ADVERTISEMENT
Senin, Juli 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Freeport

Bangun Smelter di Fakfak, Anggota DPR Papua Menilai Pempus dan Freeport Menipu Masyarakat Mimika

Nason memastikan apa yang dipertontonkan oleh Pempus membuat masyarakat dan generasi Papua Tengah marah karena telah mewariskan kebohongan.

15 November 2023
0
Bangun Smelter di Fakfak, Anggota DPR Papua Menilai Pempus dan Freeport Menipu Masyarakat Mimika

Nason Uty, Anggota DPR Papua. (Foto : Redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Keputusan Pemerintah Pusat (Pempus) membangun smelter di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat menuai aksi protes dan penolakan dari anggota DPR Papua, Nason Uty.

Nason menilai pemindahan lokasi pembangunan smelter, Pempus dan PT Freeport Indonesia telah menipu masyarakat Papua Tengah umumnya dan lebih khusus Pemerintah Kabupaten Mimika bersama masyarakat pemilik hak ulayat terdampak.

ADVERTISEMENT

Penegasan ini Nason Uty sampaikan kepada Koranpapua.id di Timika, Rabu 15 November 2023.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Nason menilai keputusan Presiden, Menteri Investasi dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memindahkan lokasi pembangunan smelter telah mencederai perasaan dan hati masyarakat Mimika Papua Tengah.

Baca Juga

Melihat dari dekat Produksi Cincau Panji Lor, Usaha Warisan Keluarga yang Menembus Pasar Bondowoso

Wabup Emanuel Beberkan Dua Persoalan Serius di Mimika: Dana Otsus Seret dan Antrean SPBU Tak Kunjung Usai

Pasalnya tahun 2015 Menteri ESDM dan PUPR sudah mendatangi Kabupaten Mimika dan melakukan survey lokasi di kawasan industri Pomako, Distrik Mimika Timur. Lahan yang disiapkan kurang lebih seluas 300 hektar untuk pembangunan smelter.

Menurutnya, kejadian semacam ini negara mempertontonkan suatu sikap dan perilaku pembohongan, merampas hak-hak masyarakat adat, hak pemerintah setempat dengan hitung-hitungan tertentu untuk menjauhi dari masyarakat terdampak.

Pabrik smelter pertama dibangun di Gresik Surabaya dan pabrik smelter kedua sejak awal direncanakan dibangun di Timika malah dipindahkan lagi ke Fakfak.

“Ini sebenarnya kelompok di dalam negara ini mau mainkan drama apa lagi?  Apakah drama mencuri, drama membohong, menipu?” tanya Nason.

Saat ini kata Nason dunia semakin terbuka dan transparansi dalam mengelola dan menata administrasi pemerintahan. Dalam Undang-Undang Minerba di dalamnya Ijin Usaha Pertambangan (IUPK) sudah jelas mengatur hak-hak masyarakat adat.

Juga mengatur hak pemerintah daerah setempat, begitupun kewenangan Pemerintah Pusat. Semuanya sudah diatur begitu jelas.

Nason sesalkan kebijakan dipindahkan dari Mimika, karena tanpa ada pembicaraan dengan Pemerintah Kabupaten Mimika. Dengan dipindahkan ke Fakfak maka tidak memberikan asas manfaat kepada daerah penghasil tambang emas.

“Jangan pemerintah membawa harta karun begitu saja dari daerah penghasil dengan cara-cara licik. Dengan dipindahkan ke luar Timika sudah otomatis Pemerintah Kabupaten Mimika akan kehilangan income untuk daerah ini, termasuk peluang lapangan pekerjaan,” kritiknya.

Nason memastikan apa yang dipertontonkan oleh Pempus membuat masyarakat dan generasi Papua Tengah marah karena telah mewariskan kebohongan.

“Kami minta dengan hormat Presiden segera membatalkan niat membangun smelter di Fakfak dan kembalikan ke Timika sesuai rencana awal. Kami tagih janji bapa Presiden bahwa selain di Gresik satunya bangun di Papua tempatnya di Pomako,” paparnya.

Ia berharap pemindahan lokasi smelter jangan diboncengi dengan kepentingan oknum tertentu hanya mengejar fee. Karena hal itu akan berdampak pada kemarahan yang nantinya bisa berpengaruh pada pengelolaan produksi PT Freeport kedepan.

Berkaitan dengan ini Nason menyebutkan sesuai jejak digital pada 14 Februari 2015, Gubernur Papua Lukas Enembe telah mendesak PT Freeport Indonesia segera membangun industri smelter di Timika dengan lokasi di Pomako, karena dianggap kawasan tersebut paling cocok.

Gubernur Lukas pada saat itu didampingi para bupati di wilayah Pegunungan Tengah Papua sejak Jumat 13 Februari 2015 berada di Timika untuk menyambut kunjungan kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono.

Kedua anggota Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo ini datang di Timika untuk meninjau lokasi pembangunan smelter yang direncanakan di kawasan Pelabuhan Paumako atau sekitar kawasan Pelabuhan Amamapare. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Melihat dari dekat Produksi Cincau Panji Lor, Usaha Warisan Keluarga yang Menembus Pasar Bondowoso

Melihat dari dekat Produksi Cincau Panji Lor, Usaha Warisan Keluarga yang Menembus Pasar Bondowoso

20 Juli 2026
Wabup Emanuel Beberkan Dua Persoalan Serius di Mimika: Dana Otsus Seret dan Antrean SPBU Tak Kunjung Usai

Wabup Emanuel Beberkan Dua Persoalan Serius di Mimika: Dana Otsus Seret dan Antrean SPBU Tak Kunjung Usai

20 Juli 2026
Pangkogabwilhan III Tinjau Evakuasi Puing Pesawat di Balinggama, Satgas Pasgat Pastikan Keamanan Kondusif

Pangkogabwilhan III Tinjau Evakuasi Puing Pesawat di Balinggama, Satgas Pasgat Pastikan Keamanan Kondusif

20 Juli 2026
Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, Naik Hanya 2 Persen dalam Sepekan

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, Naik Hanya 2 Persen dalam Sepekan

20 Juli 2026

Krisis Pengungsian di Papua Tak Bisa Hanya Dilihat dari Persoalan Keamanan dan Bantuan Kemanusiaan

20 Juli 2026
Enam Provinsi di Papua Raya Sepakti 18 Langkah Strategis Tingkatkan Pengelolaan Dana Otsus

Enam Provinsi di Papua Raya Sepakti 18 Langkah Strategis Tingkatkan Pengelolaan Dana Otsus

20 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    898 shares
    Bagikan 359 Tweet 225
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • 33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kondisi Kantor Pemerintahan Kampung Nawaripi-Mimika Terbengkalai

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
Next Post
Valentina dan Susi Wakili Mimika di Jambore Kader Nasional 2023

Valentina dan Susi Wakili Mimika di Jambore Kader Nasional 2023

Melianus Numang, Ketua DPD I AMKI Papua Tengah. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Soal Smelter, AMKI Ancam Duduki Kantor Kementerian Investasi dan Kementerian ESDM di Jakarta

Baznas Santuni 120 Murid dan 17 Guru Honor di Mimika

Baznas Santuni 120 Murid dan 17 Guru Honor di Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id