ADVERTISEMENT
Rabu, September 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dari Bayi hingga Lansia, Lomba Posyandu Mimika Uji Kemampuan Kader

“Kami bersyukur dengan adanya penilaian ini semangat ibu-ibu kader semakin maksimal. Kenyataannya memang mereka sangat bersemangat,” kata Adi.

2 September 2026
0
Dari Bayi hingga Lansia, Lomba Posyandu Mimika Uji Kemampuan Kader

Foto bersama Tim Penilai Lomba Posyandu Kabupaten Mimika, di Posyandu Anggrek, Kampung Limau Asri Timur. (foto:Ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Mimika 2026 menjadi momentum untuk menguji kesiapan kader menghadapi perubahan sistem pelayanan yang kini mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat, dari ibu hamil hingga lanjut usia.

Penilaian terhadap 10 posyandu peserta berlangsung sejak 31 Agustus hingga 2 September 2026.

ADVERTISEMENT

Penilaian terakhir dilakukan di Posyandu Anggrek, Kampung Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, dengan melihat langsung aktivitas pelayanan dan kemampuan kader menjalankan sistem Posyandu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketua Tim Penilai Lomba Posyandu Kabupaten Mimika, Alice Wanma, mengatakan penilaian dilakukan bersama Tim Penggerak PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat, serta sejumlah unsur Dinas Kesehatan.

Baca Juga

Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

160 Personel TNI-Polri Sweeping Kwamki Narama, Sasar Senjata dan Alat Perang

“Dulu kita hanya mengenal sistem lima meja. Sekarang pelayanan Posyandu mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, remaja, usia produktif sampai lansia,” kata Alice.

Perubahan tersebut membuat kader dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas. Mereka tidak hanya melayani bayi dan balita, tetapi juga harus mampu mengenali kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Menurut Alice, pembinaan melalui puskesmas terus dilakukan untuk membantu kader mengikuti perubahan tersebut, termasuk melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi dasar.

Posyandu Jadi Penghubung Layanan

Peran Posyandu ke depan juga diarahkan lebih luas dengan mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang melibatkan sejumlah perangkat daerah.

Karena itu, Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan. Kader juga diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan warga dan menghubungkannya dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan.

Alice mencontohkan, ketika kader menemukan warga yang mengalami stroke dan membutuhkan kursi roda, informasi tersebut dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk mendapatkan bantuan.

“Jadi kader bukan hanya melihat kesehatan, tetapi juga bisa menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dinas terkait,” ujarnya.

Alice mengatakan kader merupakan ujung tombak pelayanan karena berada paling dekat dengan masyarakat. Kondisi geografis maupun keterbatasan pendidikan tidak semestinya menjadi penghalang selama kader memiliki kemauan untuk terus belajar.

“Posyandu itu salah satu pelayanan paling kecil yang ada di kampung. Karena itu harus ada dan harus berjalan,” tegasnya.

Bukan Sekadar Mengejar Piala

Semangat meningkatkan pelayanan juga ditunjukkan kader Posyandu Anggrek di Kampung Limau Asri Timur. Kepala Kampung Limau Asri Timur, Adi Prasetyo, mengatakan pihaknya awalnya tidak mengetahui kampung tersebut akan menjadi peserta lomba.

Informasi itu diterima dari ibu-ibu PKK setelah Limau Asri Timur dipercaya mewakili tujuh kampung untuk mengikuti penilaian tingkat kabupaten.

Menurut Adi, penilaian justru menjadi pemicu bagi kader untuk meningkatkan pelayanan.
“Kami bersyukur dengan adanya penilaian ini semangat ibu-ibu kader semakin maksimal. Kenyataannya memang mereka sangat bersemangat,” kata Adi.

Namun, pemerintah kampung tidak menjadikan piala sebagai tujuan utama. Bagi Adi, keberhasilan Posyandu lebih penting diukur dari pelayanan yang benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat.

“Juara atau tidak itu urusan nanti. Yang penting kami sudah menunjukkan kegiatan nyata di lapangan bahwa pelayanan kepada masyarakat melalui Posyandu berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Posyandu Anggrek sebelumnya juga pernah mengikuti lomba Posyandu dan meraih predikat harapan pertama. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi kader untuk kembali mengikuti penilaian tahun ini sekaligus mengevaluasi kekurangan pelayanan.

Setelah seluruh penilaian selesai, tim juri akan merekap hasil dari 10 posyandu peserta sebelum menentukan pemenang.

Bagi Alice, keberhasilan Posyandu tidak berhenti setelah lomba selesai. Ia berharap seluruh posyandu tetap mempertahankan kualitas pelayanan dan semangat kader meski kompetisi telah berakhir.

Sebab, ukuran keberhasilan Posyandu bukan hanya siapa yang membawa pulang piala, melainkan siapa yang mampu terus hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara konsisten. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dari Bayi hingga Lansia, Lomba Posyandu Mimika Uji Kemampuan Kader

Dari Bayi hingga Lansia, Lomba Posyandu Mimika Uji Kemampuan Kader

2 September 2026
Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

2 September 2026
160 Personel TNI-Polri Sweeping Kwamki Narama, Sasar Senjata dan Alat Perang

160 Personel TNI-Polri Sweeping Kwamki Narama, Sasar Senjata dan Alat Perang

2 September 2026
PTFI Kirim Bantuan Rp2,5 Miliar dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

PTFI Kirim Bantuan Rp2,5 Miliar dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

2 September 2026
Bahas Konflik Kwamki Narama, Forkopimda Mimika Sepakat Perkuat Penegakan Hukum

Bahas Konflik Kwamki Narama, Forkopimda Mimika Sepakat Perkuat Penegakan Hukum

2 September 2026
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Terbakar di Ring Road Jayapura

80 Persen Ekonomi Mimika Ditopang Tambang, Ditjen IKMA Dorong Industri Pengolahan

2 September 2026

POPULER

  • Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Dikejar Avanza Hitam, Pria Diserang Tiga Orang di Jalan Freeport Lama Timika

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Terendus di Panti Asuhan, Begini Kronologi Penangkapan Mantan Bupati Minahasa Utara di Timika

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id