ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

230 Pengungsi di Tanah Merah Kembali ke Kampung Manggelum, Didampingi Satgas Pasgat Pamtas RI‑PNG

Keputusan untuk mengungsi dikarenakan adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh KKB di bawah pimpinan Kopitua Heluka serta Kompi Kasuari pimpinan Jeckson Tamaka.

19 Juni 2026
0
230 Pengungsi di Tanah Merah Kembali ke Kampung Manggelum, Didampingi Satgas Pasgat Pamtas RI‑PNG

Rombongan pengungsi di Tanah Merah kembali ke kampung halaman mereka di Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

YAHUKIMO, Koranpapua.id- Sebanyak 230 warga yang selama ini mengungsi di Tanah Merah, akhirnya kembali ke kampung halaman mereka di wilayah Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Seperti diketahui, ratusan warga ini beberapa waktu lalu terpaksa harus meninggalkan tanah kelahiran, akibat terjadinya gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

ADVERTISEMENT

Kedatangan rombongan pengungsi disambut langsung oleh personel Pos Manggelum Satgas Pamtas RI‑PNG Yon Parako 462 Pasgat di lingkungan Gedung Fire Station dan menara pemantau Bandara Manggelum, pada Kamis 18 Juni 2026 sekitar pukul 13.15 WIT.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kedatangan rombongan pertama yang berjumlah sekitar 15 orang diamati oleh Serda Rio Novaldri dari jaga depan Pos Manggelum saat bergerak dari arah pelabuhan menuju area Bandara.

Baca Juga

38 Tahun Menanti Pengakuan Negara, 75 Pasangan OAP di Ohotya Akhirnya Kantongi Akta Perkawinan

14 Ribu Pencaker Lokal Menganggur, APELCAMI Tagih Keadilan: Mimika Dipenuhi Investasi, Tapi Anak Daerah Jadi Penonton

Petugas kemudian melakukan penghentian sementara di titik berjarak sekitar 100 meter dari pos pengamanan guna dilakukan verifikasi.

Selanjutnya melaporkan kepada Komandan Pos Satgas Pasgat Manggelum, Letda Pas Pramudya Wira Ardana, yang kemudian turut menyambut serta melakukan silaturahmi bersama para pemimpin daerah setempat.

Rombongan pengungsi dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Manggelum, Ruben Angingom, serta Kepala Kampung Manggelum, Simson Warum, serta Kepala Kampung Mangga Tiga, Uria Balembesip.

Kepala Distrik Manggelum, Ruben Angingom menjelaskan bahwa sebelumnya tercatat sebanyak 65 kepala keluarga dengan total 230 jiwa (113 laki‑laki dan 117 perempuan) terpaksa mengungsi ke Tanah Merah.

Keputusan untuk mengungsi dikarenakan adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh KKB di bawah pimpinan Kopitua Heluka serta Kompi Kasuari pimpinan Jeckson Tamaka.

Disampaikan, pada tahap awal pemulangan menggunakan tujuh unit perahu mengangkut 20 kepala keluarga telah tiba di kampung asal masing-masing.

“Sementara pendataan jumlah jiwa sedang dilakukan lebih lanjut oleh pihak pemerintahan distrik dan kampung,” ujar Ruben Angingom.

Rombongan pengungsi di Tanah Merah kembali ke kampung halaman mereka di Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo. (foto:ist/koranpapua.id)

Sementara 26 kepala keluarga yang masih berada di Tanah Merah akan kembali secara bertahap, dan sebagian kecil warga lainnya belum juga keluar dari lokasi pengungsian di dalam kawasan hutan.

Dalam pertemuan tersebut, Komandan Pos Pasgat Letda Pas Pramudya Wira Ardana menyampaikan, selamat datang serta rasa gembira atas dimulainya pemulihan kehidupan warga.

Ia menghimbau agar masyarakat yang masih tertinggal di tempat pengungsian maupun di dalam hutan untuk segera kembali ke kampung halaman agar dapat beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat juga diajak untuk senantiasa menjaga kewaspadaan serta terbuka dalam menyampaikan informasi terkait keberadaan maupun pergerakan kelompok bersenjata di sekitar wilayahnya.

“Keberadaan pos pengamanan kami di sini adalah untuk mengatasi kesulitan masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman dari gangguan keamanan dan ketertiban umum,” ujar Letda Pas Pramudya Wira Ardana dalam keteranganya yang diterima Koranpapua.id, Jumat 19 Juni 2026.

Dukungan penuh juga disampaikan para pemimpin wilayah yang berjanji akan terus mendampingi dan mengawal proses kembalinya seluruh warga ke kampung masing‑masing.

Dengan demikian, kehidupan sosial dan ekonomi di Distrik Manggelum dapat pulih dan berjalan normal. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

38 Tahun Menanti Pengakuan Negara, 75 Pasangan OAP di Ohotya Akhirnya Kantongi Akta Perkawinan

8 Agustus 2026
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

14 Ribu Pencaker Lokal Menganggur, APELCAMI Tagih Keadilan: Mimika Dipenuhi Investasi, Tapi Anak Daerah Jadi Penonton

8 Agustus 2026
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

8 Agustus 2026
Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

7 Agustus 2026
Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

7 Agustus 2026
Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

7 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Ratusan Pencaker di Timika Diduga Jadi Korban Lowongan Kerja Palsu, Uang Jutaan Raib

Kasus Dugaan Loker Palsu di Timika, APLKAMI Sebut Korban Penipuan Diperkirakan Mencapai 200 Orang

Program Mace Pace: Pemprov Papua Siapkan Beasiswa S3 bagi Orang Asli Papua

Program Mace Pace: Pemprov Papua Siapkan Beasiswa S3 bagi Orang Asli Papua

SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id