ADVERTISEMENT
Kamis, September 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Kondisi di lapangan menjadi pengingat keras bahwa negara tidak boleh menutup mata terhadap masa depan generasi muda di wilayah terpencil, terutama yang terdampak konflik.

17 Juni 2026
0
Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Kapolda Papua Tengah Brigjen Jeremias menemui anak sekolah honai di Tembagapura. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Persoalan pendidikan di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih berkutat pada keterbatasan tenaga pengajar serta minimnya infrastruktur dasar.

Kalau pun ada gedung sekolah, namun banyak guru yang tidak menetap di tempat tugas. Akibatnya rasio guru dan murid sangat timpang, di mana satu guru terpaksa mengajar ratusan siswa di enam kelas yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Persoalan ini juga bisa saja terjadi, dikarenakan banyak sekolah di pedalaman belum memiliki fasilitas belajar yang layak dan didukung dengan insfrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kondisi yang ada menciptakan ketimbangan yang sangat jauh jika dibandingkan dengan fasilitas pendidikan yang ada di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.

Baca Juga

PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

Dinkes Mimika Siapkan Tim Percepatan Penanggulangan TBC, Lintas Sektor Diminta Bergerak Bersama

Patret buram pendidikan di Mimika, kini sedang dialami oleh anak-anak usia sekolah di wilayah Distrik Tembagapura.

Mereka terpaksa harus belajar seadanya di Sekolah Honai, sebuah sekolah darurat yang dibangun oleh Polsek Tembagapura.

Pada Selasa 16 Juni 2026, Kapolda Papua Brigjen Pol Jermias Rontini di tengah-tengah kesibukannya berkesempatan mengunjungi Sekolah Honai itu.

Dalam kunjungan itu, Kapolda menginisiasi berdialog dengan anak-anak yang selama ini belajar di Sekolah Honai tersebut.

Kapolda Yermias memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan isi hati mereka terkait pengalaman mengikuti proses belajar di sekolah darurat.

Dalam kesempatan itu, seorang perwakilan siswa bernama Tinus Waker, memberanikan diri menyampaikan perasaan hatinya.

“Kami bercita-cita menjadi dokter, polisi, TNI, dan guru. Tapi bagaimana kami bisa meraih cita-cita jika sejak tahun 2017 (sembilan tahun) kami belum memiliki sekolah yang memadai,” ujar Tinus polos.

Mendengar curhatan Tinus, membuat suasana yang sebelumnya sempat ramai berubah menjadi hening.

Menanggapi hal itu, Kapolda Jermias menegaskan bahwa aspirasi anak-anak Tembagapura akan menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

“Apa yang disampaikan anak-anak hari ini akan saya teruskan kepada pihak yang berwenang. Kita semua berdoa agar harapan mereka dapat terwujud dan pendidikan di Tembagapura mendapatkan perhatian yang lebih baik,” janji Kapolda Jermias.

Ia menekankan bahwa persoalan krisis pendidikan di Tembagapura tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena setiap anak Papua memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

“Saya tidak ingin ada anak-anak yang putus sekolah dan kehilangan masa depannya. Anak-anak ini adalah generasi penerus Papua Tengah yang harus kita selamatkan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut, namun perlu ada solusi nyata. Pemerintah Daerah Mimika, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan semua pihak harus duduk bersama mencari jalan keluar agar anak-anak kembali mendapatkan hak pendidikannya secara layak.

Kapolda Jermias mengaku sangat terharu melihat antusiasme belajar yang ditunjukkan oleh anak-anak Tembagapura.

Baginya, kondisi di lapangan menjadi pengingat keras bahwa negara tidak boleh menutup mata terhadap masa depan generasi muda di wilayah terpencil, terutama yang terdampak konflik.

“Mereka memiliki cita-cita yang besar. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, polisi, dan tentara. Tugas kita adalah memastikan mimpi-mimpi itu tidak berhenti hanya karena mereka tidak memiliki sekolah yang memadai,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Jermias juga menyerahkan bantuan alat tulis dan perlengkapan belajar kepada perwakilan siswa.

Bantuan ini menjadi simbol bahwa perjuangan anak-anak Tembagapura untuk meraih masa depan tidak berjalan sendirian.

Seperti diketahui, saat ini Sekolah Honai menjadi tempat belajar bagi 55 anak Tembagapura yang terdampak konflik keamanan sejak tahun 2017 akibat gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Konflik yang berkepanjangan tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas pendidikan rusak bahkan terbakar, hingga akhirnya aktivitas sekolah perlahan terhenti total. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

17 September 2026
Dinkes Mimika Siapkan Tim Percepatan Penanggulangan TBC, Lintas Sektor Diminta Bergerak Bersama

Dinkes Mimika Siapkan Tim Percepatan Penanggulangan TBC, Lintas Sektor Diminta Bergerak Bersama

17 September 2026
Razia Gabungan di Lapas Timika, Petugas Sita Pisau hingga Panah Mini

Razia Gabungan di Lapas Timika, Petugas Sita Pisau hingga Panah Mini

17 September 2026
Jenazah Sopir Wamena–Mbua Tewas Terbakar Dievakuasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Jenazah Sopir Wamena–Mbua Tewas Terbakar Dievakuasi, Polisi Selidiki Kasusnya

17 September 2026
Pemkab Mimika Dorong OPD Perkuat Integrasi Data untuk SPBE

Pemkab Mimika Dorong OPD Perkuat Integrasi Data untuk SPBE

17 September 2026
Bupati Mimika Luncurkan ATCS, 51 Kamera Awasi Lalu Lintas di Timika

Bupati Mimika Luncurkan ATCS, 51 Kamera Awasi Lalu Lintas di Timika

17 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    622 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Polisi Identifikasi Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Tiga Masih Hilang

Dua Oknum Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan Ketua Partai Garuda

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Gereja Dorong Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id