TIMIKA, Koranpapua.id – Sebanyak 160 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan sweeping di sejumlah titik di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu 2 September 2026.
Pengerahan personel diawali dengan apel gabungan di Kantor Pelayanan Polres Mimika. Setelah apel, personel langsung bergerak menuju sejumlah lokasi yang telah ditentukan untuk melakukan pemeriksaan.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Amir Rado, mengatakan operasi tersebut merupakan langkah aparat untuk merespons perkembangan situasi keamanan di Kwamki Narama sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan.
“Personel gabungan sebanyak 160 orang melaksanakan sweeping di sejumlah titik yang sudah ditentukan. Selain itu, dilakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan,” kata Amir kepada wartawan usai apel.
Menurut dia, sweeping menyasar senjata tajam dan berbagai perlengkapan yang dapat dikategorikan sebagai alat perang. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan barang-barang tersebut tidak digunakan dalam aksi kekerasan.
Operasi dipimpin langsung Kapolres Mimika bersama Wakapolres Mimika. Selain pemeriksaan terhadap barang berbahaya, aparat juga menindaklanjuti informasi mengenai dugaan tindak pidana, termasuk kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah tersebut.
Amir mengatakan operasi tidak hanya dilakukan pada Rabu. Sweeping dan penegakan hukum akan terus dilaksanakan hingga Minggu.
“Untuk pemeriksaan alat-alat tajam dan alat-alat perang akan dilakukan secara menyeluruh. Kegiatan ini akan terus berlanjut sampai Minggu depan,” ujarnya.
Polisi menegaskan setiap pihak yang diduga terlibat tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Distrik Kwamki Narama tetap kondusif. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









