YAHUKIMO, Koranpapua.id- Sebanyak 230 warga yang selama ini mengungsi di Tanah Merah, akhirnya kembali ke kampung halaman mereka di wilayah Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Seperti diketahui, ratusan warga ini beberapa waktu lalu terpaksa harus meninggalkan tanah kelahiran, akibat terjadinya gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kedatangan rombongan pengungsi disambut langsung oleh personel Pos Manggelum Satgas Pamtas RI‑PNG Yon Parako 462 Pasgat di lingkungan Gedung Fire Station dan menara pemantau Bandara Manggelum, pada Kamis 18 Juni 2026 sekitar pukul 13.15 WIT.
Kedatangan rombongan pertama yang berjumlah sekitar 15 orang diamati oleh Serda Rio Novaldri dari jaga depan Pos Manggelum saat bergerak dari arah pelabuhan menuju area Bandara.
Petugas kemudian melakukan penghentian sementara di titik berjarak sekitar 100 meter dari pos pengamanan guna dilakukan verifikasi.
Selanjutnya melaporkan kepada Komandan Pos Satgas Pasgat Manggelum, Letda Pas Pramudya Wira Ardana, yang kemudian turut menyambut serta melakukan silaturahmi bersama para pemimpin daerah setempat.
Rombongan pengungsi dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Manggelum, Ruben Angingom, serta Kepala Kampung Manggelum, Simson Warum, serta Kepala Kampung Mangga Tiga, Uria Balembesip.
Kepala Distrik Manggelum, Ruben Angingom menjelaskan bahwa sebelumnya tercatat sebanyak 65 kepala keluarga dengan total 230 jiwa (113 laki‑laki dan 117 perempuan) terpaksa mengungsi ke Tanah Merah.
Keputusan untuk mengungsi dikarenakan adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh KKB di bawah pimpinan Kopitua Heluka serta Kompi Kasuari pimpinan Jeckson Tamaka.
Disampaikan, pada tahap awal pemulangan menggunakan tujuh unit perahu mengangkut 20 kepala keluarga telah tiba di kampung asal masing-masing.
“Sementara pendataan jumlah jiwa sedang dilakukan lebih lanjut oleh pihak pemerintahan distrik dan kampung,” ujar Ruben Angingom.

Sementara 26 kepala keluarga yang masih berada di Tanah Merah akan kembali secara bertahap, dan sebagian kecil warga lainnya belum juga keluar dari lokasi pengungsian di dalam kawasan hutan.
Dalam pertemuan tersebut, Komandan Pos Pasgat Letda Pas Pramudya Wira Ardana menyampaikan, selamat datang serta rasa gembira atas dimulainya pemulihan kehidupan warga.
Ia menghimbau agar masyarakat yang masih tertinggal di tempat pengungsian maupun di dalam hutan untuk segera kembali ke kampung halaman agar dapat beraktivitas seperti biasa.
Masyarakat juga diajak untuk senantiasa menjaga kewaspadaan serta terbuka dalam menyampaikan informasi terkait keberadaan maupun pergerakan kelompok bersenjata di sekitar wilayahnya.
“Keberadaan pos pengamanan kami di sini adalah untuk mengatasi kesulitan masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman dari gangguan keamanan dan ketertiban umum,” ujar Letda Pas Pramudya Wira Ardana dalam keteranganya yang diterima Koranpapua.id, Jumat 19 Juni 2026.
Dukungan penuh juga disampaikan para pemimpin wilayah yang berjanji akan terus mendampingi dan mengawal proses kembalinya seluruh warga ke kampung masing‑masing.
Dengan demikian, kehidupan sosial dan ekonomi di Distrik Manggelum dapat pulih dan berjalan normal. (Redaksi)







