ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Bahas Konflik Kwamki Narama, Forkopimda Mimika Sepakat Perkuat Penegakan Hukum

“Terpenting itu karena selama mindset berpikir perang itu dibalas dengan kepala lagi itu tidak akan pernah berubah. Mungkin saat ini berhenti tapi besok ada kejadian terus lagi baku balas,” ujarnya.

2 September 2026
0
Bahas Konflik Kwamki Narama, Forkopimda Mimika Sepakat Perkuat Penegakan Hukum

Pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait keamanan di Kantor DPRK Mimika, Rabu, 2 September 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama DPRK dan aparat keamanan mulai memperketat langkah menghadapi rangkaian kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah. Konflik antarkelompok di Distrik Kwamki Narama menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius.

Persoalan itu dibahas dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor DPRK Mimika, Rabu, 2 September 2026.

Pertemuan tertutup tersebut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda, serta jajaran DPRK Mimika.

Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau mengatakan penyelesaian secara adat tetap harus dihormati. Namun, adat tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hukum ketika kekerasan telah masuk ranah pidana.

Baca Juga

Penyidikan Dana Pilkada Bergulir, KPU Mimika Pastikan Aktivitas Tetap Normal

Maxim Timika Tegaskan Pengemudi dengan Identitas Tak Sesuai Bakal Ditindaklanjuti

“Pertama, hukum positif harus diambil supaya hal ini ditegakkan. Karena sayang sekali kalau ini adat berjalan terus, sudah jauh di luar dan menyimpang dari undang-undang,” kata Primus kepada awak media seusai pertemuan.

Menurut dia, pembiaran terhadap kekerasan dengan dalih adat dapat menjadi preseden buruk. Masyarakat berpotensi menganggap tindakan kekerasan sebagai sesuatu yang dapat dibenarkan.

“Jadi ini kalau orang saling membunuh di luar, nanti bilang ini adat. Ini bahaya. Masyarakat akan semena-mena melakukan kejahatan di luar, dan yang lain ikut ketakutan,” ujarnya.

DPRK Mimika meminta aparat keamanan mengambil langkah tegas agar konflik Kwamki Narama tidak meluas. Dukungan terhadap penanganan konflik juga akan diperkuat melalui kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, DPRK, dan Forkopimda.

“Kita duduk bersama tadi, kita punya kesepakatan itu. Kita tanda tangan bersama supaya hal ini tidak meluas terus seperti itu,” katanya.

Primus mengatakan warga dari luar Mimika yang terlibat dalam konflik juga akan menjadi perhatian. Pemerintah dan pihak terkait dari daerah asal warga akan dilibatkan dalam penyelesaian.

“Kesepakatan kita salah satunya kita pulangkan kembali ke daerah dia. Ini kita bikin kesepakatan bersama dengan DPR dan pemerintah serta Forkopimda, kita akan tandatangani bersama dan ini harus ditindak,” ujarnya.

Tak Cukup Menghentikan Perang

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan penghentian kekerasan bukan akhir dari persoalan. Menurut dia, yang lebih sulit adalah memastikan konflik tidak kembali pecah.

“Yang terbaru itu ini kita diperkuat dengan seluruh yang hadir tadi di acara ini. Yang kedua ada tim khusus, tim terpadu yang kita bentuk karena di sini kita tidak hanya bicara bagaimana menyelesaikan tapi merawatnya seperti apa,” kata Alredo.

Tim terpadu itu akan melibatkan Forkopimda, aparat penegak hukum, DPRK, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat.

Alredo menilai salah satu persoalan yang membuat konflik terus berulang adalah pola pikir bahwa setiap serangan harus dibalas. Selama pola tersebut tidak berubah, penghentian kekerasan hanya bersifat sementara.

“Terpenting itu karena selama mindset berpikir perang itu dibalas dengan kepala lagi itu tidak akan pernah berubah. Mungkin saat ini berhenti tapi besok ada kejadian terus lagi baku balas,” ujarnya.

Karena itu, tim terpadu tidak hanya diarahkan untuk menghentikan konflik, tetapi juga menjaga perdamaian setelah situasi kembali kondusif.

“Jadi inilah yang perlu kita bentuk, bukan bagaimana cara menyelesaikan atau menghentikan perang saat ini tapi cara merawatnya. Makanya dibentuk tim terpadu. Saya rasa ini pembahasan yang lebih serius,” kata Alredo.

Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan pemerintah daerah siap mendukung langkah DPRK dan aparat keamanan.

“Kita lakukan dan ini akan segera. Kita datang hari ini hanya minta dukungan kepada DPR supaya apa yang ditangani oleh pemerintah keamanan kita lakukan dan semua dukung,” kata Rettob.

Soal dukungan anggaran keamanan, Rettob mengatakan pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan.

“Dukungan anggaran kalau barang itu dari dulu saya kasih ko,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

17 Oktober 2026
Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

17 Oktober 2026
TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

17 Oktober 2026
Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

16 Oktober 2026
19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

16 Oktober 2026
Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

16 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    806 shares
    Bagikan 322 Tweet 202
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
PTFI Kirim Bantuan Rp2,5 Miliar dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

PTFI Kirim Bantuan Rp2,5 Miliar dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

160 Personel TNI-Polri Sweeping Kwamki Narama, Sasar Senjata dan Alat Perang

160 Personel TNI-Polri Sweeping Kwamki Narama, Sasar Senjata dan Alat Perang

Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id