TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 20 anak-anak usia sekolah yang tinggal di kawasan Kali Kabur dan perkampungan Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mendapatkan pelajaran membaca dan menulis.
Berbeda dengan anak-anak lain yang menerima pelajaran di lembaga pendidikan formal dan diberikan langsung tenaga pendidik (guru).
Puluhan anak-anak di dua kampung itu mengikuti pelajaran di honai, sementara pengajarnya adalah personel polisi dari Polsek Tembagapura, Polres Mimika.
Kegiatan belajar mengajar yang berlangsung pada Selasa 2 Juni 2026 selama satu setengah jam (09.00 hingga 10.30 WIT), dipandu oleh tiga personel polisi.
Ketiga polisi peduli pendidikan itu yaitu, Aipda Lebu Tadan dan Briptu Willyam Kasminya dari Unit Binmas, serta Bripda Matius Agaki dari Unit Reskrim.
Melalui pendekatan yang humanis, para personel mengajarkan materi dasar seperti membaca, menulis, berhitung, hingga mewarnai gambar.
Suasana belajar mengajar juga dikemas dengan menyenangkan, diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Menariknya, kegiatan hari ini turut diwarnai aksi sosial dari seorang siswi SD YPJ Tembagapura bernama Lovely.
Di hari ulang tahunnya, ia berkunjung untuk membagikan bingkisan makanan ringan sebagai wujud syukur dan kepedulian antar sesama.
”Melihat senyum dan antusiasme anak-anak ini saat belajar membaca dan berhitung di dalam Honai adalah kebahagiaan luar biasa bagi kami,” ungkap Aipda Lebu
Aipda Lebu menuturkan bahwa aktivitas sekolah di Kampung Waa Banti saat ini belum berjalan maksimal, karena itu Polsek Tembagapura hadir untuk memastikan anak-anak tidak tertinggal pelajaran.
Kebahagiaan anak-anak semakin lengkap saat personel Polsek membagikan makanan kotak dan snack di akhir sesi.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengisi kekosongan pendidikan formal sehingga anak-anak di Kampung Waa Banti dan kawasan Kali Kabur tetap bisa mendapatkan hak pendidikan yang layak. (Redaksi)







