ADVERTISEMENT
Senin, September 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Wajah Lain Kota Timika: Sungai Berubah Jadi Tempat Sampah dan Limbah Rumah Tangga

Kondisi Sungai Suriameka menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya gedung, tetapi juga dari kualitas lingkungan yang bersih.

16 Juli 2026
0
Wajah Lain Kota Timika: Sungai Berubah Jadi Tempat Sampah dan Limbah Rumah Tangga

Sampah dan limbah rumah tangga menumpuk di sungai di Jalan Serui Mekar, Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru, Kamis 16 Juli 2026. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Di tengah pesatnya pembangunan Kota Timika sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah, masih tersimpan persoalan lingkungan yang luput dari perhatian.

Salah satunya terlihat di Sungai Jalan Serui Mekar, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, yang kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah rumah tangga.

ADVERTISEMENT

Pantauan Koranpapua.id, Kamis 16 Juli 2026, kondisi sungai tersebut sangat memprihatinkan. Bantaran hingga aliran sungai dipenuhi berbagai jenis sampah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mulai dari sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah domestik. Bahkan, warga sekitar mengaku terdapat kotoran manusia yang dibuang ke sungai.

Baca Juga

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Akibatnya, air sungai berubah menjadi berwarna hitam, mengeluarkan bau menyengat, dan tidak lagi layak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemandangan tersebut menghadirkan ironi. Di satu sisi, Timika terus berkembang dengan pembangunan infrastruktur dan kawasan perkotaan.

Namun di sisi lain, persoalan dasar seperti pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Salah seorang warga sekitar, Mas Agus, mengaku kondisi sungai terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir dan sangat mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitarnya.

“Airnya sekarang sudah hitam dan baunya sangat menyengat. Kami yang tinggal di dekat sini merasa tidak nyaman karena sungai ini sudah tidak terawat lagi,” ujarnya kepada Koranpapua.id.

Mas Agus mengaku dirinya tidak pernah membuang sampah ke sungai. Sampah rumah tangganya selalu dibuang ke tempat penampungan agar dapat diangkut petugas menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kalau saya tidak pernah buang sampah di sini. Saya selalu buang ke tempat sampah, nanti petugas yang angkut ke TPA,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut dan segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan fungsi sungai.

Termasuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

“Orang melihat Timika sebagai kota yang maju. Tapi di balik kemajuan itu masih banyak persoalan lingkungan yang belum pernah diekspos. Pemerintah harus melihat ini dan segera menindaklanjutinya,” tegasnya.

Persoalan ini bukan hanya menyangkut estetika kota, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan.

Jika terus dibiarkan, pencemaran sungai dapat memicu penyebaran penyakit, merusak ekosistem, serta memperbesar risiko banjir akibat aliran sungai yang tersumbat sampah.

Kondisi Sungai Suriameka menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya gedung dan ramainya aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kualitas lingkungan yang bersih, sehat, dan layak dihuni.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi terkait segera melakukan pembersihan sungai, memperkuat pengawasan, menindak pelaku pembuangan sampah sembarangan.

Pemerintah juga dianjurkan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar sungai tidak lagi dijadikan tempat pembuangan limbah dan sampah. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

14 September 2026
Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

14 September 2026
HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

14 September 2026
Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

14 September 2026
Yohana Paliling Soroti Disiplin ASN Mimika dan Korupsi Waktu

Yohana Paliling Soroti Disiplin ASN Mimika dan Korupsi Waktu

14 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Kasus Penikaman di Pomako: Diduga Tuduhan Pencurian, Aksi Pemalangan Sempat Lumpuhkan Akses Pelabuhan

Kasus Penikaman di Pomako: Diduga Tuduhan Pencurian, Aksi Pemalangan Sempat Lumpuhkan Akses Pelabuhan

604 Ton Minyak Sawit Mentah Senilai Rp6 Miliar asal Mimika Dikirim ke Surabaya

604 Ton Minyak Sawit Mentah Senilai Rp6 Miliar asal Mimika Dikirim ke Surabaya

Kasus Penikaman di Pomako: Diduga Tuduhan Pencurian, Aksi Pemalangan Sempat Lumpuhkan Akses Pelabuhan

Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id