ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

“Kebun yang dulunya sekadar lahan tanam, kini terasa berharga sebagai sumber harapan dan penghidupan yang stabil”.

24 Juni 2026
0
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG-2026 dari Batalyon Parako 462 Pasgat memborong hasil kebun yang dijual mama-mama Papua di pasar tradisionil Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

DEKAI, Koranpapua.id- Di tengah hamparan hijau wilayah pegunungan Papua, terjalin kehangatan yang menyejukkan jiwa antara prajurit TNI dan masyarakat.

Satgas Pamtas RI–PNG-2026 dari Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Yahukimo menjadikan kebun dan hasil bumi masyarakat sebagai lumbung logistik utama di pasar tradisional Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

ADVERTISEMENT

Langkah sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat tumbuh subur di tanah perbatasan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketika personel TNI tiba di pasar, wajah para pedagang, terutama mama-mama Papua terlihat berseri-seri penuh harapan.

Baca Juga

Pangkoops Habema Cup 2026 Bergulir di Timika, 20 Tim Ambil Bagian

Penembakan Dua Warga di Pintu Masuk FBLB, Festival Lembah Baliem Dihentikan Sementara

Kedatangan para prajurit, tidak sekadar berbelanja, melainkan memborong berbagai hasil bumi, mulai dari sayuran, umbi-umbian, hingga buah-buahan yang dihasilkan dari kebun warga lokal.

Kebutuhan dapur satuan terpenuhi, sekaligus roda perekonomian di wilayah terpencil ini terus berputar dan berkembang dengan baik.

Komandan Pos Yahukimo, Letda Pas Rifky Nanda, S.Tr.(Han), menjelaskan bahwa kehadiran pasukan bukan hanya untuk menjaga batas wilayah, melainkan juga merawat kehidupan di dalamnya.

“Kami ingin menjadi kehadiran yang menyejukkan, bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membuka jalan kesejahteraan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan membeli hasil panen warga, TNI berharap kehidupan dan kesejahtaraan warga semakin baik dan rasa persaudaraan semakin erat.

Bagi mama-mama Papua, kedatangan prajurit untuk berbelanja adalah momen yang selalu dinanti. Mereka meyakini bahwa dengan setiap kedatangan prajurit, maka hasil panen laku terjual.

“Setiap batang sayur dan buah yang tumbuh di tanah mereka kini memiliki nilai yang pasti dan manfaat nyata. Kebun yang dulunya sekadar lahan tanam, kini terasa berharga sebagai sumber harapan dan penghidupan yang stabil,” ungkap Rifky Nanda.

Melalui langkah kecil namun berkelanjutan ini—mulai dari pembelian hasil bumi hingga berbagai kegiatan bantuan sosial dan territorial, Satgas Pasgat terus membuktikan bahwa di perbatasan, keamanan dan kesejahteraan berjalan beriringan.

Kehadiran para prajurit membawa ketenangan yang menyejukkan, mengubah batas wilayah menjadi ruang damai tempat rakyat dan prajurit tumbuh bersama dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pangkoops Habema Cup 2026 Bergulir di Timika, 20 Tim Ambil Bagian

Pangkoops Habema Cup 2026 Bergulir di Timika, 20 Tim Ambil Bagian

8 Agustus 2026
Penembakan Dua Warga di Pintu Masuk FBLB, Festival Lembah Baliem Dihentikan Sementara

Penembakan Dua Warga di Pintu Masuk FBLB, Festival Lembah Baliem Dihentikan Sementara

8 Agustus 2026
Penembakan di Festival Lembah Baliem Jayawijaya, Dua Warga Jadi Korban

Penembakan di Festival Lembah Baliem Jayawijaya, Dua Warga Jadi Korban

8 Agustus 2026
Tokoh Pemuda Amungme Tegur Aksi Palang Jalan Cenderawasih: Sengketa Lahan Jangan Ganggu Publik

Tokoh Pemuda Amungme Tegur Aksi Palang Jalan Cenderawasih: Sengketa Lahan Jangan Ganggu Publik

8 Agustus 2026
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

38 Tahun Menanti Pengakuan Negara, 75 Pasangan OAP di Ohotya Akhirnya Kantongi Akta Perkawinan

8 Agustus 2026
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

14 Ribu Pencaker Lokal Menganggur, APELCAMI Tagih Keadilan: Mimika Dipenuhi Investasi, Tapi Anak Daerah Jadi Penonton

8 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id