ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dari Bayi hingga Lansia, Lomba Posyandu Mimika Uji Kemampuan Kader

“Kami bersyukur dengan adanya penilaian ini semangat ibu-ibu kader semakin maksimal. Kenyataannya memang mereka sangat bersemangat,” kata Adi.

2 September 2026
0
Dari Bayi hingga Lansia, Lomba Posyandu Mimika Uji Kemampuan Kader

Foto bersama Tim Penilai Lomba Posyandu Kabupaten Mimika, di Posyandu Anggrek, Kampung Limau Asri Timur. (foto:Ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Mimika 2026 menjadi momentum untuk menguji kesiapan kader menghadapi perubahan sistem pelayanan yang kini mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat, dari ibu hamil hingga lanjut usia.

Penilaian terhadap 10 posyandu peserta berlangsung sejak 31 Agustus hingga 2 September 2026.

Penilaian terakhir dilakukan di Posyandu Anggrek, Kampung Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, dengan melihat langsung aktivitas pelayanan dan kemampuan kader menjalankan sistem Posyandu.

Ketua Tim Penilai Lomba Posyandu Kabupaten Mimika, Alice Wanma, mengatakan penilaian dilakukan bersama Tim Penggerak PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat, serta sejumlah unsur Dinas Kesehatan.

Baca Juga

Setahun Berdiri, SR 76 Mimika Ukir Prestasi hingga Tingkat Provinsi

Penyidikan Dana Pilkada Bergulir, KPU Mimika Pastikan Aktivitas Tetap Normal

“Dulu kita hanya mengenal sistem lima meja. Sekarang pelayanan Posyandu mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, remaja, usia produktif sampai lansia,” kata Alice.

Perubahan tersebut membuat kader dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas. Mereka tidak hanya melayani bayi dan balita, tetapi juga harus mampu mengenali kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Menurut Alice, pembinaan melalui puskesmas terus dilakukan untuk membantu kader mengikuti perubahan tersebut, termasuk melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi dasar.

Posyandu Jadi Penghubung Layanan

Peran Posyandu ke depan juga diarahkan lebih luas dengan mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang melibatkan sejumlah perangkat daerah.

Karena itu, Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan. Kader juga diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan warga dan menghubungkannya dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan.

Alice mencontohkan, ketika kader menemukan warga yang mengalami stroke dan membutuhkan kursi roda, informasi tersebut dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk mendapatkan bantuan.

“Jadi kader bukan hanya melihat kesehatan, tetapi juga bisa menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dinas terkait,” ujarnya.

Alice mengatakan kader merupakan ujung tombak pelayanan karena berada paling dekat dengan masyarakat. Kondisi geografis maupun keterbatasan pendidikan tidak semestinya menjadi penghalang selama kader memiliki kemauan untuk terus belajar.

“Posyandu itu salah satu pelayanan paling kecil yang ada di kampung. Karena itu harus ada dan harus berjalan,” tegasnya.

Bukan Sekadar Mengejar Piala

Semangat meningkatkan pelayanan juga ditunjukkan kader Posyandu Anggrek di Kampung Limau Asri Timur. Kepala Kampung Limau Asri Timur, Adi Prasetyo, mengatakan pihaknya awalnya tidak mengetahui kampung tersebut akan menjadi peserta lomba.

Informasi itu diterima dari ibu-ibu PKK setelah Limau Asri Timur dipercaya mewakili tujuh kampung untuk mengikuti penilaian tingkat kabupaten.

Menurut Adi, penilaian justru menjadi pemicu bagi kader untuk meningkatkan pelayanan.
“Kami bersyukur dengan adanya penilaian ini semangat ibu-ibu kader semakin maksimal. Kenyataannya memang mereka sangat bersemangat,” kata Adi.

Namun, pemerintah kampung tidak menjadikan piala sebagai tujuan utama. Bagi Adi, keberhasilan Posyandu lebih penting diukur dari pelayanan yang benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat.

“Juara atau tidak itu urusan nanti. Yang penting kami sudah menunjukkan kegiatan nyata di lapangan bahwa pelayanan kepada masyarakat melalui Posyandu berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Posyandu Anggrek sebelumnya juga pernah mengikuti lomba Posyandu dan meraih predikat harapan pertama. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi kader untuk kembali mengikuti penilaian tahun ini sekaligus mengevaluasi kekurangan pelayanan.

Setelah seluruh penilaian selesai, tim juri akan merekap hasil dari 10 posyandu peserta sebelum menentukan pemenang.

Bagi Alice, keberhasilan Posyandu tidak berhenti setelah lomba selesai. Ia berharap seluruh posyandu tetap mempertahankan kualitas pelayanan dan semangat kader meski kompetisi telah berakhir.

Sebab, ukuran keberhasilan Posyandu bukan hanya siapa yang membawa pulang piala, melainkan siapa yang mampu terus hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara konsisten. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

17 Oktober 2026
Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

17 Oktober 2026
TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

17 Oktober 2026
Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

16 Oktober 2026
19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

16 Oktober 2026
Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

16 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    806 shares
    Bagikan 322 Tweet 202
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Seminar di Iwaka, Dinkes Mimika Dorong Pencegahan Kematian Ibu Sejak Dini

Satgas Pasgat Buka Layanan Kesehatan Gratis di Bandara Dekai, Warga Antusias

Seminar di Iwaka, Dinkes Mimika Dorong Pencegahan Kematian Ibu Sejak Dini

Seminar di Iwaka, Dinkes Mimika Dorong Pencegahan Kematian Ibu Sejak Dini

11 Ibu Meninggal di Mimika hingga Juni 2026, Dinkes Soroti Deteksi Risiko Kehamilan

11 Ibu Meninggal di Mimika hingga Juni 2026, Dinkes Soroti Deteksi Risiko Kehamilan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id