paroki tidak terganggu, khususnya saat perayaan besar seperti Natal,” tambahnya.

Diktakan, negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan.

“Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi juga melemahkan semangat komunitas,” tegas Tino .

Insiden ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi para rohaniwan di daerah terpencil Papua, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan dan perlindungan bagi mereka yang melayani di wilayah rawan konflik.

Yulius Pekei, Dosen Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Papa Deiyai, juga mengutuk insiden tersebut.

“Pelaku harus ditangkap dan diadili secara adil. Kita perlu menelusuri apakah ada motif lain di balik Komunitas Katolik Papua Tengah menyerukan tindakan tegas terhadap pelaku untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Negara harus hadir untuk melindungi para rohaniwan yang bekerja di garis depan. Tindakan seperti ini tidak hanya melukai individu tetapi serangan ini melukai seluruh umat Katolik,” katanya.

Yulius mempertanyakan dugaan bahwa pelaku berada di bawah pengaruh alkohol, mengingat tindakannya terencana dan pelaku berhasil melarikan diri dengan cepat.

Kronologi Aksi Penyerangan

Serangan terjadi sekitar pukul 13.00 WIT di dekat Stasi St. Matias Kogenepa.

Saat itu Pastor Yosep sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat menuju Enarotali setelah memimpin misa Natal kedua di Paroki Kristus Jaya Komopa.

Ketika speedboat mendekati jembatan penyeberangan, pelaku menghentikan perahu dan meminta uang.

Setelah menerima uang Rp100.000 dari motoris, pelaku melompat ke speedboat dan menyerang Pastor Yosep dengan parang.

Akibat serangan itu mengakibatkan tangan Pastor Yosep terluka. Pastor yang mengetahui dirinya diserang langsung mendorong pelaku hingga jatuh ke sungai. Pelaku kemudian  berhasil melarikan diri ke daratan.

Umat yang berada di lokasi segera membantu Pastor Yosep, membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Paniai untuk perawatan.

Untuk diketahui Pastor Yosep adalah imam baru yang ditahbiskan sebagai pada 20 Oktober 2024 di Gereja Katolik St. Sesilia SP2, Timika.

Baru dua bulan bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Kristus Jaya Komopa, ia sudah menghadapi tantangan berat.

Tugas ini diberikan oleh Administrator Apostolik Keuskupan Timika, Pastor Marten Kuayo, Pr. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemkab Mimika Perkuat GERMAS, Siapkan SK Bupati untuk Satukan Peran Lintas Sektor

Pemkab Mimika Perkuat GERMAS, Siapkan SK Bupati untuk Satukan Peran Lintas Sektor

7 Oktober 2026
Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Gebyar Sadar Pajak Mimika: Pemkab Tegaskan Pajak Bukan Sekadar Soal Hadiah

7 Oktober 2026
Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

6 Oktober 2026
Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

6 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    665 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Hadiri Malam Keakraban di Yonif 754 Timika, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Prajurit TNI yang Bertugas di Papua

Hadiri Malam Keakraban di Yonif 754 Timika, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Prajurit TNI yang Bertugas di Papua

Tahun 2024 Terdapat 124 Anggota Polisi Polda Papua Jalani Sidang Kode Etik, 26 Diantaranya Dipecat

Tahun 2024 Terdapat 124 Anggota Polisi Polda Papua Jalani Sidang Kode Etik, 26 Diantaranya Dipecat

Kapolres Mimika Sebut Gangguan Kamtibmas di Tahun 2024 Mencapai 982 Kasus

Kapolres Mimika Sebut Gangguan Kamtibmas di Tahun 2024 Mencapai 982 Kasus

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id