ADVERTISEMENT
Rabu, Juni 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Ketika Pemimpin Melupakan Diaspora: Cermin Pengabaian Empati dari Gubernur NTT terhadap Warganya di Tanah Papua

Pemimpin yang hadir di hadapan warganya di perantauan bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, tetapi menanamkan pesan bahwa “kamu tetap bagian dari kami, dari tanah dan darah yang sama”.

11 November 2025
0
Retret yang Dibubarkan: Luka Lama Kebebasan Beragama di Negeri Pancasila

Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika

DI TANAH perantauan Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ribuan masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) hidup, bekerja, dan berjuang dalam kerasnya kehidupan tambang.

ADVERTISEMENT

Mereka hadir dengan identitas yang kuat pekerja keras, sederhana, setia, dan penuh solidaritas.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun di balik semangat itu, ada rasa sepi yang perlahan menyelinap: rasa dilupakan oleh tanah asal yang melahirkan mereka.

Baca Juga

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Sebagai perantau, masyarakat NTT di Timika tetap membawa serta bahasa, budaya, dan semangat kebersamaan Flobamora.

Mereka mendirikan organisasi, menjaga tradisi, bahkan menjadi jembatan sosial antar-suku di tanah Papua.

Mereka menjadi wajah NTT di luar daerah- wajah yang memperlihatkan bahwa anak-anak Flobamora mampu beradaptasi, bekerja keras, dan berkontribusi di mana pun mereka berada.

Namun di tengah semua itu, muncul kekecewaan yang sulit disembunyikan.

Ketika Gubernur NTT berkunjung ke Timika Papua Tengah, tak ada sapa, tak ada kunjungan, tak ada salam yang menandakan bahwa beliau masih mengingat anak-anak daerahnya yang hidup di tanah rantau.

Sebuah sikap diam yang mungkin dianggap sepele, namun bagi masyarakat perantau, itu terasa seperti pengabaian yang dalam.

Sikap seorang pemimpin mencerminkan empati. Pemimpin bukan hanya pengatur administrasi dan kebijakan, tetapi juga simbol kasih, pengakuan, dan perhatian bagi rakyatnya  di mana pun mereka berada.

Tidak menyapa masyarakat perantau bukanlah sekadar abai dalam etika komunikasi, melainkan pengingkaran halus terhadap tanggung jawab moral dan sosial seorang pemimpin terhadap komunitas asalnya.

Dalam kacamata sosial-budaya, perantau NTT adalah diaspora moral daerah. Mereka bukan sekadar warga yang meninggalkan kampung halaman, tetapi duta kecil yang membawa nama baik NTT ke luar wilayah.

Karena itu, perhatian kepada mereka bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga bagian dari membangun jembatan identitas dan kebanggaan daerah.

Maka yang dibutuhkan bukan hanya sapa dalam kata, tetapi juga kunjungan simbolik yang menguatkan rasa memiliki.

Pemimpin yang hadir di hadapan warganya di perantauan bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, tetapi menanamkan pesan bahwa “kamu tetap bagian dari kami, dari tanah dan darah yang sama”.

Kita berharap ke depan, siapa pun pemimpin NTT, tidak menutup mata terhadap keberadaan warganya di tanah-tanah jauh seperti Timika, Sorong, Merauke, Jayapura, atau daerah lain di seluruh Nusantara.

Karena dari sanalah dari peluh dan kerja keras anak-anak Flobamora di rantau nama besar NTT juga ikut ditopang.

Perhatian kecil bisa menjadi makna besar.

Satu sapaan pemimpin bisa menghapus jarak batin yang selama ini terasa jauh.

Dan ketika seorang pemimpin memilih untuk menyapa, ia sesungguhnya sedang meneguhkan kembali jati dirinya sebagai pelayan rakyat, bukan sekadar penguasa pemerintahan. (*)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

24 Juni 2026
Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

24 Juni 2026
Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

24 Juni 2026
Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

24 Juni 2026

POPULER

  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    667 shares
    Bagikan 267 Tweet 167
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ledakan yang Tewaskan Tiga Warga Sipil, Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli di Danggoa

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • 160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • 12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
HKN ke-61, 10 Ribu Warga Mimika Dihadiahi MCU Gratis, Wabup Emanuel: Apresiasi Kinerja Nakes

HKN ke-61, 10 Ribu Warga Mimika Dihadiahi MCU Gratis, Wabup Emanuel: Apresiasi Kinerja Nakes

Pemkab Mimika Kucurkan Hibah Rp15 Miliar Perkuat Layanan RS Mitra Masyarakat

Pemkab Mimika Kucurkan Hibah Rp15 Miliar Perkuat Layanan RS Mitra Masyarakat

Kabupaten Mimika Diguncang Gempa 4,2 Magnitudo, Goyangannya Tidak Terasa

Kabupaten Mimika Diguncang Gempa 4,2 Magnitudo, Goyangannya Tidak Terasa

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id