ADVERTISEMENT
Rabu, Mei 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Prihatin! Eskalasi Kekerasan Senjata Dorong Lonjakan Pengungsi, Kini Tembus 107.000 Orang

“Mereka juga mendesak investigasi independen atas dugaan pelanggaran HAM dan membuka akses bagi jurnalis asing agar situasi Papua tidak terus tertutup dari sorotan dunia”.

22 April 2026
0
Prihatin! Eskalasi Kekerasan Senjata Dorong Lonjakan Pengungsi, Kini Tembus 107.000 Orang

Dewan Gereja Papua (DGP). (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Lonjakan pengungsi sebagai akibat eskalasi kekerasan senjata dan operasi militer terus terjadi sampai di Bulan April 2026.

Dewan Gereja Papua (DGP) mengungkap saat ini terdapat sekitar 107.000 orang Papua hidup di pengungsian, sebagai akibat dari konflik bersenjata yang terus terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Papua.

ADVERTISEMENT

Dalam keterangan pers yang dirilis di Jayapura, Selasa 21 April 2026, DGP menegaskan, lonjakan pengungsian tidak terlepas dari eskalasi kekerasan dan operasi militer yang kian intens di wilayah sipil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Secara khusus terjadi sepanjang Maret hingga April 2026 di daerah pegunungan, seperti Lanny Jaya, Intan Jaya, Puncak dan Dogiyai.

Baca Juga

Perdana di Papua, Maxim Bersama Pemprov PBD Gelar Kuis Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK se-Kota Sorong

27 Tim SMA/SMK di Mimika Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup II

Pdt. Dorman Wandikbo dalam keterangan pers tersebut menyampaikan bahwa, situasi yang saat ini terjadi di Tanah Papua, bukan lagi situasi biasa.

Warga sipil terus menjadi korban, dipaksa meninggalkan rumahnya, kehilangan akses hidup dasar, dan hidup dalam ketakutan berkepanjangan.

Dorman mengatakan, pengungsian massal terjadi di tengah runtuhnya layanan dasar. Pangan terbatas, layanan kesehatan nyaris tidak menjangkau lokasi pengungsian.

Sementara itu perlindungan terhadap warga sipil dinilai sangat minim. Sementara aktivitas militer telah masuk ke ruang-ruang sipil, kampung, gereja, sekolah, hingga pasar, yang seharusnya menjadi tempat aman.

“Ketika ruang ibadah dan sekolah tidak lagi aman, itu tanda krisis sudah sangat serius,” ujarnya.

Situasi memanas kembali setelah operasi militer pada 12-15 April 2026 di distrik Pogama dan Kembru, kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Operasi yang melibatkan kekuatan darat dan udara itu dilaporkan menyebabkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta menghancurkan permukiman.

Data korban pun simpang siur akibat minimnya akses informasi dan transparansi. Laporan menyebut korban meninggal antara sembilan hingga 15 orang, dengan 5 hingga 7 orang luka-luka.

Pastor John Bunay secara tegas mengaitkan situasi ini dengan kebijakan negara.

Ia menilai pendekatan pembangunan yang dibarengi pendekatan keamanan, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2017 dan 2020, justru memperdalam luka sosial masyarakat Papua.

“Pembangunan yang dikawal senjata bukan solusi. Itu justru memperluas ketakutan dan mempercepat krisis kemanusiaan,” katanya.

Pastor Bunay mengingatkan, berbagai kajian, termasuk oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), telah lama mengidentifikasi akar konflik Papua.

Yakni, rasisme, ketimpangan pembangunan, persoalan politik, serta lemahnya akuntabilitas aparat. Tetapi menurutnya, negara belum menunjukkan keseriusan menjadikan dialog damai sebagai jalan utama.

“Yang terjadi justru pendekatan keamanan terus diulang, seolah kekerasan bisa menyelesaikan masalah,” ujar Pastor John seperti dikutip Suarapapua.com.

Dalam sikap resminya, Dewan Gereja Papua menyampaikan tuntutan tegas, yakni penghentian segera operasi militer di wilayah sipil, perlindungan nyata bagi warga, serta pembukaan akses kemanusiaan tanpa hambatan.

Mereka juga mendesak investigasi independen atas dugaan pelanggaran HAM dan membuka akses bagi jurnalis asing agar situasi Papua tidak terus tertutup dari sorotan dunia.

“Papua tidak butuh lebih banyak senjata. Papua butuh keadilan, kemanusiaan, dan dialog yang sungguh-sungguh,” tegasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Perdana di Papua, Maxim Bersama Pemprov PBD Gelar Kuis Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK se-Kota Sorong

Perdana di Papua, Maxim Bersama Pemprov PBD Gelar Kuis Cerdas Cermat Tingkat SMA/SMK se-Kota Sorong

12 Mei 2026
27 Tim SMA/SMK di Mimika Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup II

27 Tim SMA/SMK di Mimika Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup II

12 Mei 2026
Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

12 Mei 2026
Kasus Dugaan Korupsi Rp28 Miliar di KPU Mimika, Polisi Kumpulkan Data Tambahan

Kasus Dugaan Korupsi Rp28 Miliar di KPU Mimika, Polisi Kumpulkan Data Tambahan

12 Mei 2026
Kerusuhan Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, Sembilan Orang Berpotensi Jadi Tersangka

Kerusuhan Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, Sembilan Orang Berpotensi Jadi Tersangka

12 Mei 2026
Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

12 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    942 shares
    Bagikan 377 Tweet 236
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    681 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan Rp22,5 Miliar, Kejari Mimika Periksa Delapan Saksi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Mimika Darurat Sopi: Bupati Johannes Rettob Minta Aparat Keamanan Tindak Tegas

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
DPD RI Soroti Dinamika Situasi Keamanan Papua, Yorrys: Jangan Dianggap Remeh

DPD RI Soroti Dinamika Situasi Keamanan Papua, Yorrys: Jangan Dianggap Remeh

Pemkab Mimika Genjot Pemerataan Akses Pendidikan, 2027 Anak Wajib TK Sebelum Masuk SD

SK LMHA Belum Bisa Terbit, Bupati Johannes Rettob: Diperbaiki atau Musda Ulang

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Dinsos Puncak Distribusi Bantuan untuk Pengungsi Sinak

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Dinsos Puncak Distribusi Bantuan untuk Pengungsi Sinak

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id