ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Dari Lapak Kecil ke Bangku Kuliah Anak, Cerita Pedagang Pakaian Bekas di Ujung Cemas

29 Oktober 2025
0
Dari Lapak Kecil ke Bangku Kuliah Anak, Cerita Pedagang Pakaian Bekas di Ujung Cemas

Pakaian bekas jualan Mama Adit di Pasar Sentral Timika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Regulasi yang berlaku saat ini masih lemah dari sisi sanksi, sehingga banyak pelaku usaha yang masih berani memasukkan barang bekas dari luar negeri secara ilegal.

TIMIKA, Koranpapua.id– Rencana pemerintah untuk memperketat aturan impor pakaian bekas membuat para pedagang di Pasar Sentral Timika, Papua Tengah mulai cemas.

Mereka khawatir kebijakan itu akan mematikan sumber penghidupan yang telah mereka jalani puluhan tahun.

ADVERTISEMENT

Mama Adit salah satu pedagang yang ditemui di lapak kecilnya, mengaku sudah menekuni usaha jual pakaian bekas sejak tahun 2000.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dia mengaku dari hasil jualan itu, mampu membiayai kebutuhan keluarga hingga menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi.

Baca Juga

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

“Dari tahun 2000 kita sudah jualan ini. Tidak ada usaha lain. Dari sini kita makan, anak-anak sekolah juga dari sini,” ujarnya kepada koranpapua.id, Rabu 29 Oktober 2025.

Menurut Mama Adit, dalam sebulan ia biasanya memesan sekitar empat bal pakaian dari Jakarta melalui jasa ekspedisi.

Setiap bal dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp6 juta hingga Rp10 juta, tergantung kualitas isi.

“Kalau yang bagus bisa sampai sepuluh juta per bal. Untungnya paling satu juta lebih saja, tidak banyak. Kadang dua bulan baru pesan lagi,” katanya.

Ia mengaku omzetnya kini tidak menentu. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan sekitar Rp500 ribu, namun kadang lebih kecil tergantung jumlah pembeli.

Meski begitu, usaha ini menjadi satu-satunya tumpuan hidup bagi dirinya dan keluarga.

“Sudah 25 tahun saya jualan ini. Tidak tahu mau jual apa lagi kalau dilarang. Mudah-mudahan jangan sampai ditutup,” ucapnya lirih.

Keresahan Mama Adit juga dirasakan banyak pedagang lain di Pasar Sentral Timika. Salah satunya ibu Ida.

Ia berharap pemerintah mempertimbangkan dampak sosial sebelum memberlakukan larangan impor pakaian bekas secara menyeluruh.

“Kalau memang mau dilarang, tolong ada solusi. Kita ini hidup dari sini,” keluhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan aturan baru untuk memberantas impor pakaian bekas ilegal.

Ia menilai regulasi yang berlaku saat ini masih lemah dari sisi sanksi, sehingga banyak pelaku usaha yang masih berani memasukkan barang bekas dari luar negeri secara ilegal.

Kendati demikian, bagi pedagang kecil seperti ibu Ida, aturan itu bukan sekadar urusan bisnis, tetapi soal nasib keluarga.

“Kita cuma berharap semoga tidak jadi dilarang. Karena dari dulu, hanya ini yang kita bisa,” tutupnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

17 Agustus 2026
HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

17 Agustus 2026
PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

17 Agustus 2026
Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

17 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    914 shares
    Bagikan 366 Tweet 229
  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    699 shares
    Bagikan 280 Tweet 175
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    681 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
Next Post
Satgas ODC Serahkan Tersangka Yatien Enumbi ke Kejaksaan Nabire, Berikut Daftar Barang Bukti

Satgas ODC Serahkan Tersangka Yatien Enumbi ke Kejaksaan Nabire, Berikut Daftar Barang Bukti

Hari Sumpah Pemuda di Paniai Berlangsung Khidmat, Lettu Pas Pande Putu Bayu: Kami Bangga Ikut Berpartisipasi

Hari Sumpah Pemuda di Paniai Berlangsung Khidmat, Lettu Pas Pande Putu Bayu: Kami Bangga Ikut Berpartisipasi

Analisis dan Evaluasi Kebijakan Diharapkan Dapat Meningkatkan Jumlah Natoris di Papua Barat

Analisis dan Evaluasi Kebijakan Diharapkan Dapat Meningkatkan Jumlah Natoris di Papua Barat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id