ADVERTISEMENT
Senin, Maret 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Mesak Edoway: Bakar Excavator Sebagai Bentuk Penolakan Masyarakat Terhadap Pengusaha yang Kuasai Penambangan Emas di Kapiraya

"Kami tidak membatasi mereka datang mencari makan untuk hidup dan kami menerima mereka sebagai keluarga. Tapi kami tidak mau mereka datang untuk mengatur, menguasai harta kekayaan yang ada di atas tanah Kapiraya ini".

31 Agustus 2024
0
Mesak Edoway: Bakar Excavator Sebagai Bentuk Penolakan Masyarakat Terhadap Pengusaha yang Kuasai Penambangan Emas di Kapiraya

Mesak Edowai, Kepala Suku Mee di Kapiraya. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Aksi pembakaran oleh masyarakat Suku Mee di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah dipicu oleh rasa kecewa terhadap pengusaha yang tetap melakukan aktivitas penambangan emas di Kali Ibouwo.

Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan yang ditetapkan dalam pertemuan bersama Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai.

ADVERTISEMENT

Salah satu kesepakatan pada pertemuan yang berlangsung di Balai Kampung Wakia Kapiraya tiga bulan lalu yakni, menghentikan operasi penambangan emas menggunakan alat berat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun kesepakatan itu tidak dipatuhi oleh oknum pengusaha dengan tetap melaksanakan aktivitas tambang di lokasi tersebut.

Baca Juga

12 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal Dilimpahkan ke Kejari Sorong

Tiga Rumah Petak di Timika Ludes Terbakar, Satu Penguhuni Alami Luka Bakar, Kerugian Diprediksi Rp700 Juta

Demikian pernyataan yang disampaikan Mesak Edowai, Kepala Suku Mee, Distrik Kapiraya, Kampung Mogodagi Kabupaten Dogiyai kepada koranpapua.id, Jumat 30 Agustus 2024 malam.

Dikatakan, larangan menggunakan alat berat di lokasi tambang emas, selain merusak lingkungan, masyarakat Kamoro dan Mee tidak menghendaki kekayaan alam di wilayah hak ulayat mereka dimanfaatkan oleh pengusaha ilegal dari luar Kapiraya.

Mesak juga menegaskan bahwa, masyarakat Suku Mee tidak pernah bermaksud untuk membakar beberapa unit rumah warga Kamoro di Kapiraya.

Diceritakan, awalnya Rabu 28 Agustus 2024, masyarakat yang kecewa dengan masih beroperasi alat berat di lokasi tambang emas, bermaksud hanya membakar excavator.

Namun api yang berasal dari excavator merambat ke rumah Fredikus Warawarin, Kepala Kampung Kapiraya.

Api juga merambat dan menghanguskan sejumlah rumah yang ada di sekitar rumah Fredikus.

Dikatakan bahwa, aksi pembakaran yang dilakukan masyarakat Dogiyai dan Deiyai tersebut murni menolak pengusaha ilegal dan tidak ada permasalahan dengan Kepala Kampung Kapiraya.

“Terbakarnya rumah kepala kampung dan beberapa rumah warga lain karena excavator parkir di dekat rumah mereka,” timpalnya.

Sampai dengan peristiwa pembakaran alat berat ini, masyarakat sudah berusaha mencari tahu siapa pemiliknya.

Informasi yang sampai ke masyarakat bahwa pemilik alat berat merupakan mitra kerja Kepala Kampung Wakia.

“Kami bakar alat berat ini selain sebagai penolakan juga sebagai bentuk pengusiran secara paksa terhadap pengusaha ilegal supaya keluar dari Kapiraya,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat Dogiyai, Deiyai dan Kamoro di Kapiraya tidak menghendaki kekayaan alam, seperti kayu, emas dan lainnya diambil dan dinikmati orang luar.

Ia berharap dengan dibakarnya alat berat ini, bisa menjadi efek jera dan tidak ada lagi pengusaha ilegal yang memaksa masuk ke lokasi tambang emas yang ada di wilayah itu.

Mesak mengakui pasca kejadian itu, ada empat anggota dengan senjata menggunakan kendaraan truk milik salah satu pengusaha kios di sekitar Kali Tuapa.

Keempat anggota yang awalnya hendak turun berburu, akhirnya berhenti memantau situasi setelah melihat banyak warga Deiyai dan Dogiyai berkumpul di Bandara Tuapa, Kampung Mogodagi.

