TIMIKA, Koranpapua.id- Perjuangan Nikolaus Timakonama, salah satu putra terbaik Kabupaten Mimika, untuk mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara harus terhenti di tahap akhir seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Siswa kelas X Sekolah Rakyat yang merupakan putra asli suku Kamoro asal Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh, dinyatakan gugur pada tahapan Pemantauan Akhir (Pantohir) yang menjadi penentu terakhir seleksi nasional.
Meski belum berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026, pencapaian Nikolaus tetap menjadi catatan bersejarah bagi Kabupaten Mimika.
Pasalnya ini menjadi yang pertama kalinya, utusan Mimika mampu menembus proses seleksi hingga ke tingkat nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Ronny Maryen, mengatakan Mimika awalnya mengirimkan 11 peserta dalam seleksi Paskibraka.
Dari jumlah tersebut, enam orang berhasil lolos mewakili Provinsi Papua Tengah, termasuk Nikolaus yang kemudian mengikuti seleksi nasional.
“Dari Papua Tengah ada enam orang yang lolos ke nasional, salah satunya anak Mimika. Namun sangat kami sayangkan, pada tahapan Pantohir nasional dia dinyatakan gugur,” ujar Ronny.
Meski gagal melangkah ke Istana Negara, Nikolaus tidak kehilangan kesempatan untuk mengabdi.
Ia kini dipulangkan ke Papua Tengah dan akan memperkuat formasi Paskibraka tingkat provinsi sebagai anggota cadangan.
“Dia pulang kembali dan akan masuk dalam formasi provinsi. Statusnya saat ini sebagai cadangan di tingkat provinsi, dan tetap akan bertugas pada upacara tingkat provinsi nanti,” jelas Ronny.
Ronny menilai keberhasilan Nikolaus mencapai tahap nasional merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Sebab, selama ini belum pernah ada perwakilan Kabupaten Mimika yang mampu melaju hingga seleksi nasional.
Keberhasilan tersebut menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi bagi Kesbangpol Mimika untuk mempersiapkan calon Paskibraka tahun-tahun berikutnya dengan lebih baik.
Menurutnya, sistem seleksi yang kini dilakukan secara digital dan terintegrasi langsung dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menghadirkan sejumlah tantangan baru.
Mulai dari proses pendaftaran online, pemindaian barcode, hingga keterbatasan akses internet yang masih dialami sebagian pelajar di daerah.
Karena itu, Kesbangpol Mimika berkomitmen melakukan pembenahan sejak awal agar peluang putra-putri terbaik Mimika lolos ke tingkat nasional semakin besar pada seleksi tahun depan.
“Tahun depan kami akan mulai lebih dini melakukan verifikasi dan pendampingan proses pendaftaran. Kami akan memfasilitasi secara aktif agar berbagai kendala teknis, seperti pendaftaran online, barcode, hingga akses internet, dapat diminimalisir,” pungkasnya.
Meski langkah Nikolaus Timakonama belum berakhir di Istana Negara, perjuangannya telah mengukir sejarah baru bagi Kabupaten Mimika.
Semangat dan pencapaiannya menjadi bukti bahwa putra-putri dari wilayah pesisir Papua, termasuk suku Kamoro, mampu bersaing hingga panggung nasional.
Ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Mimika di masa mendatang. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










