TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika kembali mengoptimalkan sekitar 500 hektare sawah yang sebelumnya telah dicetak untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mimika Abdul Haris Sudharmono mengatakan, pemanfaatan lahan yang sudah tersedia menjadi langkah awal sebelum pemerintah melakukan perluasan lahan pertanian secara besar-besaran.
“Menanam padi memang ada tantangannya, tetapi ini bagian dari ketahanan pangan nasional yang harus kita laksanakan,” ujar Abdul Haris kepada awak media di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin 14 September 2026.
Menurut dia, pengembangan tanaman padi tidak berarti mengesampingkan pangan lokal masyarakat Mimika. Sagu tetap menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan lokal.
“Sagu tidak boleh kita usir untuk memiliki padi. Ketahanan pangan nasional jalan, tetapi ketahanan pangan lokal juga tetap kita jaga,” katanya.
Selain mengoptimalkan sawah lama, Pemkab Mimika juga menunggu realisasi program strategis nasional untuk pembukaan dan pencetakan sawah baru dengan desain pengembangan hingga 7.000 hektare di sejumlah distrik.
Program tersebut mencakup pembukaan lahan, pembangunan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, pupuk, benih, hingga penyerapan hasil produksi.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap pengembangan pertanian tidak hanya meningkatkan produksi padi, tetapi juga tetap menjaga keberadaan pangan lokal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mimika. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru






