ADVERTISEMENT
Kamis, April 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kepolisian

Masih Ingat Penemuan Mayat di Gedung Perpustakaan Mimika. Ini Kronologis Lengkapnya

Korban yang tegeletak di lantai sempat berdiri, namun Tersangka memegang kerah baju korban dan berupaya mendorong korban keluar dari lantai tiga gedung.

5 Juni 2024
0
Masih Ingat Penemuan Mayat di Gedung Perpustakaan Mimika. Ini Kronologis Lengkapnya

Tersangka Alvonsius Marnoma saat memperagakan penganiayaan terhadap korban Nelson Pakage di Gedung Perpustakaan Arsip Daerah Timika.(foto:Redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Hari itu Sabtu 6 April 2024, warga dikagetkan karena ditemukan mayat yang sudah membusuk di Gedung Perpustakaan Arsip Daerah, Timika Indah.

Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya polisi mengetahui bahwa mayat yang ditemukan di lantai tiga gedung itu, bernama Nelson Pakege (26) beralamat di Jalan Kelapa Dua, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

Apa yang menjadi penyebab kematian korban dan siapa pelakunya. Berikut kronologis sebagaimana terekam dalam rekonstruksi yang dilakukan Reskrim Polres Mimika bersama Polsek Mimika Baru, Rabu 5 Juni 2024

Advertisement. Scroll to continue reading.

Rekonstruksi tersebut disaksikan Iptu Fajar Zadiq, Kasat Reskrim Polres Mimika, Febiana Wilma Sorbu, Kasi Pidana Umum Kejari Mimika dan AKP J Limbong, Kapolsek Mimika Baru.

Baca Juga

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

Dalam reka ulang kasus pembunuhan itu menampilkan 21 adegan yang diperankan oleh pelaku bernama Alvonsius Marnoma (26).

Sementara korban Nelson perannya digantikan satu anggota polisi. Dalam reka ulang yang berlangsung sekitar 45 menit juga dihadiri saksi AF atau Mina pacar pelaku.

Reka ulang dimulai dengan Tersangka bersama saksi AF atau Mina berada di Gedung Perpustakaan lantai 3 sekembali membeli Minuman Keras (Miras) untuk dikonsumsi bersama.

Setelah tersangka dan Saksi Mina menghabiskan Miras, Tersangka kemudian pergi membeli lagi dan meminta agar Mina menunggunya.

Pada saat Tersangka kembali membeli minuman dan hendak masuk ke lantai tiga gedung itu, tersangka bertemu dengan saksi Yuventus Ukago alias Yupen.

Saat itu Saksi Yuventus bersama-sama dengan  korban hendak berjalan keluar dari gedung.

Tersangka kemudian menayakan kepada Saksi Yuventus, ko mau kemana sodara ?

Dijawab Saksi Yuventus sa mau pulang ke rumah, baru ko mau kemana?

Tersangka kemudian bertanya lagi, sodara bisa isap rokok ka? Yuventus menjawab iya. Kemudian Tersangka memberikan empat batang rokok kepada Yuventus.

Yuventus yang mendapatkan rokok kemudian bertanya kepala Tersangka dan dijawab “Saya mau keatas lantai 3 mau minum”

Saksi Yuventus kembali bertanya “baru sodara sama siapa diatas? dan dijawab Tersangka saya sama pacar.

Mendengar itu, Saksi Yuventus meminta agar dirinya bisa ikut bergabung dengan Tersangka di lantai tiga.

Kemudian Tersangka dan Saksi Yuventus berjalan menuju ke lantai tiga, sedangkan korban mengikuti dari belakang.

Saksi Mina yang menunggu di lantai tiga kemudian bergabung bersama tersangka, Saksi Yuventus dan Korban untuk mengkomsumsi Miras.

Sekira pukul 23.00 WIT sedang asik menikmati Miras, terjadi perdebatan antara Tersangka dan Korban dan kemudian bertengkar.

Tersangka yang emosi mengayukan tangan kanan menampar Korban hingga jatuh tersungkur ke lantai.

Korban Nelson yang terjatuh di lantai kemudian berupaya berdiri dan mengeluarkan handphone dari saku celananya dan memberikan kepada Saksi Yuventus yang saat itu tengah posisi duduk.

Melihat Korban berdiri dari posisi yang sebelumnya, tersangka seketika berdiri dan saling berhadapan dengan korban.

Tersangka kemudian kembali memukul korban menggunakan kedua tangan mengenai bagian rahang sebelah kiri sebanyak dua kali.

Kemudian Tersangka kembali memukul Korban pada bagian rahang sebelah kanan sebanyak satu kali.

Belum puas, Tersangka memukul korban lagi menggunakan tangan kanan dengan cara menggenggam.

Pukulannya satu kali mengenai bagian dahi membuat korban langsung terjatuh ke arah belakang.

Kemudian Tersangka dengan kaki kanannya menginjak bagian dahi korban sebanyak dua kali dan Tersangka menendang korban mengenai bagian bahu sebelah kiri sebanyak satu kali.

Korban yang tergeletak di lantai sempat berdiri, namun Tersangka memegang kerah baju korban dan langsung berupaya mendorong korban keluar dari lantai tiga gedung.

