TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memperkuat edukasi gizi untuk mencegah stunting di Mimika Timur. Kegiatan pada Jumat (18/9/2026) tersebut menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinkes Mimika, Carolina Haetubun, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan kecukupan gizi anak.
Distrik Siapkan Rp200 Juta untuk Makanan Tambahan
Untuk mendukung penanganan stunting di Mimika Timur, pemerintah distrik menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta bagi program pemberian makanan tambahan.
Kepala Distrik Mimika Timur, Raymond Tanser, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan puskesmas, tenaga gizi, kader, dan PKK dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami sudah menganggarkan sekitar Rp 200 juta untuk makanan tambahan bagi stunting. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan pihak puskesmas, tenaga kesehatan khusus P2 Gizi, dan ibu-ibu PKK,” kata Raymond.
Ia menekankan perlunya edukasi kesehatan secara berkelanjutan. Menurutnya, sebagian masyarakat masih membutuhkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, terutama bagi anak dan ibu hamil.
Raymond juga mengapresiasi kegiatan sosialisasi Dinkes Mimika yang menjangkau masyarakat di wilayahnya.
“Kami bersyukur Dinas Kesehatan beberapa kali membuat kegiatan di sini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang anak-anak yang kurang gizi, termasuk ibu hamil dan lansia,” ujarnya.
Rencanakan Pelayanan Kesehatan Bersama IDI
Selain mendukung pencegahan stunting, Pemerintah Distrik Mimika Timur merencanakan pelayanan kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 25 Oktober 2026.
Rencana kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan gigi dan donor darah. Pemerintah distrik merencanakan pelaksanaannya di Kantor Distrik Mimika Timur.
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







