ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Kondisi di lapangan menjadi pengingat keras bahwa negara tidak boleh menutup mata terhadap masa depan generasi muda di wilayah terpencil, terutama yang terdampak konflik.

17 Juni 2026
0
Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Kapolda Papua Tengah Brigjen Jeremias menemui anak sekolah honai di Tembagapura. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Persoalan pendidikan di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih berkutat pada keterbatasan tenaga pengajar serta minimnya infrastruktur dasar.

Kalau pun ada gedung sekolah, namun banyak guru yang tidak menetap di tempat tugas. Akibatnya rasio guru dan murid sangat timpang, di mana satu guru terpaksa mengajar ratusan siswa di enam kelas yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Persoalan ini juga bisa saja terjadi, dikarenakan banyak sekolah di pedalaman belum memiliki fasilitas belajar yang layak dan didukung dengan insfrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kondisi yang ada menciptakan ketimbangan yang sangat jauh jika dibandingkan dengan fasilitas pendidikan yang ada di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.

Baca Juga

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

Patret buram pendidikan di Mimika, kini sedang dialami oleh anak-anak usia sekolah di wilayah Distrik Tembagapura.

Mereka terpaksa harus belajar seadanya di Sekolah Honai, sebuah sekolah darurat yang dibangun oleh Polsek Tembagapura.

Pada Selasa 16 Juni 2026, Kapolda Papua Brigjen Pol Jermias Rontini di tengah-tengah kesibukannya berkesempatan mengunjungi Sekolah Honai itu.

Dalam kunjungan itu, Kapolda menginisiasi berdialog dengan anak-anak yang selama ini belajar di Sekolah Honai tersebut.

Kapolda Yermias memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan isi hati mereka terkait pengalaman mengikuti proses belajar di sekolah darurat.

Dalam kesempatan itu, seorang perwakilan siswa bernama Tinus Waker, memberanikan diri menyampaikan perasaan hatinya.

“Kami bercita-cita menjadi dokter, polisi, TNI, dan guru. Tapi bagaimana kami bisa meraih cita-cita jika sejak tahun 2017 (sembilan tahun) kami belum memiliki sekolah yang memadai,” ujar Tinus polos.

Mendengar curhatan Tinus, membuat suasana yang sebelumnya sempat ramai berubah menjadi hening.

Menanggapi hal itu, Kapolda Jermias menegaskan bahwa aspirasi anak-anak Tembagapura akan menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

“Apa yang disampaikan anak-anak hari ini akan saya teruskan kepada pihak yang berwenang. Kita semua berdoa agar harapan mereka dapat terwujud dan pendidikan di Tembagapura mendapatkan perhatian yang lebih baik,” janji Kapolda Jermias.

Ia menekankan bahwa persoalan krisis pendidikan di Tembagapura tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena setiap anak Papua memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

“Saya tidak ingin ada anak-anak yang putus sekolah dan kehilangan masa depannya. Anak-anak ini adalah generasi penerus Papua Tengah yang harus kita selamatkan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut, namun perlu ada solusi nyata. Pemerintah Daerah Mimika, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan semua pihak harus duduk bersama mencari jalan keluar agar anak-anak kembali mendapatkan hak pendidikannya secara layak.

Kapolda Jermias mengaku sangat terharu melihat antusiasme belajar yang ditunjukkan oleh anak-anak Tembagapura.

Baginya, kondisi di lapangan menjadi pengingat keras bahwa negara tidak boleh menutup mata terhadap masa depan generasi muda di wilayah terpencil, terutama yang terdampak konflik.

“Mereka memiliki cita-cita yang besar. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, polisi, dan tentara. Tugas kita adalah memastikan mimpi-mimpi itu tidak berhenti hanya karena mereka tidak memiliki sekolah yang memadai,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Jermias juga menyerahkan bantuan alat tulis dan perlengkapan belajar kepada perwakilan siswa.

Bantuan ini menjadi simbol bahwa perjuangan anak-anak Tembagapura untuk meraih masa depan tidak berjalan sendirian.

Seperti diketahui, saat ini Sekolah Honai menjadi tempat belajar bagi 55 anak Tembagapura yang terdampak konflik keamanan sejak tahun 2017 akibat gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Konflik yang berkepanjangan tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas pendidikan rusak bahkan terbakar, hingga akhirnya aktivitas sekolah perlahan terhenti total. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

1 Agustus 2026
Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

Bapenda Mimika Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha untuk Optimalkan PAD

1 Agustus 2026
BKN Dorong Pemda Kaimana, Mansel, dan Kota Sorong Percepat Manajemen Talenta ASN

BKN Dorong Pemda Kaimana, Mansel, dan Kota Sorong Percepat Manajemen Talenta ASN

1 Agustus 2026
Pendapatan APBD Papua Tengah 2025 Lampaui Target, Gubernur Meki Soroti Enam Tantangan

Pendapatan APBD Papua Tengah 2025 Lampaui Target, Gubernur Meki Soroti Enam Tantangan

1 Agustus 2026
Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

1 Agustus 2026
Pemkab Mimika Pasang 51 CCTV, Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kriminal

Pemkab Mimika Pasang 51 CCTV, Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kriminal

1 Agustus 2026

POPULER

  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    722 shares
    Bagikan 289 Tweet 181
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Tiga Masih Hilang

Dua Oknum Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan Ketua Partai Garuda

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Gereja Dorong Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id