TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Juli 2026, di Aula Meeting Room DLH Mimika, sekaligus dirangkai dengan kegiatan Pendampingan Pra Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2026.
Bimbingan teknis ini bertujuan mempersiapkan sekolah-sekolah agar mampu menerapkan budaya peduli dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan peluang meraih predikat Sekolah Adiwiyata di tingkat nasional.
Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Papua, Edison Wira Bai, yang memberikan pembekalan kepada para peserta mengenai indikator penilaian dan implementasi program Adiwiyata di lingkungan sekolah.
Usai kegiatan, Edison menjelaskan bahwa Bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membina sekolah-sekolah agar mampu membangun budaya lingkungan yang tidak hanya sebatas program, tetapi menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah.
“Harapan sekolah-sekolah ini mampu membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Edison kepada Koranpapua.id, Senin 20 Juli 2026.
Menurutnya, terdapat lima sekolah di Kabupaten Mimika yang dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2026.
Lima sekolah itu yakni, SD Inpres Timika 2, SD Negeri Saininstrar, SD Alam Kudus, SMP Negeri 11 Mimika dan SMP Negeri 7 Mimika
“Sekolah-sekolah ini akan mendapatkan pendampingan intensif agar memenuhi seluruh indikator penilaian yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Edison menegaskan, program Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi mendorong perubahan perilaku warga sekolah dalam menjaga kebersihan. ‘
Termasuk mengelola sampah, melakukan penghijauan, menghemat energi, hingga menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan ramah lingkungan.
“Yang ingin kita capai adalah terbentuknya sekolah yang memiliki budaya lingkungan. Jadi bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana seluruh warga sekolah membiasakan diri menjaga dan melestarikan lingkungan setiap hari,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, DLH Mimika berharap semakin banyak sekolah yang mampu memenuhi standar Adiwiyata, baik di tingkat kabupaten maupun nasional, sehingga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun pendidikan yang berwawasan lingkungan.
Program Adiwiyata sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
Serta penerapan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang diberikan, diharapkan lima sekolah asal Mimika mampu meraih hasil terbaik pada penilaian tingkat nasional tahun 2026. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









