TIMIKA, Koranpapua.id- Informasi mengenai agenda pelaksanaan Musyawarah Adat (Musdat) pemilihan pemimpin baru Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko), mendapatkan penolakan oleh Lemasko pimpinan Gregorius (Geri) Okoare.
Melalui Marianus Manaepeku, Wakil Ketua Lemasko versi Geri Okoare mengatakan, Musdat yang akan dilaksanakan tanggal 3-4 Desember 2025 telah melanggar kesepakatan bersama hasil pertemuan di Hotel Horizon Ultima beberapa waktu lalu.
“Kami minta agar pemerintah daerah untuk hentikan atau tidak boleh merestui Musdat ini,” kata Marianus.
“Karena kesepakatan bersama pemerintah dalam hal ini Bupati Johannes Rettob di Hotel Ultima, kita harus duduk bersama,” tegas Marianus ketika menghubungi koranpapua.id, Selasa 2 Desember 2025.
Menurut Marianus, jika pemerintah memberikan lampu hijau dan mendukung pelaksanaan Musdat, dikuatirkan akan berdampak buruk terhadap perkembangan organisasi Lemasko kedepan.
Marianus juga menyampaikan bahwa, Geri Okoare sebenarnya tidak mempermasalahkan dilakukan Musdat, namun ia berharap agar semua persoalan di tubuh Lemasko diselesaikan terlebih dahulu.
“Arahan pak Bupati dalam pertemuan dengan seluruh tokoh-tokoh Kamoro sudah jelas. Harapan kami semua hal yang berkaitan dengan persolan yang terjadi termasuk masalah pribadi dan utang piutang harus diselesaikan dulu,” pungkas Marianus.
Dikatakan, saat ini Lemasko masih fokus menyelesaikan penyelesaian adat terkait sengketa batas wilayah Kabupaten Mimika dan Deiyai.
Karena itu, Marianus kembali menegaskan agar Pemda Mimika tidak ikut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Musdat tersebut.
Seperti diketahui rencana Musdat pemilihan ketua baru Lemasko akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 November 2025.
Agenda ini telah disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Sekretariat Lemasko, Jalan Timika Indah, Sabtu 1 Desember 2025. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










