ADVERTISEMENT
Senin, Mei 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

“Indonesia hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh rakyat merasa menjadi bagian dari kehidupan bersama, bukan tersisih di pinggir pembangunan”.

25 Mei 2026
0
Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan seruan pastoral 'Bangkit Bersama dalam Pengharapan' dalam Rangka 118 Tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Konflik berkepanjangan di Tanah Papua telah menimbulkan dampak yang mendalam di berbagai sektor, khususnya krisis kemanusiaan.

Seperti jatuhnya korban jiwa baik dari warga sipil, aparat keamanan, kelompok bersenjata serta terjadi gelombang pengungsi dan trauma psikologis.

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi konflik yang terus terulang, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan sikap menyoroti berbagai persoalan sosial yang dinilai belum diselesaikan secara manusiawi dan bermartabat

Advertisement. Scroll to continue reading.

Adapun seruan politik yang disampaikan Presidium KWI di Jakarta yang dibacakan oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You:

Baca Juga

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin nyata. Tekanan ekonomi, meningkatnya kecemasan generasi muda, kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Minimnya perlindungan terhadap kelompok rentan disebut sebagai tanda bahwa pembangunan nasional belum sepenuhnya menyentuh martabat manusia.

KWI menegaskan bahwa persoalan Papua tidak bisa semata-mata dipandang sebagai isu keamanan dan pembangunan fisik.

“Kita juga tidak dapat menutup mata terhadap luka panjang yang masih dirasakan saudara-saudari kita di tanah Papua,” ujar Mgr. Yanuaris You.

Kondisi konflik yang terjadi di Papua juga telah menimbulkan ketakutan, kurangnya rasa saling percaya dan telah meninggalkan luka batin yang mendalam pada lintas generasi.

KWI menilai pendekatan keamanan yang selama ini dominan justru belum mampu menjawab akar persoalan di Papua. Sebaliknya, pendekatan tersebut dinilai berpotensi memperpanjang trauma sosial masyarakat.

Masih dalam seruan itu, disebutkan juga bahwa Papua bukan sekadar persoalan pembangunan atau keamanan.

Melainkan bagian utuh dari wajah Indonesia, yang menuntut niat baik dan kejujuran kita dalam berjuang demi kesejahteraan Papua dan kebaikan bersama.

“Pendekatan keamanan bukanlah jalan cepat dan tepat dalam penyelesaian masalah di Papua,” tegasnya.

Karena itu, KWI mendorong pendekatan yang lebih manusiawi, dialogis, partisipatif, dan menghormati sejarah serta hak-hak dasar masyarakat adat Papua.

Seruan ini sekaligus menjadi kritik moral terhadap kebijakan negara yang selama ini dinilai terlalu bertumpu pada stabilitas keamanan dibanding membangun kepercayaan masyarakat.

Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Adrianus Sunarko, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi momentum refleksi untuk membangun masa depan bangsa dengan keberanian menghadapi realitas sosial yang pahit.

Ia mengajak pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan politik dan pembangunan yang berpotensi memperdalam krisis sosial, termasuk di Papua.

KWI juga menegaskan penolakannya terhadap praktik-praktik yang mengarah pada otoritarianisme, militerisme, dan sentralisasi kekuasaan.

Sebaliknya, lembaga gereja Katolik itu menyerukan penguatan demokrasi Pancasila melalui dialog, penghormatan hukum, serta pendidikan politik yang bermoral.

KWI meminta agar program strategis nasional seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan energi tidak mengorbankan hak-hak masyarakat adat maupun merusak lingkungan hidup.

Menutup Seruan tersebut Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai upaya menjaga persatuan melalui keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Indonesia hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh rakyat merasa menjadi bagian dari kehidupan bersama, bukan tersisih di pinggir pembangunan,” pungkasnya (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

25 Mei 2026
Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

25 Mei 2026
Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

Penyelesaian Konflik Papua: KWI Soroti Luka Sosial dan Tolak Pendekatan Keamanan

25 Mei 2026
Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Papua Tengah Waspada Gelombang Rossby Ekuatorial

Prakiraan Cuaca Senin 25 Mei: Papua Tengah Masuk Wilayah yang Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

25 Mei 2026
Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

25 Mei 2026
Pemprov Papua Selatan Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Pemekaran Kabupaten

Pemprov Papua Selatan Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Pemekaran Kabupaten

24 Mei 2026

POPULER

  • Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    706 shares
    Bagikan 282 Tweet 177
  • Perkelahian Dua Pria di Timika Berujung Korban Dilarikan ke RSMM, Pelaku Masuk Tahanan Polisi

    626 shares
    Bagikan 250 Tweet 157
  • Disaksikan Istri, Pencari Karaka di Timika Diterkam Buaya, SAR Lakukan Pencarian

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Tragedi Pendulang Emas di Awimbon: 10 Orang Tewas, Evakuasi Korban dan Penyelidikan Terus Berlanjut

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Uskup Timika Pimpin Perayaan Pentakosta di Fakfak, Suasana Lintas Iman Sangat Terasa

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Dirjen Bimas Kristen: Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Bawa Pesan Kerukunan dari Tanah Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id