ADVERTISEMENT
Minggu, Maret 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

“Kami selama ini hanya baca melalui media bahwa polisi amankan puluhan bahkan ratusan liter Sopi dari penumpang kapal, tetapi kapan dimusnahkan dan siapa saksinya”.

1 Maret 2026
0
Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

Marianus Maknaepeku saat mengunjungi Romario saat dirawat di RSUD Mimika, Minggu 1 Maret 2026. (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Romario Moromako (18), Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang ditikam, Sabtu 28 Februari 2026 sekitar pukul 03.30 WIT, kini dalam kondisi kritis.

Ini disampaikan Marianus Maknaepeku, selaku keluarga korban ketika mengunjungi Romario di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Minggu 1 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Marianus berharap agar keponakannya Romario bisa sembuh dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Harapan untuk kesembuhan korban sangat penting, sehingga tidak menimbulkan dampak lain buntut peristiwa ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya dan keluarga sudah lihat langsung anak kami di RSUD. Kondisinya kritis, kami harap ada mujizat melalui tangan dokter dan perawat agar dia (Romario-Red) bisa sembuh,” ungkap Marianus kepada koranpapua.id, malam ini.

Baca Juga

Menjawab Krisis Tenaga Dokter Spesialis, UNCEN Luncurkan Program Studi PPDS

Menembus Kabut Pagi, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Keamanan Bandara Perintis Enarotali

Marianus yang juga sebagai tokoh masyarakat Mimika itu, berharap agar polisi dapat segera menangkap pelaku dan diproses sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku.

“Saya kurang tahu pasti, apakah pelakunya sudah ditangkap kah belum, karena belum ada penyampaian kepada kami keluarga,” ujar Marianus sambari meminta polisi untuk serius menangani kasus ini.

Seperti diketahui, aksi penikaman terhadap Romario terjadi di gapura masuk Pelabuhan Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Sabtu 28 Februari 2026 sekitar pukul 03.30 WIT.

Korban yang berprofesi sebagai TKBM, mengalami luka tusuk di bagian dada kiri dan dalam kondisi kritis dilarikan ke RSUD Mimika.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Iptu Frits Nanlohy, menjelaskan, insiden bermula dari pengaruh minuman keras yang memicu perselisihan hingga berujung penikaman.

Setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, anggota polisi langsung menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke RSUD Mimika.

Akibat kejadian itu, keluarga korban sempat melakukan aksi pemalangan jalan utama di depan gapura masuk pelabuhan.

Namun, setelah dilakukan koordinasi oleh pihak kepolisian bersama sejumlah pejabat setempat, palang akhirnya dibuka.

Kepada pihak keluarga korban polisi memberikan jaminan akan menangani kasus tersebut secara serius dan menuntaskan proses hukum terhadap pelaku.

“Tadi anggota kami sudah sempat bergerak untuk menangkap pelaku di rumahnya, namun pelaku langsung kabur,” katanya.

Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi

Marianus dalam kesempatan itu juga mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan sweeping terhadap tempat penjualan minuman keras jenis Sopi yang menjamur di wilayah di Kampung Poumako sampai di area pelabuhan.

Karena berdasarkan pemantauannya, sebagian besar rumah-rumah penduduk dan kios saat ini berjualan Sopi secara terbuka, tanpa ada takut dirazia polisi.

“Ini ada apakah, kenapa Sopi dibiarkan jualan bebas. Dan saya duga aparat keamanan juga tahu tempat penjualannya, tapi ko dibiarkan,” sesal Marianus.

Ia berharap agar Kapolres Mimika juga berkomitmen untuk benar-benar memberantas Sopi yang banyak beredar bebas di masyarakat, dengan terus melakukan pengawasan maksimal terhadap kinerja anggota di lapangan.

Dikatakan, langkah penertiban terhadap penjualan Sopi ini, tambah Marianus, sangatlah penting. Pasalnya hampir 80 persen kasus perkelahian dan pembunuhan di wilayah Poumako dipicu oleh mabuk Sopi.

“Seperti yang anak kami alami. Ini karena dipengaruhi Sopi, akhirnya mabuk terus melakukan penikaman. Jadi kami desak segera lakukan sweeping sebelum kami warga yang turun tangan,” tegas Marianus.

Marianus juga mengusulkan agar Sopi yang disita dari penumpang kapal di Pelabuhan Poumako, agar saat dimusnahkan pihak keamanan juga disaksikan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Kami selama ini hanya baca melalui media bahwa polisi amankan puluhan bahkan ratusan liter Sopi dari penumpang kapal, tetapi kapan dimusnahkan,” tandasnya.

“Terus siapa saja yang menyaksikan pemusnahan. Seharusnya tokoh masyarakat dan tokoh agama juga saksikan langsung proses pemusnahan, sehingga tidak ada pemikiran liar di masyarakat terhadap kinerja aparat keamanan,” tegas Marianus. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

1 Maret 2026
Menjawab Krisis Tenaga Dokter Spesialis, UNCEN Luncurkan Program Studi PPDS

Menjawab Krisis Tenaga Dokter Spesialis, UNCEN Luncurkan Program Studi PPDS

1 Maret 2026
Menembus Kabut Pagi, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Keamanan Bandara Perintis Enarotali

Menembus Kabut Pagi, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Keamanan Bandara Perintis Enarotali

1 Maret 2026
Polisi Amankan Enam Kilogram Ganja di KM Ciremai, Dua Penumpang Ditangkap

Polisi Amankan Enam Kilogram Ganja di KM Ciremai, Dua Penumpang Ditangkap

1 Maret 2026
Prajurit TNI Gelar Kelas Lapangan, Bantu Proses KBM di Wilayah Terpencil Papua

Prajurit TNI Gelar Kelas Lapangan, Bantu Proses KBM di Wilayah Terpencil Papua

1 Maret 2026
Tiga Personel Polres Mimika Terkena Panah

Tiga Personel Polres Mimika Terkena Panah

1 Maret 2026

POPULER

  • Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

    Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

    630 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • YLBH Papua Tengah Kecam Dugaan Penembakan Brutal Tiga Warga Sipil di Gorong-Gorong-Timika

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Ini Identitas Prajurit TNI yang Tewas Diserang KKB di Nabire

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pantau dari Udara hingga Dialog, Pemkab Mimika Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kapiraya

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • DPA Kabupaten Mimika 2026 Resmi Diserahkan, Bupati Johannes: Melalui Proses Panjang, Ini Suatu Prestasi

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Seorang Wanita Ditemukan Tewas dalam Kios, Polisi Amankan Tali Rafia di TKP

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id