ADVERTISEMENT
Selasa, September 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Setelah Menunggu Tiga Tahun, Akhirnya Ribuan Artefak Asal Papua di Amerika dikembalikan

Repatriasi benda bersejarah merujuk pada kebijakan internasional UNESCO terkait proses rekonsiliasi dan pemulihan hak atas benda budaya.

7 Agustus 2026
0
Setelah Menunggu Tiga Tahun, Akhirnya Ribuan Artefak Asal Papua di Amerika dikembalikan

Salah satu benda artefak asal Papua yang berhasil direpatriasi dari Amerika Serikat. (Foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Ribuan benda bersejarah asal Papua yang selama ini sempat dibawah ke Amerika, akhirnya berhasil dikembalikan ke Tanah Papua.

Benda-benda pusaka itu, kini diserahkan untuk disimpan di Museum Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura, Kamis 6 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Adapun benda-benda bersejarah itu, berupa 1000 benda artefak Papua, 20 ribu lembar foto dan 100-an rekaman suara yang 90 persen berasal dari Lapago dan Meepago.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seluruh benda bersejarah ini merupakan koleksi dan pengarsipan pribadi peneliti asal Amerika Serikat, O.W. (Bud) Hampton, yang dikumpulkan selama masa penelitiannya di wilayah pegunungan Papua pada 1977 – 1999.

Baca Juga

Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

Dinkes Mimika Gelar Pelatihan Dokter Cilik, Guru SD YPPK Waonaripi: “Sangat Bermakna bagi Siswa

Pemulangan benda bersejarah ini mulai dilakukan sejak 2023 dan saat ini baru bisa dikembalikan ke Papua.

Kepala sekaligus Kurator Museum Loka Budaya UNCEN, Enrico Yory Kondologit, menjelaskan proses mengembalikan kekayaan budaya ini membutuhkan perjuangan dan kesabaran ekstra.

Meski Nota Kesepahaman (MoU) telah ditandatangani sejak tahun 2023, proses fisik repatriasi baru berhasil direalisasikan pada pertengahan tahun 2026, memakan waktu hingga 3 tahun 7 bulan.

“Prosesnya panjang bukan karena kita tidak mampu, melainkan karena urusan administrasi antarnegara yang sangat rumit. Ini adalah pembelajaran pertama bagi kami dalam melakukan repatriasi secara mandiri,” kata Enrico.

Repatriasi benda bersejarah merujuk pada kebijakan internasional UNESCO terkait proses rekonsiliasi dan pemulihan hak atas benda budaya.

Model repatriasi state-to-community yang diterapkan UNCEN diproyeksikan menjadi contoh dan rujukan bagi proses repatriasi benda bersejarah lainnya di Indonesia maupun tingkat global.

Enrico bilang, berdasarkan pemetaan dan data gerakan repatriasi, terdapat sekitar 50 ribu hingga 57 ribu koleksi artefak Papua yang tersebar di berbagai museum dan kolektor dunia.

Bahkan, terdapat lebih dari 2.500 sampel kerangka manusia asal Papua yang dibawa keluar untuk kepentingan penelitian. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Speed Boat Rombongan KSDA Tenggelam di Perairan Kaimana, Tujuh Orang Selamat

Speed Boat Rombongan KSDA Tenggelam di Perairan Kaimana, Tujuh Orang Selamat

21 September 2026
Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

21 September 2026
Dinkes Mimika Gelar Pelatihan Dokter Cilik, Guru SD YPPK Waonaripi: “Sangat Bermakna bagi Siswa

Dinkes Mimika Gelar Pelatihan Dokter Cilik, Guru SD YPPK Waonaripi: “Sangat Bermakna bagi Siswa

21 September 2026
Horison Diana Timika Tawarkan Konsep One Stop Service, Hotel hingga Hiburan

Horison Diana Timika Tawarkan Konsep One Stop Service, Hotel hingga Hiburan

21 September 2026
Wakil Komandan OPM Kodap 35 Ditangkap TNI di Bandara Dekai Yahukimo

Wakil Komandan OPM Kodap 35 Ditangkap TNI di Bandara Dekai Yahukimo

21 September 2026
Tersisa Tiga Bulan, Serapan APBD Mimika Baru 48 Persen, Target 90 Persen Diburu

Tersisa Tiga Bulan, Serapan APBD Mimika Baru 48 Persen, Target 90 Persen Diburu

21 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Pengemudi Lajuran Aris Sanda Tewas, Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

Yoris Raweyai Sebut Konflik Papua Bukan Hal Baru, Perlu Ketegasan Presiden Prabowo

Yoris Raweyai: Ratusan Pengungsi Akibat Konflik di Puncak Sulit Kembali Pulang ke Rumah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id