TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik 30 menit sehari. Ajakan ini bertujuan menjaga kebugaran sekaligus membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular.
Dinkes Mimika menyampaikan pesan tersebut melalui Kampanye Peningkatan Perilaku Aktivitas Fisik di Distrik Mimika Timur, Jumat (18/9/2026).
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinkes Mimika, Carolina Heatubun, menekankan pentingnya menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan sehari-hari.
Menurut Carolina, aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mencegah penyakit tidak menular, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.
“Kami mengkampanyekan pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan masyarakat. Dengan melakukan aktivitas fisik sekitar 30 menit dalam sehari, diharapkan dapat membantu mencegah penyakit tidak menular,” kata Carolina.
Dorong Kebiasaan Aktivitas Fisik 30 Menit Sehari
Carolina mengatakan kesehatan merupakan fondasi penting dalam kehidupan. Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini, termasuk meluangkan waktu untuk bergerak aktif.
Ia berharap kampanye tersebut mendorong masyarakat menerapkan pesan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung tujuan itu, pemerintah distrik, kelurahan, dan kampung perlu ikut menyebarluaskan informasi kepada warga.
“Kami harapkan setiap kepala kampung, kelurahan maupun distrik dapat meneruskan informasi ini kepada masyarakat, sehingga mereka memahami pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pemerintah Distrik Apresiasi Kampanye Kesehatan
Kepala Distrik Mimika Timur, Raymond Tanser, mengapresiasi kegiatan Dinkes Mimika tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Raymond berharap pemerintah daerah terus memperhatikan program kesehatan di wilayah Mimika Timur. Ia juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan serupa agar pesan kesehatan menjangkau lebih banyak warga.
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







