ADVERTISEMENT
Jumat, September 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Hutan Dibabat Habis, Kayu Dibawa Keluar, Kini Tambang Emas Ilegal, Warga Kapiraya  Menangis

Dengan hanya mengantongi rekomendasi kepala kampung, investor berani melakukan penggalian di bantaran sungai untuk mengambil emas yang ada di wilayah itu.

1 April 2024
0
Hutan Dibabat Habis, Kayu Dibawa Keluar, Kini Tambang Emas Ilegal, Warga Kapiraya  Menangis

Antonius Tapipea, ST, Tokoh Masyarakat Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kabar miris ini datang dari Kampung Wakia, Wuwumuka dan Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Sebagian besar Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di wilayah itu, sebut saja hutan yang dulu dipenuhi kayu besi kini sudah ditebang habis.

ADVERTISEMENT

Kayu-kayu yang bernilai ekonomis itu dibawa keluar dari daerah itu, entah kemana. Masyarakat Kapiraya menangis.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Investor yang melakukan penebangan juga tidak jelas, namun anehnya mereka berani melakukan penebangan hanya dengan mengantongi ijin dari kepala kampung.

Baca Juga

309 Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan, Distrik Mimika Baru Kawal hingga ke Penerima

Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

Setelah kayu besi dibawa keluar, kini datang lagi investor lain. Dengan hanya mengantongi rekomendasi kepala kampung, investor berani melakukan penggalian di bantaran sungai untuk mengambil emas yang ada di wilayah itu.

Kondisi ini mendorong tokoh masyarakat Kapiraya, Antonius Tapipea, ST angkat bicara. Kepada Koran Papua, Senin 1 April 2024 melalui sambungan telepon, Antonius menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap daerah tempat kelahirannya.

“Lahan kayu di Mimika Barat Tengah, Kampung Wakia Wuwumuka dan Kapiraya yang menjadi ibukota distrik sudah hancur habis-habisan dan sekarang giliran buka tambang emas ilegal,” ujar Anton.

Anton menyayangkan tambang emas Wakia yang selama ini hanya sebatas tambang rakyat dan dikelola dengan peralatan sederhana, kini mulai berubah.

Investor ‘tidak jelas’ alias ilegal sudah ikut dalam pembukaan tambang itu. Untuk mendapatkan butiran emas, mereka menurunkan alat berat berupa excavator untuk mengeruk sungai yang mengakibatkan kerusakan yang semakin parah.

Dengan menggunakan alat berat, selain merusak aliran sungai juga mengakibatkan sumber air masyarakat menjadi terganggu. “Selama ini air sungai itu yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekarang sudah rusak,” paparnya.

Menurut Anton, berdasarkan informasi yang diterima, investor yang melakukan pengerukan di sungai Wakia hanya mengantongi rekomendasi dari kepala kampung.

Sementara ijin dari Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pertambangan Energi dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pertambangan sama sekali tidak dimiliki investor.

Investor juga tidak pernah melakukan koordinasi dan duduk bersama dengan masyarakat yang punya wilayah, tokoh-tokoh masyarakat Kapiraya termasuk Lembaga Masyarakat Suku Kamoro (Lemasko) sebagai pemilik hak ulayat di wilayah itu.

Terkait dengan ini Anton meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menutup tambang emas di Wakia. Dan kepada pihak-pihak yang ingin mengolah tambang emas Wakia segera mengurus ijin yang legal.

Termasuk duduk bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat serta Lemasko, sebagai lembaga adat.

Anton kuatir jika tambang ilegal ini dibiarkan beroperasi tanpa ijin yang jelas akan berdampak panjang. Termasuk batas-batas wilayah tambang-pun tidak terkontrol.

“Nanti setelah emas di Wakia sudah habis dikerok nanti bergeser ke Kapiraya dan Wuwumuka Mapuruka. Alam disana akan hancur, jadi saya minta untuk ditutup,” tegas Anton.

Anton juga menyampaikan dengan ketidakjelasan ijin tambang itu, akan membuka peluang kepada siapa saja untuk masuk.

Dan tidak menutup kemungkinan pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengan kedaulatan NKRI.

Kemungkinan itu bisa saja terjadi, karena tidak diketahui pasti pihak keamanan mana yang bertanggungjawab terhadap operasional tambang emas Wakia.

“Kita tidak tahu apakah pengamanan dari kepolisian, Babinsa atau dari mana. Kalau nanti ada kasus penembakan atau pembunuhan di lokasi tambang, siapa yang harus bertanggungjawab. Apakah kepala kampung bisa bertanggungjawab,” tanya Anton.

Terkait dengan berbagai persoalan yang terjadi di Kapiraya, Anton berharap kepada pemerintah daerah untuk segera menyikapi hal ini dengan serius. “Sebagai tokoh masyarakat saya minta pemerintah segera sikapi, dan tutup tambang,” tandas Anton. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

309 Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan, Distrik Mimika Baru Kawal hingga ke Penerima

309 Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan, Distrik Mimika Baru Kawal hingga ke Penerima

18 September 2026
Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

Pengurus PKK Iwaka Dikukuhkan, Suzy Rettob Minta Fokus Jawab Kebutuhan Warga

18 September 2026
Cegah Stunting di Mimika Timur, Dinkes Perkuat Edukasi Gizi

Cegah Stunting di Mimika Timur, Dinkes Perkuat Edukasi Gizi

18 September 2026
Dinkes Mimika Ajak Warga Aktivitas Fisik 30 Menit Sehari

Dinkes Mimika Ajak Warga Aktivitas Fisik 30 Menit Sehari

18 September 2026
Bupati Mimika Targetkan APBD Perubahan 2026 Ditetapkan Sebelum 30 September

Bupati Mimika Targetkan APBD Perubahan 2026 Ditetapkan Sebelum 30 September

17 September 2026
Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

17 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    623 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Majelis Ta’lim Mardiah KKSBT Mimika Buka Puasa Bersama, Ustad Amin Minta Umat Muslim Tetap Menjaga Toleransi

Majelis Ta'lim Mardiah KKSBT Mimika Buka Puasa Bersama, Ustad Amin Minta Umat Muslim Tetap Menjaga Toleransi

Kabar Gembira, Polri Butuh 2 Ribu Anak Muda Papua untuk Jadi Bintara Polisi

Kabar Gembira, Polri Butuh 2 Ribu Anak Muda Papua untuk Jadi Bintara Polisi

Hari Pertama Pemeriksaan Mata Gratis di Puskesmas Timika Melebihi Target

Hari Pertama Pemeriksaan Mata Gratis di Puskesmas Timika Melebihi Target

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id