TIMIKA, Koranpapua.id– Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax per tanggal 10 Juni 2026, berdampak terhadap harga material bangunan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Berdasarkan pantauan Koranpapua.id di beberapa toko di Timika, Rabu 24 Juni 2026, mendapatkan sejumlah bahan bangunan mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga bahan bangunan dipicu oleh meningkatnya biaya pengambilan barang dan distribusi dari pemasok.
Agusriyani, PIC Toko Delta Bangunan yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, Timika, mengatakan hampir seluruh jenis material bangunan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
“Semen, besi, ada semua kenaikan. Kita kan jual semen Rp95.000 per sak, sekarang Rp100.000 per sak. Naiknya dari bulan lalu. Kalau cat sudah dua kali naik. Dari merek Avian, bulan Mei dan awal bulan Juni. Hampir secara keseluruhan sama barang-barangnya naik,” ujar Agusriyani.
Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi penjualan toko. Menurut Agusriyani, masyarakat kini lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian karena harga material yang terus meningkat.
Pelanggan juga banyak mempertanyakan penyebab kenaikan harga, sehingga pihak toko harus memberikan penjelasan terkait meningkatnya biaya pengadaan dan pengiriman barang.
Biaya distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga material mengalami penyesuaian.
Agusriyani menyebut, biaya pengiriman per satu kontainer dalam sekali pengambilan sebelumnya Rp20 juta, namun sejak kenaikan BBM harga per barang per kontainer dapat mencapai sekitar Rp25 juta.
“Pas kita mengambil barang kemarin itu sudah 25 ke atas. Sekali kirim sekitar Rp5 juta.”
Dari berbagai material yang dijual, cat menjadi salah satu barang yang mengalami kenaikan harga paling besar.
Cat minyak merek Avian ukuran 1 liter yang sebelumnya dijual Rp85.000 kini meningkat menjadi Rp95.000 setelah mengalami dua kali kenaikan harga.
Sementara cat tembok merek Aries Gold ukuran 4,5 kilogram yang sebelumnya Rp95.000 kini dijual Rp115.000.
Agusriyani menjelaskan, perubahan harga barang sudah mulai dirasakan sejak sekitar satu bulan sebelumnya sebagai dampak dari meningkatnya biaya dari tingkat pemasok.
“Kalau soal kenaikan harga barang, itu sudah terjadi sebelum minyak naik. Rata-rata mulai naik sekitar satu bulan yang lalu,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat pelaku usaha berharap adanya stabilitas harga agar daya beli masyarakat dapat kembali meningkat dan aktivitas pembangunan di Mimika tetap berjalan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









