KAIMANA, Koranpapua.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, Selasa 26 Mei 2026 sekitar pukul 05.03 WIB.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,1.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya seperti dikutip dari laman resmi BMKG menyebutkan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,01° LS ; 134,00° BT.
“Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 km arah tenggara Kaimana, Papua Barat pada kedalaman 24 km,” ujar Wijayanto.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Tarera Aiduna.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.
Di daerah Kaimana, guncangan tercatat pada skala IV–V MMI, yang berarti getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan menyebabkan banyak orang terbangun.
Sementara itu, di Kota Kaimana, intensitas gempa berada pada skala III–IV MMI. Getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, terutama pada siang hari.
Selain itu, guncangan dengan intensitas lebih ringan juga dirasakan di beberapa daerah lain. Kota Rasiei, Kota Dobo, Kota Bintuni, dan Kota Nabire mengalami guncangan pada skala II MMI.
Pada tingkat ini, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang, sementara benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar Wijayanto.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 05.24 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. (Redaksi)








