SORONG, Koranpapua.id- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan ke Refinery Unit (RU) VII Kilang Kasim PT Pertamina Patra Niaga di Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Peninjauan yang sudah dilakukan pada Jumat 18 Juni 2026 lalu, untuk memastikan keandalan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur.
Anggota Komite BPH Migas, Eman Salman Arief menyampaikan, Kilang Kasim memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya kilang pengolahan minyak di kawasan Indonesia Timur.
Kilang Kasim dibangun pada tahun 1995 dan mulai beroperasi pada tahun 1997. Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini kilang beroperasi normal dan mendukung penyediaan BBM di wilayah Papua dan Maluku.
“Saat ini Kilang Kasim dapat menyediakan Pertalite sekitar 8% dan Biosolar sekitar 12% dari demand (kebutuhan) di Papua-Maluku,” jelasnya seperti dikutip, Senin 22 Juni 2026.
“Sisa kebutuhan dipasok melalui beberapa titik depot atau Terminal BBM (TBBM), seperti TBBM Sorong, Jayapura dan Wayame,” sambungnya.
Eman menambahkan, untuk meningkatkan ketahanan pasokan BBM di wilayah timur Indonesia, saat ini tengah dibangun fasilitas tangki dan jetty open access. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional kilang.
“Dengan nanti terbangunnya tangki dan jetty open access ini, kapasitas kilang yang saat ini berada di angka sekitar 6 ribu barel per hari dapat kembali ke 10 ribu barel per hari, sesuai kapasitas desain awalnya,” terang Eman.
Eman juga berharap pembangunan dan operasional kilang dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Papua dan Maluku dapat terus terpenuhi.
Sementara itu, General Manager RU VII Kasim PT Pertamina Patra Niaga Hadi Siswanto menyambut baik dukungan BPH Migas terhadap pengembangan fasilitas kilang.
Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi di kawasan timur Indonesia. Pihaknya juga menyatakan siap menyuplai kebutuhan BBM nasional di area Papua-Maluku, kawasan Indonesia Timur.
“Ke depan, kami siap untuk mendukung pengembangan kilang, sehingga kilang yang ada di Indonesia Timur bisa mencukupi secara keseluruhan kebutuhan Papua dan Maluku,” tuturnya. (Redaksi)










