DEKAI, Koranpapua.id- Di tengah hamparan hijau wilayah pegunungan Papua, terjalin kehangatan yang menyejukkan jiwa antara prajurit TNI dan masyarakat.
Satgas Pamtas RI–PNG-2026 dari Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Yahukimo menjadikan kebun dan hasil bumi masyarakat sebagai lumbung logistik utama di pasar tradisional Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Langkah sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat tumbuh subur di tanah perbatasan.
Ketika personel TNI tiba di pasar, wajah para pedagang, terutama mama-mama Papua terlihat berseri-seri penuh harapan.
Kedatangan para prajurit, tidak sekadar berbelanja, melainkan memborong berbagai hasil bumi, mulai dari sayuran, umbi-umbian, hingga buah-buahan yang dihasilkan dari kebun warga lokal.
Kebutuhan dapur satuan terpenuhi, sekaligus roda perekonomian di wilayah terpencil ini terus berputar dan berkembang dengan baik.
Komandan Pos Yahukimo, Letda Pas Rifky Nanda, S.Tr.(Han), menjelaskan bahwa kehadiran pasukan bukan hanya untuk menjaga batas wilayah, melainkan juga merawat kehidupan di dalamnya.
“Kami ingin menjadi kehadiran yang menyejukkan, bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membuka jalan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan membeli hasil panen warga, TNI berharap kehidupan dan kesejahtaraan warga semakin baik dan rasa persaudaraan semakin erat.
Bagi mama-mama Papua, kedatangan prajurit untuk berbelanja adalah momen yang selalu dinanti. Mereka meyakini bahwa dengan setiap kedatangan prajurit, maka hasil panen laku terjual.
“Setiap batang sayur dan buah yang tumbuh di tanah mereka kini memiliki nilai yang pasti dan manfaat nyata. Kebun yang dulunya sekadar lahan tanam, kini terasa berharga sebagai sumber harapan dan penghidupan yang stabil,” ungkap Rifky Nanda.
Melalui langkah kecil namun berkelanjutan ini—mulai dari pembelian hasil bumi hingga berbagai kegiatan bantuan sosial dan territorial, Satgas Pasgat terus membuktikan bahwa di perbatasan, keamanan dan kesejahteraan berjalan beriringan.
Kehadiran para prajurit membawa ketenangan yang menyejukkan, mengubah batas wilayah menjadi ruang damai tempat rakyat dan prajurit tumbuh bersama dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat. (Redaksi)








