ADVERTISEMENT
Kamis, September 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Bahas Konflik Kwamki Narama, Forkopimda Mimika Sepakat Perkuat Penegakan Hukum

“Terpenting itu karena selama mindset berpikir perang itu dibalas dengan kepala lagi itu tidak akan pernah berubah. Mungkin saat ini berhenti tapi besok ada kejadian terus lagi baku balas,” ujarnya.

2 September 2026
0
Bahas Konflik Kwamki Narama, Forkopimda Mimika Sepakat Perkuat Penegakan Hukum

Pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait keamanan di Kantor DPRK Mimika, Rabu, 2 September 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama DPRK dan aparat keamanan mulai memperketat langkah menghadapi rangkaian kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah. Konflik antarkelompok di Distrik Kwamki Narama menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius.

Persoalan itu dibahas dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor DPRK Mimika, Rabu, 2 September 2026.

ADVERTISEMENT

Pertemuan tertutup tersebut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda, serta jajaran DPRK Mimika.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau mengatakan penyelesaian secara adat tetap harus dihormati. Namun, adat tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hukum ketika kekerasan telah masuk ranah pidana.

Baca Juga

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

“Pertama, hukum positif harus diambil supaya hal ini ditegakkan. Karena sayang sekali kalau ini adat berjalan terus, sudah jauh di luar dan menyimpang dari undang-undang,” kata Primus kepada awak media seusai pertemuan.

Menurut dia, pembiaran terhadap kekerasan dengan dalih adat dapat menjadi preseden buruk. Masyarakat berpotensi menganggap tindakan kekerasan sebagai sesuatu yang dapat dibenarkan.

“Jadi ini kalau orang saling membunuh di luar, nanti bilang ini adat. Ini bahaya. Masyarakat akan semena-mena melakukan kejahatan di luar, dan yang lain ikut ketakutan,” ujarnya.

DPRK Mimika meminta aparat keamanan mengambil langkah tegas agar konflik Kwamki Narama tidak meluas. Dukungan terhadap penanganan konflik juga akan diperkuat melalui kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, DPRK, dan Forkopimda.

“Kita duduk bersama tadi, kita punya kesepakatan itu. Kita tanda tangan bersama supaya hal ini tidak meluas terus seperti itu,” katanya.

Primus mengatakan warga dari luar Mimika yang terlibat dalam konflik juga akan menjadi perhatian. Pemerintah dan pihak terkait dari daerah asal warga akan dilibatkan dalam penyelesaian.

“Kesepakatan kita salah satunya kita pulangkan kembali ke daerah dia. Ini kita bikin kesepakatan bersama dengan DPR dan pemerintah serta Forkopimda, kita akan tandatangani bersama dan ini harus ditindak,” ujarnya.

Tak Cukup Menghentikan Perang

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan penghentian kekerasan bukan akhir dari persoalan. Menurut dia, yang lebih sulit adalah memastikan konflik tidak kembali pecah.

“Yang terbaru itu ini kita diperkuat dengan seluruh yang hadir tadi di acara ini. Yang kedua ada tim khusus, tim terpadu yang kita bentuk karena di sini kita tidak hanya bicara bagaimana menyelesaikan tapi merawatnya seperti apa,” kata Alredo.

Tim terpadu itu akan melibatkan Forkopimda, aparat penegak hukum, DPRK, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat.

Alredo menilai salah satu persoalan yang membuat konflik terus berulang adalah pola pikir bahwa setiap serangan harus dibalas. Selama pola tersebut tidak berubah, penghentian kekerasan hanya bersifat sementara.

“Terpenting itu karena selama mindset berpikir perang itu dibalas dengan kepala lagi itu tidak akan pernah berubah. Mungkin saat ini berhenti tapi besok ada kejadian terus lagi baku balas,” ujarnya.

Karena itu, tim terpadu tidak hanya diarahkan untuk menghentikan konflik, tetapi juga menjaga perdamaian setelah situasi kembali kondusif.

“Jadi inilah yang perlu kita bentuk, bukan bagaimana cara menyelesaikan atau menghentikan perang saat ini tapi cara merawatnya. Makanya dibentuk tim terpadu. Saya rasa ini pembahasan yang lebih serius,” kata Alredo.

Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan pemerintah daerah siap mendukung langkah DPRK dan aparat keamanan.

“Kita lakukan dan ini akan segera. Kita datang hari ini hanya minta dukungan kepada DPR supaya apa yang ditangani oleh pemerintah keamanan kita lakukan dan semua dukung,” kata Rettob.

Soal dukungan anggaran keamanan, Rettob mengatakan pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan.

“Dukungan anggaran kalau barang itu dari dulu saya kasih ko,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

16 September 2026
60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

16 September 2026
Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

16 September 2026
Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

16 September 2026
TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

16 September 2026
Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

16 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Polisi Identifikasi Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • 20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
PTFI Kirim Bantuan Rp2,5 Miliar dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

PTFI Kirim Bantuan Rp2,5 Miliar dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

160 Personel TNI-Polri Sweeping Kwamki Narama, Sasar Senjata dan Alat Perang

160 Personel TNI-Polri Sweeping Kwamki Narama, Sasar Senjata dan Alat Perang

Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id