TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, menyiapkan pengembangan lahan pertanian hingga 7.000 hektare melalui program strategis nasional yang didukung Kementerian Pertanian.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mimika Abdul Haris Sudharmono mengatakan, tahapan desain pengembangan lahan telah dilakukan. Pemerintah daerah kini menunggu pelaksanaan fisik di lapangan.
Menurut dia, Distrik Iwaka menjadi salah satu wilayah yang berpotensi dikembangkan karena sudah memiliki kawasan persawahan.
Pengembangan tidak hanya dilakukan dengan membuka lahan baru, tetapi juga menghidupkan kembali sawah lama yang sudah tidak produktif.
“Yang sudah ada kita rawat dan yang mati kita sulam,” kata Abdul Haris, Senin 14 September 2026.
Pengembangan pertanian Mimika juga tidak hanya berfokus pada tanaman padi. Pemerintah daerah tetap mempertahankan komoditas kopi yang dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.
Tahun ini, DTPHP menargetkan optimalisasi sekitar 20 hektare tanaman kopi melalui perawatan dan penyulaman. Sementara pada 2027, pemerintah merancang pengembangan sekitar 100 hektare lahan kopi baru.
Namun, pengembangan kopi di sejumlah wilayah pegunungan, termasuk Banti, untuk sementara ditunda karena faktor keamanan.
Abdul Haris mengatakan seluruh program pertanian tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah agar hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah dan harga jual lebih tinggi. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







