ADVERTISEMENT
Senin, September 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Temui Penasehat Khusus Presiden, Pansus Moker DPRK Mimika Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Buruh

Temui Penasehat Khusus Presiden, Pansus Moker DPRK Mimika Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Buruh

27 Juni 2026
0
Temui Penasehat Khusus Presiden, Pansus Moker DPRK Mimika Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Buruh

Panitia Khusus Mogok Kerja (Pansus Moker) DPRK Mimika bertemu Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026 (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Persoalan buruh Moker (mogok kerja) di PT Freeport Indonesia (PTFI) yang melibatkan ribuan pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat mogok massal tahun 2017, hingga kini masih terus bergulir.

Masalah yang berlangsung cukup lama, saat ini masih difokuskan pada tuntutan pemenuhan hak-hak ribuan kerja yang terdampak PHK.

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti persoalan itu, Panitia Khusus Mogok Kerja (Pansus Moker) DPRK Mimika pada Jumat 26 Juni 2026 bertemu Said Iqbal selaku Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan, Jumat 26 Juni 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada pertemuan yang berlangsung di Jakarta, bertujuan untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang hingga kini masih dihadapi ribuan pekerja di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Baca Juga

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

Ketua Pansus Moker DPRK Mimika, Derek Tonouye, menjelaskan kehadiran timnya merupakan bentuk upaya memperjuangkan hak-hak pekerja yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan penyelesaian yang memadai.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Mimika telah berlangsung hampir sembilan tahun tanpa solusi yang jelas dari negara.

“Kami datang bertemu bapak Said Iqbal sebagai penasehat khusus Presiden karena adanya persoalan buruh, dimana selama sembilan tahun negara dinilai tidak mampu selesaikan, sehingga kehadiran negara menjadi pertanyaan besar? Kemana pemerintah kita,” ujar Derek seperti dikutip Sabtu 27 Juni 2026.

Derek menegaskan, Pansus Moker dibentuk untuk mengawal proses penyelesaian sengketa ketenagakerjaan, termasuk memastikan pelaksanaan nota pertama yang menyatakan aksi mogok ribuan buruh sah secara hukum dan telah diterbitkan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut dilakukan semata-mata untuk membela kepentingan masyarakat dan pekerja yang selama ini mengadu kepada wakil rakyat.

“Kami duduk di sini bukan karena kepentingan partai politik atau pemerintah pusat, melainkan karena ada rakyat. Ada masyarakat yang setiap hari datang mengeluh dan menanyakan bagaimana penyelesaian hak-hak mereka,” ujar Derek.

Pansus Moker juga memberikan tenggat waktu kepada pemerintah pusat dan pihak terkait untuk segera merespons tuntutan para pekerja.

Derek menegaskan pihaknya akan mengambil langkah lanjutan apabila hingga masa kerja pansus berakhir belum ada penyelesaian yang konkret.

“Saya akan tunggu sampai bulan Agustus. Ini adalah masa kerja Pansus selama enam bulan. Jika sampai bulan Agustus persoalan ini tidak ada realisasi dan penyelesaian, saya akan memimpin langsung aksi di Kabupaten Mimika,” tegas Derek.

Dalam kesempatan yang sama, Said Iqbal menjelaskan bahwa sebagai Penasehat Khusus Presiden, tugasnya adalah memberikan analisis kebijakan, masukan, dan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait berbagai isu ketenagakerjaan.

Ia menyatakan siap mengoptimalkan perannya untuk membantu mendorong penyelesaian persoalan yang saat ini dikawal Pansus Moker DPRK Mimika.

Said juga membuka peluang untuk meminta arahan khusus dari Presiden guna mempercepat penanganan masalah tersebut.

Menurutnya, apabila mendapatkan mandat khusus, dirinya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan.

“Produk kami adalah analisis kebijakan dan menerima tugas khusus. Setelah memberikan analisis, tentu saya akan menyampaikan kepada Presiden,” pungkasnya.

“Berdasarkan hal ini, saya nanti pasti bekerja sama dengan kementerian karena eksekusinya ada di sana,” tutup Said. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

28 September 2026
SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

28 September 2026
Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

28 September 2026
Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

28 September 2026
Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

28 September 2026
Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

26 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Perencanaan Pembangunan Daerah, Kabupaten di Papua Tengah Wajib Patuhi Permendagri Nomor 86 Tahun 2017

Perencanaan Pembangunan Daerah, Kabupaten di Papua Tengah Wajib Patuhi Permendagri Nomor 86 Tahun 2017

Tembus 25.678 Kasus, Ra’fatul Matius Fakhiri Serukan Lindungi Generasi Muda Papua dari HIV/AIDS

Tembus 25.678 Kasus, Ra'fatul Matius Fakhiri Serukan Lindungi Generasi Muda Papua dari HIV/AIDS

Papua dan Papua Barat Berpotensi Jadi Pusat Pengembangan Karbon Kehutanan Nasional

Papua dan Papua Barat Berpotensi Jadi Pusat Pengembangan Karbon Kehutanan Nasional

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id