Kepada empat anggota yang tidak disebutkan dari satuan mana, warga menyampaikan bahwa tidak akan mengganggu siapa-siapa. Warga hanya menjaga supaya tidak ada pengusaha tambang ilegal yang masuk ke Kapiraya.

Mendengar penjelasan itu, keempat anggota bersama sopir yang juga pemilik kendaraan pulang dihantar oleh warga.

“Situasi keamanan saat ini di Kapiraya sudah kondusif. Karena memang aksi pembakaran alat berat murni untuk menolak pengusaha tambang ilegal dan tidak ada tujuan lain untuk merugikan dan mengganggu masyarakat,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, Kali Ibouwo yang menjadi lokasi tambang emas tersebut terletak berbatasan antara Kabupaten Deiyai dan Dogiyai.

Bagian bawahnya, Kampung Wakia perbatasan antara Kampung Mimika dengan Kabupaten Dogiyai dan Deiyai.

Dilihat dari peta untuk bagian laut letaknya masuk dalam tiga kabupaten, Mimika, Deiyai dan Dogiyai.

Sementara untuk titik penambangan emas saat ini di Kali Ibouwo murni masuk Kabupaten Deiyai dengan perbatasan Kabupaten Dogiyai.

Kepada masyarakat yang datang di Kapiraya, Mesak menegaskan masyarakat Suku Mee dan Kamoro tidak melarang namun harus menghargai masyarakat lokal sebagai pemilik hak ulayat.

“Kami tidak membatasi mereka datang mencari makan untuk hidup dan kami menerima mereka sebagai keluarga. Tapi kami tidak mau mereka datang untuk mengatur, menguasai harta kekayaan yang ada di atas tanah Kapiraya ini”.

Yang berhak penuh dalam mengatur, mengelola dan menambang adalah masyarakat Suku Mee dan Kamoro. Lokasi tambang yang ada di wilayah hak ulayat milik Suku Mee maka Suku Mee yang mengatur.

Begitu sebaliknya jika berada di wilayah adat Kamoro maka Suku Kamoro yang mengatur. Bukan orang lain yang datang mengatasnamakan Kamoro dan Mee untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

12 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal Dilimpahkan ke Kejari Sorong

12 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal Dilimpahkan ke Kejari Sorong

15 Maret 2026
Cuti Bersama Tanpa Mengurangi Pelayanan, OPD Diharapkan Mengatur Pola Kerja ASN Secara Fleksibel

Cuti Bersama Tanpa Mengurangi Pelayanan, OPD Diharapkan Mengatur Pola Kerja ASN Secara Fleksibel

15 Maret 2026
Tiga Rumah Petak di Timika Ludes Terbakar, Satu Penguhuni Alami Luka Bakar, Kerugian Diprediksi Rp700 Juta

Tiga Rumah Petak di Timika Ludes Terbakar, Satu Penguhuni Alami Luka Bakar, Kerugian Diprediksi Rp700 Juta

15 Maret 2026
Yeremias Imbiri: Sosok Inspiratif, dari Journalist Hingga Arsitek Komunikasi

Yeremias Imbiri: Sosok Inspiratif, dari Journalist Hingga Arsitek Komunikasi

15 Maret 2026
Percepat Penyaluran Dana Otsus Solusi Menekan Terjadinya SiLPA Daerah

Percepat Penyaluran Dana Otsus Solusi Menekan Terjadinya SiLPA Daerah

15 Maret 2026
Peristiwa Penembakan Beruntun, Kapolda Papua Tengah Minta Freeport Tambah Fasilitas CCTV

Peristiwa Penembakan Beruntun, Kapolda Papua Tengah Minta Freeport Tambah Fasilitas CCTV

15 Maret 2026

POPULER

  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    736 shares
    Bagikan 294 Tweet 184
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Ratusan Massa Turun ke Jalan: Blokade Bundaran Timika Indah, Desak Bupati Mimika Batalkan Pelantikan Pejabat

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Polisi Gagalkan Pengiriman Ganja 2,5 Kg Melalui KM. Labobar

Polisi Gagalkan Pengiriman Ganja 2,5 Kg Melalui KM. Labobar

Polisi Gagalkan Pengiriman Ganja 2,5 Kg Melalui KM. Labobar

Oknum Nelayan Pelaku Pelecehan Seksual Diserahkan ke Kejari Yapen

RSUD Mimika Segera Miliki Gedung Pusat Diagnostik, Pemda Gelontorkan Rp125 Miliar

Dr. Anton Pasulu: Hari Pertama Pemeriksaan Kesehatan Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mimika Berjalan Lancar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id