ADVERTISEMENT
Selasa, September 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Setelah Menunggu Tiga Tahun, Akhirnya Ribuan Artefak Asal Papua di Amerika dikembalikan

Repatriasi benda bersejarah merujuk pada kebijakan internasional UNESCO terkait proses rekonsiliasi dan pemulihan hak atas benda budaya.

7 Agustus 2026
0
Setelah Menunggu Tiga Tahun, Akhirnya Ribuan Artefak Asal Papua di Amerika dikembalikan

Salah satu benda artefak asal Papua yang berhasil direpatriasi dari Amerika Serikat. (Foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Ribuan benda bersejarah asal Papua yang selama ini sempat dibawah ke Amerika, akhirnya berhasil dikembalikan ke Tanah Papua.

Benda-benda pusaka itu, kini diserahkan untuk disimpan di Museum Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura, Kamis 6 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Adapun benda-benda bersejarah itu, berupa 1000 benda artefak Papua, 20 ribu lembar foto dan 100-an rekaman suara yang 90 persen berasal dari Lapago dan Meepago.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seluruh benda bersejarah ini merupakan koleksi dan pengarsipan pribadi peneliti asal Amerika Serikat, O.W. (Bud) Hampton, yang dikumpulkan selama masa penelitiannya di wilayah pegunungan Papua pada 1977 – 1999.

Baca Juga

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

Pemulangan benda bersejarah ini mulai dilakukan sejak 2023 dan saat ini baru bisa dikembalikan ke Papua.

Kepala sekaligus Kurator Museum Loka Budaya UNCEN, Enrico Yory Kondologit, menjelaskan proses mengembalikan kekayaan budaya ini membutuhkan perjuangan dan kesabaran ekstra.

Meski Nota Kesepahaman (MoU) telah ditandatangani sejak tahun 2023, proses fisik repatriasi baru berhasil direalisasikan pada pertengahan tahun 2026, memakan waktu hingga 3 tahun 7 bulan.

“Prosesnya panjang bukan karena kita tidak mampu, melainkan karena urusan administrasi antarnegara yang sangat rumit. Ini adalah pembelajaran pertama bagi kami dalam melakukan repatriasi secara mandiri,” kata Enrico.

Repatriasi benda bersejarah merujuk pada kebijakan internasional UNESCO terkait proses rekonsiliasi dan pemulihan hak atas benda budaya.

Model repatriasi state-to-community yang diterapkan UNCEN diproyeksikan menjadi contoh dan rujukan bagi proses repatriasi benda bersejarah lainnya di Indonesia maupun tingkat global.

Enrico bilang, berdasarkan pemetaan dan data gerakan repatriasi, terdapat sekitar 50 ribu hingga 57 ribu koleksi artefak Papua yang tersebar di berbagai museum dan kolektor dunia.

Bahkan, terdapat lebih dari 2.500 sampel kerangka manusia asal Papua yang dibawa keluar untuk kepentingan penelitian. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

14 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

14 September 2026
Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

14 September 2026
Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

14 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    618 shares
    Bagikan 247 Tweet 155
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

Yoris Raweyai Sebut Konflik Papua Bukan Hal Baru, Perlu Ketegasan Presiden Prabowo

Yoris Raweyai: Ratusan Pengungsi Akibat Konflik di Puncak Sulit Kembali Pulang ke Rumah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id