Alfonsius Monaweyau yang mendengar keributan dari arah dalam gedung memutuskan untuk mengecek sumber suara tersebut.

Dan sesampainya disana, ia melihat Tersangka sudah memegang kerah baju korban dan berupaya mendorong korban keluar gedung.

Melihat hal tersebut Alfonsius bergegas menghampiri Tersangka dan korban untuk mencoba melerainya.

Melihat Tersangka yang mencoba mendorong korban keluar gedung, Saksi Yuventus dan Alfonsius berupaya menghentikannya, dengan menarik tubuh korban yang sudah berada di ujung tembok gedung.

Setelah Tersangka melepaskan gengaman tanggannya dari kerah baju korban, Saksi Yuventus dan Alfonsius mengotong tubuh korban dan meletakannya di lantai.

Saksi Yuventus dan Alfonsius kemudian pamit pulang dan meninggalkan Tersangka dan Mina di lantai tiga gedung itu.

Sementara posisi korban pada saat itu dalam keadaan terbaring di lantai dan masih hidup.

Selanjutnya beberapa menit kemudian Tersangka dan Mina juga meninggalkan Korban dengan posisi saat itu dalam keadaan terbaring dilantai dan masih bernyawa.

Kemudian pada hari Selasa tanggal 2 April 2024 Tersangka dan Mina kembali ke tempat kejadian.

Tersangka dan Mina melihat korban masih dalam keadaan terbaring di lantai.

Tersangka kemudian berjalan mendekati Korban dan mengecek keadaan Korban dengan cara mengangkat tangan kiri Korban.

Mengetahui tangan Korban lemas dan dingin, Tersangka kemudian menyampaikan kepada Mina bahwa korban sudah meninggal dunia.

Mendengar itu, Mina kembali memastikan dengan cara kembali mengangkat tanggan kiri Korban dan mengecek denyut nadi untuk memastikan bahwa Korban benar-benar sudah meninggal.

Tersangka dan Mina memutuskan untuk pulang dan kemudian Tersangka dan Mina kembali lagi keesokan harinya untuk mengecek Korban. Namun ketika hendak naik ke lantai 3 gedung, keduanya sudah mencium bau busuk.

Keduanya tidak melanjutkan ke lantai tiga tetapi memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.

Kasat Reskrim mengungkapkan tidak ada unsur perencanaan dalam kasus tersebut.

Tersangka secara spontan melakukan penganiayaan dan mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Tidak ada perubahan dan motif baru dari keterangan Tersangka. Mereka pesta Miras kemudian secara spontan pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban,” tutup Fajar Zadiq. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

29 April 2026
Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

29 April 2026
Pempus Perkuat Intervensi Kesehatan, 12% ODHA di Indonesia Berada di Tanah Papua

Pempus Perkuat Intervensi Kesehatan, 12% ODHA di Indonesia Berada di Tanah Papua

29 April 2026
Pagelaran Seni Budaya Papua Resmi Dibuka, Dimeriahkan 10 Grup Yospan dan Dance Modern

Pagelaran Seni Budaya Papua Resmi Dibuka, Dimeriahkan 10 Grup Yospan dan Dance Modern

29 April 2026
TNI Tembak Mati Jeki Murib, Komandan OPM Otak Pembunuhan Karyawan Freeport Simson Mulia

TNI Tembak Mati Jeki Murib, Komandan OPM Otak Pembunuhan Karyawan Freeport Simson Mulia

29 April 2026
Tiga Hari Kedepan Masih Berpotensi Hujan, Distrik Tembagapura Rawan Longsor

Tiga Hari Kedepan Masih Berpotensi Hujan, Distrik Tembagapura Rawan Longsor

29 April 2026

POPULER

  • Akses Masuk ke Halaman Gereja Katedral Timika Diperketat, Ini Alasannya

    Akses Masuk ke Halaman Gereja Katedral Timika Diperketat, Ini Alasannya

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • MRP-PPT Bukan Bawahan Gubernur, Agustinus: Perlu Perhatikan Etika dan Jangan Saling Menjatuhkan

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Sekuriti Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam OTK

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • YLBH Papua Tengah Kecam Oknum TNI Masuk Ruang Privat Pastor Paroki Katedral Timika

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • 30 Personel Brimob Dikerahkan Kejar Buronan Kasus Pembunuhan Dua Marinir

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • TNI Tembak Mati Jeki Murib, Komandan OPM Otak Pembunuhan Karyawan Freeport Simson Mulia

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Sempat Melawan, DPO KKB Penembak Warga Sipil Diringkus di Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Satgas ODC 2024 Bekuk Pria 74 Tahun Pemasok Senjata untuk KKB

Satgas ODC 2024 Bekuk Pria 74 Tahun Pemasok Senjata untuk KKB

Percepat Realisasi Imunisasi Polio, Distrik Mimika Baru Gandeng Dua Puskesmas

Percepat Realisasi Imunisasi Polio, Distrik Mimika Baru Gandeng Dua Puskesmas

Kasus Pengerusakan Kantor dan Pengancaman Sopir Maxim, Polisi Periksa 10 Saksi

Kasus Pengerusakan Kantor dan Pengancaman Sopir Maxim, Polisi Periksa 10 Saksi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id