ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

“Indonesia hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh rakyat merasa menjadi bagian dari kehidupan bersama, bukan tersisih di pinggir pembangunan”.

25 Mei 2026
0
Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan seruan pastoral 'Bangkit Bersama dalam Pengharapan' dalam Rangka 118 Tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Konflik berkepanjangan di Tanah Papua telah menimbulkan dampak yang mendalam di berbagai sektor, khususnya krisis kemanusiaan.

Seperti jatuhnya korban jiwa baik dari warga sipil, aparat keamanan, kelompok bersenjata serta terjadi gelombang pengungsi dan trauma psikologis.

Melihat kondisi konflik yang terus terulang, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan sikap menyoroti berbagai persoalan sosial yang dinilai belum diselesaikan secara manusiawi dan bermartabat

Adapun seruan politik yang disampaikan Presidium KWI di Jakarta yang dibacakan oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You:

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin nyata. Tekanan ekonomi, meningkatnya kecemasan generasi muda, kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Minimnya perlindungan terhadap kelompok rentan disebut sebagai tanda bahwa pembangunan nasional belum sepenuhnya menyentuh martabat manusia.

KWI menegaskan bahwa persoalan Papua tidak bisa semata-mata dipandang sebagai isu keamanan dan pembangunan fisik.

“Kita juga tidak dapat menutup mata terhadap luka panjang yang masih dirasakan saudara-saudari kita di tanah Papua,” ujar Mgr. Yanuaris You.

Kondisi konflik yang terjadi di Papua juga telah menimbulkan ketakutan, kurangnya rasa saling percaya dan telah meninggalkan luka batin yang mendalam pada lintas generasi.

KWI menilai pendekatan keamanan yang selama ini dominan justru belum mampu menjawab akar persoalan di Papua. Sebaliknya, pendekatan tersebut dinilai berpotensi memperpanjang trauma sosial masyarakat.

Masih dalam seruan itu, disebutkan juga bahwa Papua bukan sekadar persoalan pembangunan atau keamanan.

Melainkan bagian utuh dari wajah Indonesia, yang menuntut niat baik dan kejujuran kita dalam berjuang demi kesejahteraan Papua dan kebaikan bersama.

“Pendekatan keamanan bukanlah jalan cepat dan tepat dalam penyelesaian masalah di Papua,” tegasnya.

Karena itu, KWI mendorong pendekatan yang lebih manusiawi, dialogis, partisipatif, dan menghormati sejarah serta hak-hak dasar masyarakat adat Papua.

Seruan ini sekaligus menjadi kritik moral terhadap kebijakan negara yang selama ini dinilai terlalu bertumpu pada stabilitas keamanan dibanding membangun kepercayaan masyarakat.

Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Adrianus Sunarko, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi momentum refleksi untuk membangun masa depan bangsa dengan keberanian menghadapi realitas sosial yang pahit.

Ia mengajak pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan politik dan pembangunan yang berpotensi memperdalam krisis sosial, termasuk di Papua.

KWI juga menegaskan penolakannya terhadap praktik-praktik yang mengarah pada otoritarianisme, militerisme, dan sentralisasi kekuasaan.

Sebaliknya, lembaga gereja Katolik itu menyerukan penguatan demokrasi Pancasila melalui dialog, penghormatan hukum, serta pendidikan politik yang bermoral.

KWI meminta agar program strategis nasional seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan energi tidak mengorbankan hak-hak masyarakat adat maupun merusak lingkungan hidup.

Menutup Seruan tersebut Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai upaya menjaga persatuan melalui keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Indonesia hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh rakyat merasa menjadi bagian dari kehidupan bersama, bukan tersisih di pinggir pembangunan,” pungkasnya (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id