ADVERTISEMENT
Jumat, Juni 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

“Indonesia hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh rakyat merasa menjadi bagian dari kehidupan bersama, bukan tersisih di pinggir pembangunan”.

25 Mei 2026
0
Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan seruan pastoral 'Bangkit Bersama dalam Pengharapan' dalam Rangka 118 Tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Konflik berkepanjangan di Tanah Papua telah menimbulkan dampak yang mendalam di berbagai sektor, khususnya krisis kemanusiaan.

Seperti jatuhnya korban jiwa baik dari warga sipil, aparat keamanan, kelompok bersenjata serta terjadi gelombang pengungsi dan trauma psikologis.

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi konflik yang terus terulang, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan sikap menyoroti berbagai persoalan sosial yang dinilai belum diselesaikan secara manusiawi dan bermartabat

Advertisement. Scroll to continue reading.

Adapun seruan politik yang disampaikan Presidium KWI di Jakarta yang dibacakan oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You:

Baca Juga

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin nyata. Tekanan ekonomi, meningkatnya kecemasan generasi muda, kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Minimnya perlindungan terhadap kelompok rentan disebut sebagai tanda bahwa pembangunan nasional belum sepenuhnya menyentuh martabat manusia.

KWI menegaskan bahwa persoalan Papua tidak bisa semata-mata dipandang sebagai isu keamanan dan pembangunan fisik.

“Kita juga tidak dapat menutup mata terhadap luka panjang yang masih dirasakan saudara-saudari kita di tanah Papua,” ujar Mgr. Yanuaris You.

Kondisi konflik yang terjadi di Papua juga telah menimbulkan ketakutan, kurangnya rasa saling percaya dan telah meninggalkan luka batin yang mendalam pada lintas generasi.

KWI menilai pendekatan keamanan yang selama ini dominan justru belum mampu menjawab akar persoalan di Papua. Sebaliknya, pendekatan tersebut dinilai berpotensi memperpanjang trauma sosial masyarakat.

Masih dalam seruan itu, disebutkan juga bahwa Papua bukan sekadar persoalan pembangunan atau keamanan.

Melainkan bagian utuh dari wajah Indonesia, yang menuntut niat baik dan kejujuran kita dalam berjuang demi kesejahteraan Papua dan kebaikan bersama.

“Pendekatan keamanan bukanlah jalan cepat dan tepat dalam penyelesaian masalah di Papua,” tegasnya.

Karena itu, KWI mendorong pendekatan yang lebih manusiawi, dialogis, partisipatif, dan menghormati sejarah serta hak-hak dasar masyarakat adat Papua.

Seruan ini sekaligus menjadi kritik moral terhadap kebijakan negara yang selama ini dinilai terlalu bertumpu pada stabilitas keamanan dibanding membangun kepercayaan masyarakat.

Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Adrianus Sunarko, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi momentum refleksi untuk membangun masa depan bangsa dengan keberanian menghadapi realitas sosial yang pahit.

Ia mengajak pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan politik dan pembangunan yang berpotensi memperdalam krisis sosial, termasuk di Papua.

KWI juga menegaskan penolakannya terhadap praktik-praktik yang mengarah pada otoritarianisme, militerisme, dan sentralisasi kekuasaan.

Sebaliknya, lembaga gereja Katolik itu menyerukan penguatan demokrasi Pancasila melalui dialog, penghormatan hukum, serta pendidikan politik yang bermoral.

KWI meminta agar program strategis nasional seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan energi tidak mengorbankan hak-hak masyarakat adat maupun merusak lingkungan hidup.

Menutup Seruan tersebut Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai upaya menjaga persatuan melalui keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Indonesia hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh rakyat merasa menjadi bagian dari kehidupan bersama, bukan tersisih di pinggir pembangunan,” pungkasnya (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

12 Juni 2026
100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

12 Juni 2026
“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

12 Juni 2026
Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

12 Juni 2026
DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

12 Juni 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

12 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    625 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
Next Post
Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

Polisi Dalami Dugaan Pengrusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika, Kapolres: Anggota Terlibat Ditindak Tegas

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id