TIMIKA, Koranpapua.id– Sebuah perahu dengan memuat empat orang nelayan (POB 4) dilaporkan hilang kontak setelah turun melaut di Perairan Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, para nelayan berangkat melaut pada 23 Juni 2026 dan dijadwalkan kembali pada 25 Juni 2026.
Namun, hingga Sabtu 27 Juni 2026 mereka belum kembali dan tidak dapat dihubungi.
Ibu Selfi, selaku pelapor sekaligus keluarga korban, mengatakan dirinya sempat berkomunikasi dengan salah satu nelayan pada Rabu pagi 24 Juni 2026.
Saat itu, korban menyampaikan bahwa mereka berencana kembali ke daratan pada Kamis 25 Juni 2026.
“Namun hingga sekarang mereka belum pulang. Nomor telepon mereka juga sudah tidak aktif, sehingga keluarga merasa khawatir,” ujarnya dalam keterangan pers di Kantor SAR Timika.
Sejak Kamis 25 Juni 2026, keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan upaya pencarian secara mandiri di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi area penangkapan ikan. Namun, hingga kini keberadaan keempat nelayan tersebut belum diketahui.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan, melalui Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, memberangkatkan tim SAR gabungan pada Sabtu pagi 27 Juni 2026.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Rescuer SAR Timika dan keluarga korban diberangkatkan menggunakan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) bermesin 600 PK menuju perairan Atuka untuk melaksanakan operasi pencarian.
Operasi pencarian diharapkan dapat segera menemukan keempat nelayan tersebut dalam keadaan selamat. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








