ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Kerukunan yang terbangun di Fakfak adalah warisan berharga yang harus terus dijaga. Toleransi antarumat beragama di daerah ini wajib menjadi contoh bagi semua orang.

25 Mei 2026
0
Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Perayaan Hari Raya Pentakosta yang dirangkaikan dengan syukuran satu tahun episkopal Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA berlangsung penuh sukacita. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

FAKFAK, Koranpapua.id– Perayaan Hari Raya Pentakosta yang dirangkaikan dengan syukuran satu tahun episkopal Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA berlangsung penuh sukacita.

Perayaan dipusatkan di Stasi Tritunggal Maha Kudus Kampung Sakartemen, Paroki Santa Maria Merapi, Kabupaten Fakfak, Minggu 24 Mei 2026.

Suasana kebersamaan lintas iman terlihat nyata saat seorang warga Muslim menyalami Mgr. Bernardus Bofitwos Baru di halaman Gereja Mandok Mahk, Gereja Sakramen.

Momen ini menjadi gambaran hidupnya toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Fakfak.

Baca Juga

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Perayaan diawali dengan Misa Pentakosta, lalu dilanjutkan kegiatan seremonial dan makan bersama umat dari tiga stasi di wilayah Paroki Santa Maria Merapi.

Tidak hanya umat Katolik yang hadir, sejumlah umat Islam dari Kampung Pasir Putih dan Kampung Pirma juga ikut ambil bagian dalam perayaan itu.

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa perbedaan agama tidak menghalangi semangat hidup bersama dalam damai.

Mgr. Bernardus Bofitwos Baru mengaku terharu melihat antusiasme umat dan keterlibatan berbagai pihak.

Ia menyebut perayaan tahun ini istimewa karena dihadiri representasi umat dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

“Saya sendiri hadir di sini untuk kedua kalinya. Pertama tahun 2012 saat gereja ini masih baru. Karena itu saya melihat perayaan tahun ini sungguh istimewa,” ujar Uskup Bernard.

“Ada roh yang menggerakkan kita semua. Hampir seluruh representasi umat hadir, mulai dari Merauke sampai Sorong,” sambung Uskup Bernardus Bofitwos.

Menurutnya, semangat persatuan itu menunjukkan Gereja Katolik di Papua bertumbuh sebagai rumah bersama yang merangkul semua kalangan.

Ia mengapresiasi kehadiran tokoh gereja, pemerintah, DPR, MRP, tokoh adat, hingga masyarakat lintas agama dalam satu perayaan persaudaraan.

Uskup secara khusus menyampaikan terima kasih kepada umat Islam yang terus terlibat dalam perayaan besar Gereja Katolik di Tanah Papua.

“Kerukunan dan kebersamaan yang terbangun di Fakfak ini adalah warisan berharga yang harus terus dijaga. Toleransi antarumat beragama di daerah ini wajib menjadi contoh bagi semua orang,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi saudara-saudara Muslim dalam kegiatan gereja menjadi tanda bahwa persaudaraan antarumat beragama di Papua masih terpelihara dengan baik.

“Ini tanda bahwa persaudaraan kita semakin kuat dan tersambung kembali,” ujarnya yang disambut tepuk tangan umat.

Dalam kesempatan itu, uskup juga mengenang perjalanan panggilan imam di Papua, khususnya di Fakfak.

Ia menyebut mulai bermunculannya pastor-pastor muda asal Fakfak seperti Pastor Adrianus Tuturop, Pr dan Pastor Martin Hombahomba, Pr, sebagai harapan baru bagi gereja di Tanah Papua.

Menutup sambutan, uskup berterima kasih kepada panitia, masyarakat Kampung Sekru, kelompok koor, penari, mama-mama yang menyiapkan konsumsi, para suster, serta komunitas doa yang menyukseskan perayaan.

“Gereja harus hidup, bukan hanya melalui liturgi, tetapi juga lewat kelompok-kelompok kategorial dan komunitas doa. Semua anggota gereja harus bergerak bersama seperti satu tubuh,” pesannya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id