ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

“Tanpa YPMAK, saya tidak akan berani bermimpi besar. Saya tidak akan memiliki kesempatan belajar di luar Papua, bertemu banyak orang, bahkan menginjak negara lain”.

16 Juni 2026
0
Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

Fitalia Tumuka, salah satu penerima beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro yang telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Perjalanan hidup Fitalia Tumuka menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Putri Kamoro kelahiran Timika, 13 Juni 2002 ini berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum (SH) di Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata Semarang dan resmi diwisuda pada 13 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fitalia merupakan salah satu penerima beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang dananya dikelola Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) serta dibina Yayasan Binterbusih Semarang. Beasiswa tersebut mendampingi perjalanan pendidikannya sejak jenjang SMA hingga perguruan tinggi.

Baca Juga

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

Riwayat pendidikannya dimulai di SD YPPK Tiga Raja Timika (2009–2016), kemudian melanjutkan ke SMP YPPK Santo Bernardus Timika (2016–2019).

Setelah lulus SMP, Fitalia memperoleh kesempatan mengikuti seleksi beasiswa YPMAK dan berhasil lolos untuk melanjutkan pendidikan di Jawa.

Fitalia Tumuka bersama teman dan keluarga saat wisuda S1 di Semarang pada 13 Juni 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

“Saya mengetahui beasiswa YPMAK pertama kali saat lulus SMP. Waktu itu saya melihat kondisi ekonomi keluarga yang tidak begitu baik. Saya berpikir jika mendapatkan beasiswa, saya bisa membantu meringankan beban orang tua,” ujar Fitalia kepada Koranpapua.id, Selasa 16 Juni 2026.

Berasal dari keluarga dengan sembilan bersaudara, Fitalia merupakan anak kedelapan. Ibunya adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari membantu pekerjaan orang lain, sementara ayahnya telah pensiun sejak beberapa tahun lalu.

Kondisi tersebut menjadi motivasi kuat baginya untuk meraih pendidikan melalui jalur beasiswa.

Meski sempat menghadapi berbagai tantangan dalam proses seleksi, termasuk kondisi kesehatan yang kurang baik saat mengikuti tes, Fitalia berhasil lolos dan berangkat ke Semarang pada 2019 untuk menempuh pendidikan SMA.

Awalnya ia bersekolah di SMA Santo Michael Semarang (2019–2021). Namun karena sekolah tersebut akhirnya ditutup akibat minim peminat, ia dipindahkan ke SMA Sint Louis Semarang dan menyelesaikan pendidikan menengah atasnya pada 2022.

Setelah lulus SMA, Fitalia sempat bercita-cita masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia mengikuti berbagai persiapan dan bimbingan belajar selama berbulan-bulan, namun belum berhasil lolos seleksi. Kegagalan tersebut justru membawanya pada pilihan baru.

Ia kemudian diterima di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang pada Fakultas Hukum.

Selama kuliah, Fitalia aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Berkat kerja keras dan kedisiplinannya, ia mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun.

“Tanpa terasa proses itu berjalan begitu cepat. Saya bisa beradaptasi dengan baik, membangun relasi dengan banyak teman, dan akhirnya menyelesaikan seluruh proses hingga yudisium dan wisuda,” katanya.

Tidak hanya berprestasi di dalam negeri, Fitalia juga memperoleh kesempatan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Vietnam selama satu bulan lebih.

Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama internasional yang difasilitasi kampus bersama AIESEC.

Menurutnya, Vietnam dipilih karena biaya hidup yang relatif terjangkau dan sesuai dengan tujuan program pengabdian yang berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak.

“Ini adalah pengalaman pertama saya ke luar negeri. Saya ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar sekaligus berbagi pengetahuan,” ujarnya.

Dalam program tersebut, Fitalia mengajar anak-anak taman kanak-kanak dan peserta kursus bahasa Inggris.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri mengikuti tes IELTS sebagai langkah awal untuk mengejar impian melanjutkan studi magister (S2) di luar negeri.

“Saya ingin bermimpi lebih besar lagi. Jika ada kesempatan, saya ingin melanjutkan S2 di luar negeri karena saya sudah mempersiapkan kemampuan Bahasa Inggris dan ingin terus belajar,” katanya.

Ke depan, Fitalia bercita-cita mendalami bidang hak-hak anak internasional (International Children’s Rights). Ia ingin berkontribusi dalam memperjuangkan hak-hak kelompok rentan, khususnya anak dan perempuan di Papua.

“Saya ingin membangun platform atau website yang dapat merespons kebutuhan anak dan perempuan. Saya berharap bisa membantu mereka yang selama ini belum mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang,” ungkapnya.

Fitalia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada YPMAK yang telah membuka jalan baginya untuk mengenyam pendidikan dan mengembangkan potensi diri.

“Tanpa YPMAK, saya tidak akan berani bermimpi besar. Saya tidak akan memiliki kesempatan belajar di luar Papua, bertemu banyak orang, bahkan menginjak negara lain. Saya sangat bersyukur karena YPMAK hadir dan membantu mewujudkan mimpi anak-anak Papua,” tuturnya.

Fitalia berharap YPMAK terus hadir memberikan kesempatan kepada generasi muda Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya untuk meraih pendidikan yang lebih baik.

“Jika ada anak-anak yang memiliki mimpi besar dan kemampuan untuk berkembang, berikan mereka kesempatan. Kesempatan itu bisa mengubah masa depan mereka, seperti yang saya alami,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

1 Agustus 2026
Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

1 Agustus 2026
BKN Dorong Pemda Kaimana, Mansel, dan Kota Sorong Percepat Manajemen Talenta ASN

BKN Dorong Pemda Kaimana, Mansel, dan Kota Sorong Percepat Manajemen Talenta ASN

1 Agustus 2026
Pendapatan APBD Papua Tengah 2025 Lampaui Target, Gubernur Meki Soroti Enam Tantangan

Pendapatan APBD Papua Tengah 2025 Lampaui Target, Gubernur Meki Soroti Enam Tantangan

1 Agustus 2026
Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

1 Agustus 2026
Pemkab Mimika Pasang 51 CCTV, Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kriminal

Pemkab Mimika Pasang 51 CCTV, Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kriminal

1 Agustus 2026

POPULER

  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    721 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post

Wamendagri Minta Gubernur, Bupati dan Wali Kota di Papua Percepat RAP Dana Otsus dan DTI 2026

Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id