JAYAPURA, Koranpapua.id– Pengawasan terhadap akses masuk penumpang di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, kini semakin dioptimalkan.
Perketat pengawasan yang sudah dimulai sejak awal tahun 2026, bertujuan mengantisipasi praktik percaloan tiket, terutama saat momen-momen krusial dengan mobilitas penumpang yang tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Personel Korpasgat membantu untuk melakukan penyaringan (filtering) secara ketat terhadap para pemegang tiket.
Letda Pas M. Rianfah, Pelaksana Harian Korpasgat di Bandara Sentani, menjelaskan fokus utama pengamanan saat ini adalah memastikan hanya calon penumpang resmi yang dapat memasuki area-area terbatas di dalam terminal.
“Kalau untuk perketat (secara berlebihan) itu kami kira tidak perlu, karena pihak Bandara seperti Avsec (Aviation Security) sudah punya SOP bahwa Bandara tidak semua orang bisa masuk,” ujar Letda Rianfah dalam keterangannya yang diterima koranpapua.id, Selasa 24 Februari 2026.
“Saat ini yang kami filter betul-betul adalah yang memegang tiket, ini karena kami menghindari sistem yang tidak benar,” tandasnya.
Tingginya mobilitas penumpang di Bandara-Bandara dalam wilayah Papua, kerap membuka celah untuk terjadinya praktek calo tiket.
Oleh karena itu, pengecekan difokuskan pada titik-titik vital perpindahan penumpang.

“Banyak kejadian jika mobilitas penumpang sedang tinggi, sering muncul kesempatan untuk mencari celah tersebut,” jelasnya.
“Ruang terminal Bandara itu kan ada dua, di dalam ruang check-in dan di ruang tunggu. Di situ yang akan kami filter,” tegas Pelaksana Harian Bandara Sentani.
Sebagai langkah nyata, petugas gabungan saat ini telah memberlakukan sistem pemisahan (split) di area pintu masuk.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pengantar atau orang tanpa tiket penerbangan yang bisa menerobos masuk hingga ke area check-in.
Meski demikian, hingga saat ini situasi di Bandara Sentani tetap aman dan terkendali. Penerapan aturan ini murni sebagai bentuk mitigasi dan tindakan preventif keamanan penerbangan.
“Memang sejauh ini belum ada laporan terkait praktik tersebut, tapi kita mencegah terlebih dahulu sebelum hal itu terjadi,” tutupnya. (Redaksi)








