PUNCAK, Koranpapua.id– Kondisi ratusan pengungsi di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah sepertinya sulit untuk kembali ke rumah mereka akibat konflik yang terus terjadi di wilayah itu.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Yorrys Raweyai setelah melakukan kunjungan kerja ke wilayah itu, Minggu 2 Agustus 2026.
Dalam keterangannya seperti dilansir, Jumat 7 Agustus 2026 menyebutkan bahwa, ratusan pengungsi itu kini kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian.
Umumnya, para pengungsi berasal dari Distrik Yugumuak, Oneri, Agandugume, dan Lambewi.
“Mereka kehilangan mata pencaharian, kesempatan untuk bertani dan berkebun, serta anak-anak mereka kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak akibat daerah tempat tinggal mereka yang sedang dilanda konflik,” kata Yorrys.
Dikatakan, saat ini para pengungsi juga sulit kembali pulang ke tempat tinggal mereka karena situasi yang belum mereda.
Yorrys mengatakan Pansus DPD akan menghimpun fakta di lapangan untuk menjadi bahan merumuskan kinerja Pansus setelah masa reses.
Dalam kunjungan tersebut, Yorrys turut menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako kepada masyarakat di lokasi pengungsian.
Dia memastikan Pansus akan menindaklanjuti aspirasi para pengungsi yang terdampak konflik.
Menurutnya, pihaknya tidak hanya melihat persoalan dari aspek keamanan, tetapi juga menempatkan perlindungan masyarakat sipil.
Termasuk pemenuhan hak-hak dasar, serta pemulihan kehidupan sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian konflik Papua.
Pansus DPD RI akan terus mendorong rekomendasi yang mampu menjawab akar persoalan konflik. Yorrys juga menilai negara harus hadir memberikan perlindungan dan solusi bagi masyarakat. (Redaksi)







